Tak Patah Arang, Penyandang Tuna Daksa Durensawit Terus Berkarya

oleh -645 Dilihat

Pati, isknews.com (Lintas Pati) – Meski memiliki keterbatasan fisik tak menyurutkan Eko Sutiyono (42) penyandang tuna daksa untuk terus berkarya. Ditangannya, warga Desa Durensawit, Kecamatan Kayen, Pati itu menyulap onggokan kayu menjadi benda seni bernilai tinggi.

“Yang penting halal karena ada tanggungjawab yang harus saya penuhi, yakni memberikan nafkah istri dan anak saya. Apapun pekerjaannya saya akan terus bekerja membanting tulang, demi asap dapur terus mengepul,” jelasnya saat ditemui isknews.com dikediamannya.

Lanjutnya, dia mengalami lumpuh ketika usianya baru menginjak lima tahun. Saat itu, dia mengalami sakit dan berobat ke seorang dokter, dari sana dia diberikan obat melalui jarum suntik. Sayangnya, bukan sembuh yang dia dapat malah kelumpuhan pada kaki sebelah kanannya.

Tak patah arang, saat berusia 22 tahun Eko memutuskan hijrah ke yayasan penyandang disabilitas di Yogyakarta. Dari sana, dia mendapatkan edukasi tentang kemandirian, ketrampilan dan ketahanan mental, selama kurang lebih satu tahun.

“Sepulang dari Jogja, saya lalu mengikuti program kursus ukir di Jepara pada tahun 1996. Saya terapkan hingga saat ini untuk mengukir, alhamdulillah sedikit-sedikit nampak hasilnya,” bebernya.

Setiap kerajinan dari buah tangannya, Eko mengaku tidak mematok mahal hasil seninya. Dia memilih seni ukir kaligrafi karena lebih mendekatkan dirinya kepada Tuhan Yang Maha Esa. Meski begitu, jika ada pesanan lain dia akan mengerjakannya sesuai permintaan. (Wr)

No More Posts Available.

No more pages to load.