Tanamkan Nilai Anti Korupsi Sejak Sekolah

oleh

Kudus, ISKNEWS.COM – Pemerintah Kabupaten Kudus, mendorong SMP Kanisius (SMPK) Kudus untuk terus mengembangkan program pendidikan karakter antikorupsi yang diterapkan sejak lama, kata pelaksana tugas Bupati Kudus Sam`ani Intakoris.

“Adanya pendidikan antikorupsi yang dipraktikkan dalam keseharian tentunya akan menjadi pembiasaan, yang pada akhirnya menuju pembudayaan sikap dan perilaku antikorupsi,” ujarnya.

Masa depan bangsa dan Negara Indonesia ini ada di tangan generasi muda. Generasi mudamerupakan agen perubahan(agent of change) karena generasi muda sebagai penentu perkembangan ataupun kemunduran suatu bangsa dan negara, namun kenyataannya beberapa kasus korupsi yang melanda bangsa Indonesia melibatkan anak muda.

“Hal tersebut didasarkan karena sifat mayoritas anak-anak muda saat ini ingin mendapatkan sesuatu dengan cara cepat, sukses dengan cara cepat, kaya dengan cara cepat, dan semuanya ingin serba cepat.” katanya.

Disampaikan dalam sambutannya saat gelaran Fun Run dalam rangka peresmian gedung baru dan HUT Kanisius ke-100 yang digelar Minggu (19/8) berlangsung semarak. Kegiatan ini juga menjadi simbol penanda peran besar seabad Kanisius mencetak manusia yang cerdas, jujur dan sekaligus antikorupsi.

Berbagai kalangan ambil bagian dalam kegiatan ini. Mulai dari Plh Bupati Kudus Samani Intakoris dan jajarannya, Direktur Produksi PT Djarum Kudus Thomas Budi Santoso, motivator handal Andri Wongso, Progam Director Bhakti Olahraga Djarum Foundation Yoppy Rosimin, aktivis antikorupsi yang juga pernah menjadi kepala SMP Kanisius, M Basuki Sugita Mbs dan Anastasia, tokoh sepakbola dan sekaligus pengusaha kuliner asal Kudus Jalal Jalil, hingga legenda bulutangkis Indonesia asal Kudus HariyantoArbi. Fun Run yang menempuh rute hingga beberapa kilometer ini kian meriah dengan kehadiran siswa, orang tua siswa, hingga alumni SMP dan SMA Kanisius Kudus.

Kehadiran pebulutangkis peraih medali emas Asian Games 1994, HariyantoArbi rupanya menarik perhatian para peserta khususnya kalangan perempuan dan anak-anak. Mereka memanfaatkan momen untuk berswafoto dengan HariyantoArbi yang baru saja didaulat pemerintah menjadi pembawa obor Asian Games 2018. HariyantoArbi yang tergabung dalam tim Torch Relay membawa obor Asian Games tersebut untuk diserahkan kepada Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan di Jakarta, Jumat (17/8) lalu.

“Bangga sekali bisa ikut berlari bersama keluarga besar Kanisius ini. Saya seperti bernostalgia masa-masa puluhan tahun lalu. Saya juga bisa berkumpul, berbincang dan mengenang masa lalu dengan sahabat, guru maupun para alumni,” kata Hariyanto Arbi, Minggu (19/8).

HariyantoArbi memang pernah menuntut ilmu di bangku SMPK. Kegiatan sekolah dilakukannya berbarengan dengan aktivitas menempa diri latihan bulutangkis di PB Djarum.

Praktis, Hariyanto Arbi pun memiliki kenangan khusus dengan almamaternya tersebut. Ia juga mengaku bangga dengan perkembangan SMPK. Terlebih saat sekolah ini menegaskan komitmen ikut gerbong dalam upaya pemberantasan korupsi.

Tentu saja, caranya tak jauh dengan dunia pendidikan. Slogan sekolah yakni Jujur, Cerdas dan Antikorupsi ini. Slogan tersebut juga diwujudkan dalam aktivitas belajar mengajar di sekolah.

Hingga akhirnya, SMP dan SMA K termasuk salah satu sekolah yang mengajarkan prinsip dan perilaku antikorupsi kepada anak didiknya. Atas upaya pencegahan korupsi sejak dini tersebut bahkan SMPK didaulat menjadi mitra Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Ini salah satu kontribusi besar Kanisius untuk Indonesia. Makanya saya bangga sekali bisa menjadi bagian dari sekolah ini,” ujar Hariyanto Arbi yang kini merupakan caleg Dapil II Jateng dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) ini.

Sementara itu, Plh Bupati Kudus Samani Intakoris mengapresiasi kegiatan Fun Run Kanisius. Pihaknya berharap lembaga ini terus berperan dalam upaya mencerdaskan anak bangsa dan sekaligus menanamkan pendidikan karakter antikorupsi sejak dini tersebut. “Pemkab Kudus sangat mengapresiasi kegiatan ini,” tandasnya

KOMENTAR SEDULUR ISK :