Tangkal Radikalisme, Ratusan Pemuda di Kudus Ikuti Pelatihan Pemuda Pelopor

oleh -317 Dilihat

Kudus, isknews.com – Pelatihan Pemuda Pelopor Tingkat Nasional dengan tema “Membangun Kepeloporan dan Patriotisme Pemuda dalam Menangkal Radikalisme” belum lama ini telah diselenggarakan oleh Lembaga Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat (LPPM) Menara Institut Kudus bekerja sama dengan Dewan Koordinasi Nasional (DKN) Gerbang Santri dan Kementrian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (KEMENPORA RI)

Acara yang diikuti sekitar 100 peserta ini bertempat di Masjid Baiturrohim Dukuh Sambeng RW IV Desa Karangmalang Kecamatan Gebog Kabupaten Kudus Jawa Tengah, Jum’at (15/12/2017) pukul 13.00 WIB s/d selesai.

Panitia pelaksana kegiatan Muhammad Noor Hakim, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan untuk mengantisipasi radikalisme, yang notabene dimulai dari masjid. hari ini masjid-masjid dikawasan perkotaan mayoritas dikuasai oleh orang yang berpaham radikalisme. “Jika para pemuda tidak cepat mengambil langkah maka paham radikalisme akan semakin tumbuh subur. Karena Radikalisme dan intoleransi sesungguhnya mengancam agama, masyarakat dan merongrong Negara,” jelas Ketua Karang Taruna Karangmalang itu.

Acara yang di gelar secara nasional hampir di seluruh kabupaten/kota di Indonesia ini mendatangkan Nara sumber berkompeten di bidangnya, diantaranya Sekretaris Majelis Ulama’ Indonesia (MUI) Gebog, Julalul umam dan Mantan Ketua PAC GP Ansor Kecamatan Dawe, Abdul Basit Shidqul Wafa, yang masing-masing dengan materi Islam Nusantara dan Wawasan Kebangsaan.

Lebih lanjut, Isi materi pertama lebih menitikberatkan pada seputar konsep-konsep Islam Nusantara dan kondisi sejarah Islam di Indonesia. Jadi, Islam Nusantara sebagai solusi perdamaian dunia. Sedangkan pemateri kedua lebih menekankan pada Persatuan Bangsa di atas Kebhinekaan.

“Di sesi dialog setelah materi dari narasumber, Para peserta yang rata-rata masih pemuda ini sangat antusias sekali, terbukti dengan lontaran pertanyaan dua arah yang membuat suasana semakin hidup,” tegasnya

Dikatakan Hakim, Fenomena keagamaan yang terjadi di bangsa kita akhir-akhir ini sangat memprihatinkan. Sebab di era milenial dewasa ini, semua orang dengan kemudahan akses tekhnologi yang begitu canggih. Siapapun mudah mengakses informasi dari internet. Baik itu informasi tentang berita, belajar agama, kumpulan ceramah agama pun dengan mudah kita dapatkan. Sehingga mulai muncul gerakan-gerakan radikal dan intoleran, khususnya para pemuda Indonesia karena perkembangan global yang terjadi di Indonesia menjadi tantangan sekaligus peluang bagi pembangunan bangsa dan negara.

Ditambahkan, Paham radikalisme yang disebarkan oleh orang yang beraliran keras sudah mulai menyasar para pemuda. Hal yang sangat tampak, paham radikalisme tersebut sangat subur berkembang di perkotaan, sehingga pemuda yang mempunyai paham keagamaan yang tidak mendalam gampang sekali direkrut oleh mereka untuk dijadikan kader, kemudian menyebarkannya melalui perkumpulan ataupun lewat masjid. Sehingga masjid diperkotaan banyak dikuasai oleh takmir yang yang berseberangan dengan ideologi pancasila.

Oleh karena itulah, lanjut Hakim, Dewan Koordinasi Nasional Gerakan Kebangkitan Santri (Gerbang Santri) dengan menggandeng Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia untuk membuat acara Pelatihan Pemuda Pelopor dengan harapan memberikan tameng dan edukasi sebagai bekal untuk tidak teepengaruh dengan faham-faham yang belum jelas. (AJ)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.