Tekan Resiko Ambrol Saat Belajar, Disdikpora Kudus Usulkan Renovasi 157 Atap Sekolah

oleh

Kudus, isknews.com – Melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2020, Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdkpora) Kudus mengupayakan renovasi atap di 157 sekolah di tahun 2020.

Renovasi tersebut adalah senilai Rp. 200 juta perpaket. Diharapkan dengan perbaikan ini dapat menekan resiko ambrolnya atap sekolah pada jam pelajaran.

Kepala Disdikpora Kudus, Joko Susilo melalui Kasi Sarpras, Supriyono menegaskan rencana pembangunan atap sekolah tersebut hingga kini masih dalam fase pembahasan di DPRD Kudus.

TRENDING :  Puluhan Guru Di Kudus Ikuti KMD Kepramukaan

“Ini masih usulan ya. Belum pasti,” tegasnya.

Sekda Kudus Sam’ani Intakhoris saat melakukan kunjungan pada sebuah sekolah yang atapnya runtuh akibat bencana alam puting beliung beberapa saat lalu (Foto: YM)

Menurut Supriyono, sebagian besar atap sekolah di Kudus kondisinya memang cukup memprihatinkan. Kayu yang penopang atap, sebagian kondisinya sudah lapuk. Hingga membuat atap nampak cekung.

“Usulan-usulan renovasi yang diajukan oleh sekolah-sekolah di Kudus telah kami survei. Dan hasilnya rata-rata kayu ponasi atapnya pada lapuk,” jelasnya.

Pencegahan segera, seperti pemasangan bambu sebagai penyangga atap. Menurutnya perlu dilakukan oleh pihak sekolah. Sembari menunggu kucuran dana renovasi dari Pemerintah Kabupaten Kudus.

TRENDING :  Rahtawu-Soco Diwacanakan Dibangun Jalan Tembus

Secara rinci dia menyebut, kerusakan atap sekolah banyak terjadi di bangunan sekolah dasar. Berdasarkan usulan yang masuk di Disdikpora Kudus, ada 144 SD dan 13 SMP yang mengeluhkan kerusakan atap.

Untuk teknisnya, renovasi atap akan dilakukan dalam bentuk paket senilai Rp. 200 juta. Meliputi renovasi tiang penyangga dan atap yang rencananya akan diganti dengan besi ringan. Lalu, jendela dan dinding ruangan.

TRENDING :  Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Blokir Jalan

“Anggaran Rp. 200 juta ini paling tidak untuk memperbaiki satu hingga dua ruang kelas. Tergantung luas ruangnya,” lanjut dia.

Dengan renovasi ini, pihaknya berharap proses belajar mengajar dapat berjalan dengan aman dan lancar. Terlebih saat ini telah memasuki musim penghujan, yang mana lebatnya air hujan dan angin kencang berpotensi menyebabkan ambruknya atap sekolah.

KOMENTAR SEDULUR ISK :