Terkena Abrasi Arus Sungai, Talut di Aliran Kali Gelis Damaran Runtuh

oleh -430 Dilihat
Kapolsek Kota, Iptu Subkhan menjelaskan, peristiwa talut sungai longsor diperkirakan karena abrasi air. Tanah pada pondasi sungai mulai hilang karena tergerus air, sehingga bangunan talut longsor ke bawah. (YM/YM)

Kudus, isknews.com – Intensitas air hujan di Kudus sebabkan debit sungai Kaligelis tinggi sehingga menimbulkan derasnya aliran sungai yang tak urung menerjang talut di sepanjang dinding Kaligelis turut Desa Damaran yang berada sekitar 700 meter disebelah selatan Jembatan Kaligelis Kudus.

Menurut warga setempat, peristiwa talut sungai sungai sepanjang sekitar 100 meter itu longsor tpada sekitar pukul 02.00 WIB dini hari Kamis, 14/04/2024 kemarin. Talut sepanjang 100 meter turut RT 1 RW 3 Desa Demangan, Kecamatan Kota, Kudus itu materialnya mulai terasa bergeser sejak pukul sekitar pukul 12.00 WIB.

“Awalnya saya mendengar suara bebatuan berjatuhan ke sungai, namun pada sekitar pukul 02.00 itu saya mendengar suara gemuruh deburan besar suara air, benar saja ternyata tembok talut yang tak jauh dari rumah saya ini telah runtuh ke sungai,” kata Sulikah (60), warga yang bertempat tinggal di pinggir sungai.

Sulikah pun saat ini sudah mulai memindahkan barang-barangnya ke tempat yang lebih aman. Berdua bersama ibunya di rumah, ia merasa khawatir kalau tiba-tiba talut longsor lagi dan membuat rumahnya ikut longsor.

Sementara itu, Kapolsek Kota, Iptu Subkhan menjelaskan, peristiwa talut sungai longsor diperkirakan karena abrasi air. Tanah pada pondasi sungai mulai hilang karena tergerus air, sehingga bangunan talut longsor ke bawah.

“Talut longsor ini kemungkinan besar karena abrasi air,” kata Kapolsek Kota.

Pihaknya pun telah menginstruksikan kepada Bhabinkamtibmas bersama pemerintah desa setempat untuk segera menindaklanjuti talut yang longsor.

Terlebih sepanjang jalur talut tersebut, ada jaringan listrik untuk lampu penerangan jalan yang berbahaya ketika mengelupas.

“Kita sudah koordinasikan untuk segera membenahi ini (talut longsor), karena khawatir air sungai naik dan langsung menyentuh jaringan listriknya,” terangnya.

Kapolsek Kota pun menghimbau, kepada masyarakat yang bertempat tinggal di pinggir sungai untuk meningkatkan kewaspadaannya. Mengingat kondisi masih hujan seperti saat ini.

“Kalau ada rumah lain yang lebih aman, lebih baik pindah dulu. Takut kalau malam-malam tiba-tiba air datang lagi,” tegas Iptu Subkhan. (YM/YM)

No More Posts Available.

No more pages to load.