Tidak Terpengaruh Pandemi, Produksi Kue Keranjang Tahun Ini Capai 1 Ton Lebih

oleh -1,079 kali dibaca

Kudus, isknews.com – Tidak terpengaruh masa pandemi covid-19, produksi kue keranjang tahun ini tidak mengalami penurunan. Sama seperti tahun sebelumnya, produksi makanan khas umat Tionghoa ini mencapai 1 ton lebih.

Momen Imlek seakan tidak lengkap rasanya jika tidak ada kehadiran kue keranjang. Meski kondisi pandemi, hal ini tidak berpengaruh terhadap minat warga merayakan Imlek dengan bagi-bagi kue keranjang.

Setiap menjelanh perayan tahun baru cina ini, kue keranjang selalu dibanjiri pesanan. Seperti salah satu perajin kue keranjang milik Trisnawati di Desa Panjunan, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus.

Winarti mengungkapkan bahwa sebulan menjelang Imlek dan sebulan setelah perayaan Imlek, kue keranjang sudah mulai dibanjiri pesanan.

“Kalau pas rame-ramenya itu setengah bulan menjelang Imlek,” katanya, Jumat (28/01/2022).

Untuk membuat kue keranjang sendiri membutuhkan waktu yang cukup lama. Setelah membuat adonan dari tepung ketan dan gula, kemudian dicetak dan dikukus hingga 8 jam lamanya.

Mulanya, kue keranjang dicetak dengan menggunakan anyaman bambu berbentuk keranjang. Akan tetapi, kini mencetak kue keranjanh bisa menggunakan cetakan dari bahan alumunium.

“Kalau ukurannya ada yang 100 gram, 250 gram, 400 gram, 500 gram, dengan varian rasa framboz, pandan, vanila, cokelat, dan durian,” paparnya.

Diminati karena kualitasnya yang baik, Trisnawati kerap kebanjiran pesanan dari berbagi daerah di Pulau Jawa. Satu kilo kue keranjang dipatok seharga Rp 40 ribu dengan berbagai pilihan rasa.

Lebih lanjut, Trisnawati menuturkan bahwa kue keranjang yang identik sebagai jajanan khas di moment Imlek, memiliki makna untuk mempererat tali persaudaraan. Makna ini disimbolkan dari teksturnya yang lengket serta rasanya yang manis.

Salah satu pembeli, Winarti, mengaku tiap tahun selalu membeli kue keranjang di toko milik Trisnawati. Mendekati perayaan tahun baru cina ini, dia selalu melewatkan momen berbagi kue keranjang kepada keluarga, kerabat, dan teman – temannya.

“Tiap tahun beli di sini, ini (kue keranjang) mau dibagikan ke keluarga sama teman-teman,” katanya. (MY/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.