Tujuh Kecamatan Diminta Siaga Hadapi Bencana Banjir dan Tanah Longsor

oleh -158 views
Ilustrasi sejumlah relawan saat evakuasi warga korban banjir di Kudus (Foto: istimewa)

Kudus, isknews.com – Sejumlah wilayah di Kabupaten Kudus menjadi daerah yang rawan terjadi banjir dan tanah longsor. Bahkan banjir sudah menggenangi enam belas desa di tiga kecamatan.

Pelaksana tugas (Plt) Bupati Kudus HM Hartopo menyatakan bahwa pihaknya telah meminta tujuh kecamatan untuk bersiaga menghadapi bencana banjir dan tanah longsor. Seluruh camat di wilayah tersebut diminta untuk bersiaga menghadapi bencana tersebut.

“Kesiapan bencana banjir saat ini memang perlu dipersiapkan semua, karena kondisi banjir saat ini sudah makin meluap dan parah, kita sudah kondisikan untuk tujuh kecamatan kecuali kecamatan kota dan bae untuk mengantisipasi banjir dan tanah longsor” ucap Hartopo.

Seluruh tempat yang rawan terjadi banjir diminta segera mengkondisikan wilayahnya. Warga yang rumahnya rawan bencana juga dihimbau untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman terlebih dahulu.

“Sudah saya suruh menyiapkan semuanya dan menghimbau di wilayah utara seperti dawe dan gebog supaya menyiapkan tempat pengungsian untuk warga yang rumahnya rawan longsor, atau bisa mengungsi ke rumah saudara yang lebih aman” tuturnya, Rabu (10/02/2021).

Pihaknya terus mengingatkan seluruh camat yang ada untuk menyiapkan posko pengungsian, terutama bagi yang wilayahnya rawan bencana. Karena saat ini kecamatan diminta fokus untuk bersiaga dan menangani bencana. “Semua saya ingatkan terus, sering saya whatsapp semua untuk pengkondisian yang rawan bencana terkait tempat pengungsian dan logistik harus siap semua” tuturnya.

Pihaknya juga sudah menerima laporan dari beberapa warga, supaya wilayah yang rawan bencana banjir dan longsor bisa di antisipasi karena membahayakan. Dinas PUPR juga diminta untuk maksimal dalam penggunaan anggaran sehingga kondisi rawan bencana seperti ini bisa dipertanggung jawabkan. Karena perlu ada belanja rutin untuk perawatan dan perbaikan untuk mengantisipasi bencana dan kerusakan infrastruktur.

“Banyak jalan yang rusak karena banjir, sebelum dibantu oleh pemerintah provinsi, kita bisa membantu menangani terlebih dahulu supaya tidak membahayakan masyarakat” ucapnya.

Ia juga sudah menyampaikan kepada Gubernur Jawa Tengah untuk membantu menambah ketersediaan pompa folder untuk menangani banjir supaya bisa lebih cepat penanganannya. “Kita ada tiga pompa tapi yang aktif hanya dua, yang satu masih diperbaiki tapi belum jadi, dan disini standarnya perlu empat sampai lima pompa dengan kecepatan tinggi supaya penanganan banjor bisa lebih cepat” paparnya. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :