Tunggu Lampu Hijau Disdikpora, SMPN 1 Kudus Nyatakan Siap Gelar PTS Tatap Muka

oleh -59 Dilihat

Kudus, isknews.com – Diberikannya lampu hijau oleh Plt Bupati Kudus untuk sekolah melaksanakan penilaian tengah semester (PTS) yang akan digelar pada pertengahan September 2020 dengan tatap muka di sekolah meski tetap dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Kepala Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Kudus, Ahadi Setiawan menyampaikan jika pihaknya saat ini tengah mempersiapkan pelaksanaan rencana penilaian tengah semester (PTS) yang di jadwalkan sesuai dengan Kalender Akademik 2020.

“Ya kami sudah mendengar ada lampu hijau khusus untuk kegiatan PTS boleh dengan tatap muka,” kataWawan, sapaan karib Ahadi Setiawan, Kamis (03/09/2020).

Menurutnya pihaknya saat ini telah mempersiapkan segala sesuatunya jika nanti akan diselenggarakan secara tatap muka. Jika pelaksanaan dipastikan tes akan memakan waktu lebih lama.

Kepala Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Kudus, Ahadi Setiawan saat meperlihatkan protokol kesehatan saat siswanya sedang mengambil bahan ajar (Foto: YM)

“Pasalnya, siswa yang masuk akan dibuat bergantian. Karena posisi duduknya akan tetap menerapkan physical distance dan digilir secara bergantian,” terang dia.

Kalau keadaan normal kata dia, kita bisa melaksanakan PTS itu dalam satu pekan saja dan bisa mengcover kelas VII, VIII, dan IX. Namun keadaan Covid ini rencana kami nanti dilakukan dalam waktu tiga pekan,” papar Wawan,

Mengacu pada kalender Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kudus, PTS sejatinya akan dimulai pada 14 September 2020 mendatang. Namun demikian, terkait pelaksanaan teknisnya pihaknya masih menunggu instruksi dari Disdikpora Kabupaten Kudus.

“Sudah kami sosialisasikan ke siswa, yaitu tanggal 14 September nanti. Namun pelaksanaan teknisnya seperti apa kita belum sampaikan ke siswa, nunggu arahan dari Dinas Pendidikan,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Wawan juga memegaskan jika sebelum atau setelah pelaksanaan PTS, tiap harinya kelas akan disemprot menggunakan disinfektan. Hal itu demi memberikan kenyamanan pada siswa maupun orang tua, bahwa sekolah sudah dalam kondisi steril.

“Setiap hari ruang kelas akan kami semprot disinfektan, baik sesudah maupun sebelum digunakan, agar tetap steril. Durasi istirahat siswa juga akan kami batasi. Usai PTS siswa akan langsung pulang ke rumah masing-masing,” imbuhnya.

Tak hanya itu, pihaknya juga telah menyediakan sarana protokol kesehatan seperti tempat cuci tangan dan satgas untuk mengecek suhu dan memantau para siswa saat berada disekolah.

“Para siswa juga wajib membawa masker, face shield dan handsanitizer. Untuk mengantisipasi agar saat mereka bisa menggunakan sewaktu-waktu jika dibutuhkan,” tandasnya.(YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.