Kudus, isknews.com – Kudus hari ini menjadi salah satu kabupaten yang dilakukan uji coba dan mitigasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dilaksanakan di 316 sekolah di enam kota dan satu kabupaten. Program ini mencakup 134.959 siswa dari tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) sederajat.
Sekretaris Tim V Pelaksana Uji Coba Makan Bergizi Gratis Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres), Nevy Dwi Soesanto, mengungkapkan bahwa uji coba ini bertujuan tidak hanya memberikan asupan makan bergizi kepada siswa, tetapi juga mendukung pencapaian Indonesia Emas 2045.
Dalam acara ceremony mitigasi dan uji coba program MBG di aula MTs Negeri 1 Kudus, Nevy menyampaikan bahwa melalui uji coba ini, diharapkan ada temuan yang bisa menjadi bahan evaluasi agar pelaksanaan pada tahun 2025 dapat berjalan lebih baik tanpa permasalahan, Rabu (12/10/2024).
Dari enam kota yang menjadi tempat uji coba, ada Kota Surakarta, Salatiga, dan Kabupaten Kudus, yang melaksanakan uji coba di empat sekolah, yaitu MTs Negeri 1 Kudus, SMP 1 Gebog, SD 2 Wergu Wetan, dan SDIT Umar Bin Khathab.
Nevy menjelaskan, salah satu tantangan yang harus diantisipasi adalah kebersihan dapur pemilik usaha katering untuk menghindari kemungkinan kontaminasi makanan yang dapat berdampak negatif pada siswa, seperti diare.
“Kami maklumi, ini merupakan pengalaman baru karena harus menyiapkan makanan dalam jumlah ribuan dalam sehari. Hasil uji coba di Kudus sejak 30 September 2024 hingga sekarang memang belum mendapatkan permasalahan,” ujarnya.

Sementara itu, Penjabat Bupati Kudus M Hasan Chabibie mengungkapkan bahwa dalam uji coba MBG ini, program didukung APBD Kudus sebesar Rp147 juta serta dukungan dari perusahaan-perusahaan di Kudus melalui program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (Corporate Social Responsibility/CSR).
“Hasil kerja bareng dengan perusahaan di Kudus, sejak Senin (30/9) telah menyediakan 2.599 paket makanan untuk didistribusikan ke empat sekolah,” ujarnya.
Untuk pelaksanaan tahun 2025, Pemkab Kudus juga sudah menyiapkan data jumlah siswa tingkat SD dan SMP sederajat di Kabupaten Kudus. Penjabat Bupati menyatakan bahwa nantinya akan dikoordinasikan dengan pusat karena akan berdampak pada kalkulasi anggaran dari pemerintah pusat.
Chabibie menyoroti tiga poin penting yang menjadi kunci sukses pelaksanaan uji coba program Makan Bergizi Gratis. Pertama, memastikan jumlah siswa sasaran dari program MBG, baik di jenjang SD atau Madrasah Ibtidaiyah (MI) maupun SMP atau Madrasah Tsanawiyah (MTs). Kedua, melakukan koordinasi intensif dengan stakeholder terkait, termasuk CSR dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) katering dalam pengadaan menu makanannya.
“Karena program ini skalanya luar biasa, menyasar ribuan siswa, jadi kolaborasi itu sangat penting untuk kesuksesan kegiatan. Kita baru uji coba saja, persiapannya sudah luar biasa, apalagi nanti pas pelaksanaan di tahun 2025,” tuturnya.
Ketiga, monitoring dan evaluasi secara berkala untuk memastikan bahwa kegiatan telah berjalan maksimal, termasuk menampung keluhan untuk kemudian diperbaiki.
Sementara itu, Nevy Dwi juga mencatat bahwa terdapat banyak hal menarik dalam pelaksanaan uji coba MBG di Kudus.
“Kami mencatat banyak hal yang menarik di Kudus ini, seperti melibatkan kantin dan pelaku UMKM. Selain itu, pengolahan limbah organik juga akan bekerjasama dengan satu perusahaan di Kudus,” katanya.
Antusiasme para siswa juga terlihat, dengan mereka menyatakan senang terhadap program unggulan dari Presiden dan Wakil Presiden Terpilih, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.
“Bahkan saya tanyakan kepada siswa, selama ini uang saku Rp20 ribu digunakan untuk makan siang, dengan adanya program ini uangnya bisa ditabung,” ungkap Nevy.
Dengan semangat dan dukungan yang kuat dari berbagai pihak, diharapkan program Makan Bergizi Gratis ini dapat sukses dan memberikan manfaat yang signifikan bagi kesehatan dan pendidikan siswa di Kabupaten Kudus. (YM/YM)












