Update Covid 19 Kudus, ODP 84 Orang, PDP 13 Orang, 3 Dirawat di RS ‘Aisyiyah, 2 di RS Mardi Rahayu

oleh

Kudus, isknews.com – Juru bicara Gugus Tugas Covid 19 Kabupaten Kudus dr. Andini Aridewi dalam jumpa pers yang digelar di ruang Pringgitan Pendopo Kabupaten Kudus kepada sejumlah awak media menjelaskan, terkait update laporan penyebaran Covid 19 yang diterimanya hingga hari ini pukul 09. 00 pagi, jumlah Orang Dalam Pengawasan (ODP) yang ada di wilayah Kabupaten Kudus sebanyak 84 orang, Pasien Dalam Pengawasan (PDP) ada sebanyak 13 orang.

Dikatakannya, untuk data ODP saat ini sebanyak 84 orang yang terdiri dari dalam wilayah sebanyak 48 orang dan dari luar wilayah 36 orang. Sementara untuk PDP yang dirawat, dari dalam wilayah sebanyak 7 orang dan dari luar wilayah 6 orang.

Juru bicara Gugus Tugas Covid 19 Kabupaten Kudus dr. Andini Aridewi (Foto: YM)

“Dari dalam wilayah, 4 orang PDP dirawat di RSUD dr. Loekmonohadi Kudus dan 3 pasien lainnya dirawat di ruang isolasi khusus RS. Aisyiyah Kudus. PDP yang dari luar wilayah, 4 pasien dirawat di RSUD dr.Loekmonohadi, serta 2 pasien lainnya dirawat di RS. Mardi Rahayu Kudus,” jelasnya.

TRENDING :  Nekad Beroperasi Saat Kebijakan Physical Distancing, 2 Cafe Karaoke Di Kudus Disegel Satpol PP

Untuk pasien dalam pengawasan (PDP) luar wilayah yang dirujuk ke rumah sakit di Kudus kata dr. Andini, berasal dari Kabupaten Jepara, Demak dan Grobogan. Selain itu lanjut dr. Andini, seluruh rumah sakit yang ada di Kudus juga diinstruksikan untuk bisa memberikan pelayanan  terkait kasus covid-19 ini sebagai rumah sakit rujukan lini kedua.

“Seluruh fasilitas layanan kesehatan sampai ditingkat puskesmas diwajibkan untuk bersinergi bersama dan selalu siap memberikan pelayanan penaganan terkait kondisi covid-19 tersebut,” ujar dia.

Saat ini pihaknya masih terus menyosialisasikan terkait penerapan sistem social distancing (menjaga jarak sosial) keseluruh masyarakat serta dilakukan monitoring terkait sistem itu.

“Semua kegiatan yang berpotensi melibatkan masa banyak agar ditunda atau dibatalkan hingga waktu yang belum ditentukan,” katanya.

TRENDING :  Cegah Covid 19 di Hotel Hotel, Tamu dan Karyawan Harus Lalui Pemeriksaaan Pindai Suhu
Ruang Isolasi Khusus Covid 19 RS ‘Aisyiyah dengan 6 bed yang kini telah merawat PDP 3 orang (Foto: istimewa)

Andini juga berharap masyarakat untuk bisa mengerti tentang status ODP yang mungkin menimpa warga atau tetangga mereka.

“Harus saling menjaga karena yang bersangkutan sedang melakukan isolasi mandiri, dan memberikan kesempata mereka untuk merecovery diri. Masyarakat untuk tidak panik terkait jumlah Orang Dalam Pengawasan (ODP) di Kudus sebab semuanya dalam kondisi sehat,” kata dia.

Seperti diketahui Orang Dalam Pengawasan (ODP) adalah masyarakat yang belum menunjukkan gejala COVID-19, namun memiliki riwayat behubungan atau perjalanan disuatu tempat yang terkonfirmasi COVID-19.

Sementara itu Direktur RSU Aisyiah Kudus, dr. Hilal Ariyadi membenarkan bahwa Minggu malam (22/03/ 2020) rumah sakitnya menerima tiga pasien dalam pengawasan (PDP).

“Mereka masuk pada pukul 18.30, 21.00 dan pukul 22.00. ketiga pasien tersebut kata dr. Hilal, adalah merupakan PDP dan semuanya merupakan warga Kudus,” ujar Hilal saat ditemui usai rakor yang sama.

TRENDING :  Gerak Pencegahan Virus Corona Oleh Satgas TMMD Kodim 0722 Kudus

Menurutnya pasien pertama adalah rujukan dari puskesmas Rejosari Dawe yang bekerja di transportasi asing, yang kedua dating mandiri bekerja di Surabaya serta pasien ketiga kuliah di Semarang.

“Hasil rontgen masih diobservasi. Sementara untuk sampel swab lendir dimulut belum dilakukan karena belum tersedianya  VTM dan sekarang masih menunggu bantuan dari pemerintah provinsi,” ujar dia.

RS ‘Aisyiyah saat ini menjadi rumah sakit rujukan lini ketiga setelah RSUD Loekmono Hadi dan RS Mardirahayu.  Namun menurutnya rumah sakitnya sudah menyiapkan ruang isolasi dengan 6 bed (tempat tidur).

Sama dengan rumah sakit yang lain, kendala yang terjadi di pihaknya adalah kurangnya alat pelindung diri (APD) bagi tim medis yang kini tinggal hanya memiliki 15 unit dan juga terbatasnya VTM (Virus Transport Medium). 

“Padahal paling tidak per hari dibutuhkan 6 APD yang langsung buang untuk sekali pakai. Kami berharap sangat berharap bantuan APD dapat segera diberikan karena perlindungan kesehatan tim medis kami juga sangat penting dan utama,” ujar Hilal. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :