Usulan Bangub Tak Berjalan Mulus, Tiga Proyek Besar di Kudus Gagal Digelar

oleh

Kudus, isknews.com – Usulan prioritas kegiatan pembangunan yang menjadi target Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kudus untuk mendapatkan bantuan keuangan APBD Jawa Tengah atau bantuan gubernur (bangub) tahun 2020, tak berjalan mulus.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Kudus Harry Wibowo (Foto: YM)

Dari 10 usulan kegiatan senilai total Rp 116 miliar, hanya dua yang masuk dokumen pelaksanaan anggaran (DPA) belanja tidak langsung pengelolaan keuangan daerah Provinsi Jawa Tengah.

Demikian diungkapkan Plt Kepala Dinas PUPR Kudus, Joko Mukti Harso melalui Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Harry Wibowo.

“Kedua kegiatan sarana dan prasarana yang sudah ada DPA-nya, yakni pembangunan jembatan Kandangmas- Cranggang Kecamatan Dawe, serta peningkatan jalan Tanjungrejo- Kandangmas (Jekulo) masing- masing senilai Rp 5 miliar,” terang Harry, Senin (10/02/2020).

TRENDING :  Bantu Petani, Rumah Pompa Diperasionalkan

Sedang usulan yang belum disetujui sehingga gagal dilaksanakan tahun ini, yaitu proyek peningkatan jalan Turus- Sekandang (Jekulo), R Agil Kusumadya- Mijen (Jati), Colo- Dukuh Waringin, Dukuh Waringin-Tergo, serta revitalisasi Pasar Baru Kecamatan Kota.

Tiga kegiatan lain dengan alokasi dana besar juga belum bisa dibangun tahun 2020 ini. Kegiatan tersebut yaitu, pembangunan jembatan Karangsambung Kecamatan Bae, proyek drainase sepanjang 1.900 meter dan trotoar lebar dua meter kanan kiri (city walk) di Jalan Lingkar Panjang (Bae) masing- masing senilai Rp 30 miliar.

Berikutnya pembangunan jembatan Cranggang Wetan- Tergo Kecamatan Dawe sebesar Rp 20 miliar.

“Pembangunan jembatan Karangsambung sudah tiga kali ini kami usulkan
mendapatkan dana bangub, tetapi hingga sekarang belum disetujui,”
ungkap Harry, Senin (10/02/2020).

TRENDING :  Jelang Arus Mudik Dan Balik 2017, Infrastruktur Perhubungan Kudus Siap

Jembatan Karangsambung menjadi sarana vital penghubung ruas jalan
Kecamatan Gebog dan Bae. Lebar jalan yang sempit 2,5 meter dengan
panjang 60 meter, diusulkan diperlebar menjadi 9 meter dengan panjang
tetap 60 meter.

Tahun ini, Dinas PUPR telah mengalokasi kegiatan pembangunan di luar dana bangub dengan sumber pembiayaan dari Dana Alokasi Khusus (DAK), APBD murni dan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) sebesar Rp 66,48 miliar. Kegiatan yang sudah tercantum dalam DPA 88 paket, alokasi terbesar untuk perbaikan infrastruktur jalan dan jembatan.

Harry mengakui, proyek infrastruktur jalan dan jembatan masih menjadi prioritas utama kegiatan Dinas PUPR) Kudus tahun anggaran 2020. Tahun lalu, Dinas PUPR melaksanakan 271 paket kegiatan senilai Rp 175,43 miliar.

TRENDING :  LSM Wisanggeni Soroti Pembangunan Sarpras Di Lingkungan Disdikpora Kudus

Sebanyak 188 paket dengan anggaran Rp 110,52 miliar ditangani Bidang Bina Marga. Target kegiatan yang belum tertangani tahun 2019, diusulkan tahun ini.

“Kami akan berusaha menyegerakan pelaksanaan pembangunan dengan
menggelar lelang lebih awal, serta meningkatkan pengawasan sehingga
bila diketahui ada kekurangan dapat segera dilakukan pembenahan,”
terangnya.

Plt Bupati Kudus HM Hartopo dalam setiap kesempatan juga meminta kepada seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) agar melaksanakan kegiatan lebih awal, transparan dan profesional. Kualitas spesifikasi hasil kegiatan tetap harus terjaga. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :