Kudus, isknews.com – Pemerintah Kabupaten Kudus mengintensifkan penambalan jalan rusak yang muncul akibat banjir dan cuaca ekstrem dalam beberapa hari terakhir. Langkah ini dilakukan sebagai upaya cepat pemulihan infrastruktur sekaligus menjaga keselamatan pengguna jalan di berbagai wilayah.
Bupati Kudus Sam’ani Intakoris menyampaikan, hasil pendataan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) mencatat sebanyak 3.570 titik jalan berlubang tersebar di seluruh Kabupaten Kudus.
“Kerusakan ini sebagian besar disebabkan banjir dan intensitas hujan yang tinggi. Dari total 3.570 titik, sekitar 1.500 titik sudah tertangani, sementara kurang lebih 2.000 titik masih dalam proses penanganan,” ujar Sam’ani didampingi Bellinda Birton saat meninjau langsung kegiatan perbaikan jalan, Senin (19/1/2026).
Dalam peninjauan tersebut, Bupati Kudus bersama Wakil Bupati Kudus turun langsung ke lapangan untuk memastikan penanganan dilakukan secara cepat dan merata, terutama pada ruas jalan yang padat aktivitas masyarakat.
Saat ini, sebanyak empat tim teknis diterjunkan secara bersamaan untuk melakukan penambalan di sejumlah titik. Pengerjaan dilakukan bergiliran menyesuaikan kondisi cuaca agar hasil perbaikan dapat bertahan lebih lama.
“Fokus utama kita adalah jalan kabupaten karena paling sering digunakan masyarakat. Untuk jalan provinsi dan nasional, kami sudah melakukan koordinasi dengan instansi berwenang,” jelasnya.
Penanganan jalan provinsi dilakukan melalui koordinasi dengan Dinas PUPR Provinsi Jawa Tengah, sedangkan ruas jalan nasional dikoordinasikan bersama Balai Jalan Nasional.
Sam’ani mengakui, faktor cuaca masih menjadi kendala utama dalam proses penambalan jalan. Kondisi hujan menyebabkan material aspal tidak dapat merekat secara sempurna.
“Kalau masih hujan, pengerjaan tidak bisa maksimal. Namun saat cuaca cerah, seluruh tim langsung bergerak agar penanganan bisa dipercepat,” ungkapnya.
Selain kerusakan jalan, banjir juga berdampak pada berbagai infrastruktur pendukung lainnya. Berdasarkan estimasi awal, nilai kerusakan infrastruktur di Kabupaten Kudus diperkirakan mendekati Rp250 miliar.
“Untuk kerusakan ringan dilakukan penanganan sementara, sedangkan kerusakan berat seperti tanggul dan parapet akan kita tindak lanjuti melalui koordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai,” terangnya.
Sementara itu, Dinas Pertanian dan Pangan masih melakukan pendataan terhadap lahan pertanian yang terdampak banjir dan potensi gagal panen. Data tersebut akan menjadi dasar pengajuan bantuan ke pemerintah pusat maupun provinsi.
“Sekitar 30 ribu hektare lahan terdampak, namun secara umum kondisi ini masih bisa dikendalikan karena ketersediaan cadangan pangan di Kudus dinilai aman,” pungkas Sam’ani. (AS/YM)










