Kudus, isknews.com – Talud pelindung di sekitar Jembatan Santri, Kelurahan Sunggingan, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus, yang ambles sempat menimbulkan kekhawatiran warga. Namun, pemerintah kelurahan memastikan bahwa struktur utama jembatan masih dalam kondisi aman dan dapat dilalui kendaraan.
Kerusakan tersebut diketahui terjadi sejak Minggu (11/1/2026). Amblesnya talud diduga kuat akibat derasnya arus Sungai Gelis saat hujan lebat mengguyur wilayah Kudus beberapa hari sebelumnya.
Lurah Sunggingan, Rikho Mahardika Gautama, menjelaskan bahwa bagian yang mengalami kerusakan bukan fondasi utama jembatan. Menurutnya, struktur yang ambles merupakan talud sungai di sisi luar yang berfungsi sebagai pelindung abrasi.
“Yang mengalami keretakan itu talud pelindung, bukan fondasi utama jembatan. Jadi secara struktur masih aman,” terangnya saat dikonfirmasi, Senin (19/1/2026).
Ia menyebutkan, ukuran talud yang ambles diperkirakan sekitar 1×2 meter persegi. Kerusakan tersebut terjadi karena material tanah tergerus aliran sungai yang meningkat drastis saat debit air naik.
Sementara itu, fondasi utama jembatan dipastikan tidak mengalami gangguan. Struktur jembatan ditanam dengan kedalaman lima meter dan diperkuat bore pile enam meter pada delapan titik, sehingga dinilai masih mampu menopang beban secara maksimal.
Pihak kelurahan juga telah melakukan pengecekan menggunakan waterpass untuk memastikan posisi jembatan tetap stabil. Dari hasil pemeriksaan, tidak ditemukan pergeseran maupun perubahan kemiringan struktur.
“Hasil pengecekan menunjukkan posisi jembatan masih lurus, tidak bergeser sedikit pun. Warga juga masih melintas seperti biasa dan tidak ada kendala,” jelasnya.
Saat ini, perbaikan talud yang ambles tengah ditangani oleh pihak rekanan karena masih masuk dalam masa pemeliharaan pascapembangunan. Warga sekitar turut bergotong royong membantu penanganan awal dengan menutup area terdampak.
Ke depan, pihak kelurahan berencana melakukan langkah antisipasi agar kejadian serupa tidak terulang. Koordinasi akan dilakukan dengan Dinas PUPR serta Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) untuk pembangunan tanggul tambahan di sekitar jembatan.
“Sementara ini kami bersama warga melakukan penanganan darurat dengan mengarungi sisa lumpur banjir dan memperkuat area yang terkikis,” pungkasnya.
Sebagai informasi, Jembatan Santri Sunggingan baru diresmikan oleh Bupati Kudus pada November 2025 lalu. Seluruh tanggung jawab teknis jembatan tersebut saat ini masih berada di bawah pengawasan rekanan hingga masa pemeliharaan berakhir. (AS/YM)









