Wiyono Dimosi Tidak Percaya, Andreas Nahkoda Baru KSPSI Kudus

oleh -509 kali dibaca

Kudus, isknews.com – Andreas Hua, aktifis serikat buruh yang sudah lama malang melintang di organisasi serikat buruh Kudus. Kini terpilih menjadi Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Kabupaten Kudus periode 2020-2025.

Andreas dipilih secara aklamasi oleh 46 peserta pemilik hak suara dalam Konferensi Cabang IX (Konfercab) Dipercepat DPC KSPSI setempat yang berlangsung di Arena Taman Sardi, Desa Kajar Kecamatan Dawe
Kudus, Sabtu (18/07/2020) sore.

Terpilihnya Andreas sesungguhnya sudah diprediksi sejak awal, setelah dia ditunjuk sebagai Koordinator KSPSI Kudus menggantikan Ketua DPC KSPSI sebelumnya Wiyono dengan akhir jabatan sebenarnya hingga Desember 2020.

Andreas Hua Ketua DPC KSPSI Kudus 2020-2025 (Foto: YM)

Istilah dipercepat dalam konferensi ini adalah akibat terjadinya kekosongan kepemimpinan akibat Wiyono yang saat itu menjabat ketua mendapat mosi tidak percaya lebih dari dua per tiga anggota KSPSI pada rapat 19 Februari 2020, dan diminta mundur karena dianilai telah melakukan pelanggaran AD/ART.

Wiyono telah bertindak melebihi kewenangan dengan membuat sejumlah surat pengaduan atas dugaan pelanggaran terhadap pekerja oleh sejumlah perusahaan di Kudus ke pengawas Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Jawa Tengah.

Surat pengaduan ditandatangani sendiri dengan mengatasnamakan Rapat pengurus KSPSI, tanpa berkoordinasi dengan PC FSPSI dan Serikat Pekerja Anggota (SPA) Pengurus Unit Kerja (PUK) yang ada di perusahaan.

“Kecurigaan terhadap Ketua DPC KSPSI sebelummya yang sering bertindak sendiri sebenarnya sudah tercium lama, tapi karena tidak ada bukti maka didiamkan saja. Tetapi. begitu ditemukan bukti pelanggaran, sebagian besar anggota KSPSI akhirnya mengajukan mosi tidak percaya,” ujar Sekretaris Panitia Konfercab IX Dipercepat KSPSI Kudus, Muh Makmun.

Sebanyak enam dari 12 PC FSPSI menggelar Konfercab IX Dipercepat untuk memilih Ketua DPC KSPSI baru. Hal itu sudah sesuai ketentuan AD/ART, dimana konfercab dipercepat (semacam konfercablub, red) dapat digelar jika dihadiri minimal empat PC FSPSI. Sedang dari 12 PC FSPSI tercatat, terdapat enam PC FSPSI yaitu PC RTMM, LEM, PPMI, SPTI, KAHUT aktif dan punya anggota, ditambah enam PUK Potensial sehingga sah menggelar konfercab.

“Secara legal formal memang hanya enam PC FSPSI yang surat keputusan (SK)-nya masih berlaku. Jadi Kontercab IX Dipercepat DPC KSPSI Kudus yang kami gelar ini sah sesuai AD/ART,” tegasnya.

Pada pemilihan Ketua DPC KSPSI Kudus dalam Konfercab IX Dipercepat tersebut, terdapat 12 nama yang diajukan enam PC FSPSI. D

Dua nama dengan suara terbanyak, yaitu Moh Makmun dan Andreas Hua kemudian ditarungkan. Makmun memilih mundur untuk melapangkan jalan Andreas Hua hingga terpilih secara aklamasi menjadi Ketua DPC KSPSI Kabupaten Kudus Periode 2020-2025.

Sedang dalam kepengurusan terbaru Moh Makmun menduduki jabatan sebagai Ketua Bidang Organisasi.

Ketua DPC KSPSI Kudus terpilih, Andreas Hua yang sebelumnya menjabat Wakil Ketua Bidang Organisasi, menyatakan terpilihnya dirinya untuk memimpin DPC KSPSI Kudus sudah sesuai AD/ART.

“Saya ingin jadikan KSPSI sebagai organisasi yang amanah bagi pekerja dan keluarganya, serta mendukung kelangsungan usaha khususnya di Kabupaten Kudus,” katanya kepada media ini. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.