Kudus, isknews.com – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) bekerjasama dengan SMK Raden Umar Said (RUS) Kudus menggelar pelatihan magang kepada 18 siswa dan empat guru SMK jurusan Animasi dari berbagai daerah Indonesia.
Latar belakang penyelenggaraan pelatihan ini adalah upaya antisipasi memenuhi permintaan tenaga ahli di berbagai sektor industri ekonomi kreatif sebagai dampak positif berkembang pesatnya Sektor kreatif di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir.
Program Associate Bakti Pendidikan Djarum Foundation, Galuh Paskamagma mengatakan, kegiatan magang dapat menjadi bekal untuk bersaing di dunia kerja. Harapannya para peserta dapat menerapkan ilmu dan pengalaman dari kegiatan magang di masing-masing SMK bersangkutan supaya dapat meningkatkan kualitas kelulusan.
“Kalau lulusannya bagus akan lebih mudah bersaing di dunia kerja,” ungkapnya, Jumat (01/04/2022).
Kegiatan magang dimulai sejak Februari 2022, dibuat dengan standar industri sehingga para peserta nantinya dapat menerapkan di SMK masing- masing. Dengan begitu akan banyak bermunculan tenaga ahli di bidang animasi berkualitas yang lahir dari SMK-SMK di Indonesia. Selain memperdalam animasi, para peserta magang juga mendapatkan kesempatan berproses pada bidang concept art, 3D modeling, motion graphic hingga UI/UX.
SMK RUS adalah salah satu SMK Pusat Keunggulan (SMK PK) binaan Djarum Foundation, merupakan program pengembangan SMK dengan tujuan untuk mengingkatkan kualitas dan kinerja. Peningkatan ini dapat dicapai dengan adanya kemitraan dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI). Menariknya, SMK RUS Kudus memiliki industri sendiri di SMK, dengan menerapkan sistem pembelajaran menyerupai industri profesional. Selain itu para pengajar di SMK RUS juga merupakan praktisi industri, sehingga dengan mudah menerapkan budaya-budaya industri di sekolah.
Hal inilah yang menjadi salah satu pertimbangan Kemendikbudristek dalam memilih SMK RUS sebagai tempat magang untuk guru dan siswa terpilih dari SMK seluruh Indonesia guna meningkatkan kompetensi yang dimiliki.
Kegiatan magang yang berlangsung dua bulan ini diharapkan mampu memberikan pengalaman bekerja layaknya berada di industri bagi siswa dan guru SMK jurusan Animasi dan Multimedia. Selain itu kegiatan magang ini diharapkan juga mampu meningkatkan keterampilan peserta dan menambah portofolio.
Adapun SMK yang terpilih mengikuti program magang di SMK RUS Kudus yaitu SMKN 1 Buer Sumbawa (NTB), SMKN 2 Garut (Jabar), SMKN 11 Semarang (Jateng), serta enam sekolah asal Jawa Timur (Jatim) yakni SMKN Darul Ulum Muncar Banyuwangi, SMKN 1 Cermee Bondowoso, SMKN 11 dan SMKN 4 Malang, SMKN 1 Dlanggu Mojokerto, dan SMKN 1 Boyolangu Tulungagung.
Selain meningkatkan hard skills, kegiatan magang ini bertujuan meningkatkan soft skills melalui pekerjaan yang diberikan.
Misalnya saat peserta magang harus mengerjakan pekerjaan dengan tenggat waktu sangat ketat, mereka dituntut bisa berkomunikasi dan berkolaborasi dengan berbagai divisi serta berfikir kritis dan kreatif agar dapat mengatasi kesulitan yang dihadapi saat menyelesaikan proyek tersebut. Pekerjaan yang diberikan adalah proyek nyata dari industri, sehingga para peserta magang tidak hanya sekedar ‘on the job training’ tetapi dapat merasakan budaya industri yang sesungguhnya.
Sebanyak 11 pengajar dari SMK RUS Kudus, menjadi tenaga pendamping yang bertanggung jawab meningkatkan keterampilan peserta agar memiliki keterampilan berstandar industri. “Proses peningkatan keterampilan dilakukan salah satunya dengan memberikan pekerjaan disertai tenggat waktu yang ketat, namun menghasilkan kualitas yang sama dengan standar industri,” tandas Galuh.
Meski terlihat sederhana, banyak peserta yang merasa ini sebuah tantangan besar bagi mereka. Hal ini dibenarkan Erwan Septiyono, salah satu peserta yang merupakan guru 3D modeling dari SMKN 1 Boyolangu Tulungagung. Dikatakan, bekerja dengan standar industri belum biasa dilakukan di SMK-nya, sehingga ini merupakan tantangan. “Ini cukup sulit karena kami belum terbiasa bekerja layaknya di industri. Tetapi kami yakin tantangan ini bisa dilewati,” ungkapnya.
Sedang siswa SMKN 4 Malang, Muhammad Rafli, mengaku sangat tersanjung karena bisa terpilih dalam kegiatan magang yang pendaftarnya dari seluruh Indonesia. Banyak sekali ilmu baru dan berbeda yang selama ini dipelajari di sekolahnya. Khususnya pada modeling yang sudah menggunakan software maya berstandar industri. Selain itu mendapat ilmu texturing serta rendering yang baik dan benar. Juga belajar tentang pipeline produksi animasi yang diterapkan di dunia industri. (YM/YM)










