90 Persen Siswa SMP di Kudus Berhasil Ikuti KBM Daring Hari Pertama

oleh -273 Dilihat

Kudus, isknews.com – Sejumlah sekolah di Kabupaten Kudus hari ini mulai menerapkan sistem Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dalam jaringan (Daring). Seperti yang dilakukan ratusan siswa SMPN 2 Kudus, Senin (20/07/2020).

Kepala SMPN 2 Kudus, Sujarwo menyebut hari pertama penerapan sistem KBM daring ini berjalan dengan baik. Terbukti dari antusiasme para siswa dalam menyimak berbagai pelajaran dari para guru.

“Sudah hadir di wall sekitar duaratusan lebih siswa di hari pertama kegiatan belajar mengajar dengan sistem daring ini atau sudah diikuti oleh sekitar 80 hingga 90 persen anak-anak,” ungkapnya saat meninjau ruang control room sekolahnya.

Dijelaskannya, pada minggu pertama ini semua kelas 7, 8 dan 9 paralel akan mengikuti giat pembelajaran yang bersamaan.

Sejumlah guru SMPN 2 Kudus saat menggelar Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dalam jaringan (Daring) di pusat ruang kontrol sekolah (Foto: YM)

“Semacam kuliah umum kalau di perguruan tinggi, Hari ini ada 3 mata pelajaran, Matematika, IPA dan bahasa Inggris, yang berlangsung dari pukul 07.30 hingga pukul 12.00,” jelas Sujarwo, Senin (20/07/2020).

Pihaknya dalam KBM daring ini menggunakan program Microsoft Office 365 dan Microsoft Teams, sejauh ini berjalan dengan baik. Ada memang menurutnya, sejumlah siswa yang kesulitan mengakses aplikasi daring ini dengan mendatangi sekolah, lalu pihaknya memandu anak-anak hingga berhasil mengakses aplikasi KBM tersebut.

Disinggung soal penyebab ketidak hadiran 10 persen siswa dalam daring ini, Sujarwo mengaku belum bisa memastikan penyebabnya.

“Karena ini baru uji coba dihari pertama. Mungkin kendala sinyal. Namun ada juga orang tua siswa yang mengaku bahwa anaknya belum memiliki gadged atau HP,” tuturnya.

Solusinya menurut dia, anak tersebut akan kita ajak di sekolah untuk mengikuti daring di sekolah dengan ruangan khusus.

“Karena jumlahnya tidak banyak dan sebagian besar warga yang tempat tinggalnya tak jauh dari sekolah,” ungkapnya.

Dia menambahkan, mengaku terdapat kekurangan dan kelebihan dalam sistem KBM yang baru ini. Pertama, kata dia melanjutkan, kelebihan dari sistem daring para orang tua murid dapat lebih terbuka kepada perkembangan teknologi.

“Untuk kurangnya jelas pembinaan tidak dapat maksimal karena tidak langsung bertemu dengan si anak,” imbuh dia.

Sementara itu Ahadi Setiawan, kepala SMP 1 Kudus ditempat terpisah mengatakan, hari ini ratusan siswanya juga sedang mengikuti KBM daring dengan materi Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang disiarkan secara live melalui youtube.

“Kami tidak ingin mendapatkan anak – anak didiknya hanya menjadi anak yang pintar dan hebat saja. Tetapi, juga bisa menjadikan anak – anak berkarakter. Untuk itu pendidikan karakter juga sangat penting bagi para pelajar,” kata Wawan, pangilan karib Ahadi Setiawan, Senin (20/07/2020).

Selain itu kata Ahadi Setiawan, dalam MPLS ini juga mereka diberikan materi tentang literasi. Yakni membaca merupakan bagian penting dalam pendidikan dan penambahan pengetahuan.

Dimateri literasi ini juga disampaikan bahwa pihak sekolah dengan perpustakaanya sudah menyiapkan banyak literasi yang bisa dibaca.

SMPN 1 Kudus dalam KBM daring ini menggunakan program aplikasi Google Class Room dan Google Meet memang dianggap murah dan tidak banyak menyedot quota internet siswa.

“Meski begitu, pihak sekolah melalui bagian kesiswaan juga sudah menyiapkan anggaran bagi para siswa yang kesulitan untuk pembelian quota internet mereka,” katanya.

Anggaran itu diambilkan dari dana BOS yang memang diperbolehkan untuk pembelian quota internet bagi para siswa selama pandemi Corona ini.

“Yang terpenting kata dia, siswa tidak terganggu dalam pembelajaran daring ini,” tandas Wawan. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.