Sumantri Ditemukan Meninggal Dunia, 70 Personel Gabungan Lakukan Evakuasi di Sungai Gelis

oleh -1649 Dilihat
Proses evakuasi korban oleh tim BPBD Kudus (Foto: Istimewa)

Kudus, isknews.com – Operasi pencarian korban laka air di Sungai Gelis akhirnya membuahkan hasil. Sumantri (53), warga Desa Jurang RT 01 RW 06 Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Kamis (19/2/2026) pukul 14.10 WIB.

Korban ditemukan sekitar 800 meter ke arah selatan dari titik awal dugaan tenggelam, tepatnya di sebelah selatan bawah Jembatan Plengkung. Proses evakuasi berlangsung cukup menantang karena medan di lokasi berupa tebing terjal dan arus sungai yang deras.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Kudus Eko Hari Djatmiko menyampaikan, pihaknya menerima laporan dugaan orang tenggelam pada Rabu (18/2/2026) petang dan langsung bergerak bersama unsur terkait.

Kami menerima laporan pada Rabu malam dan langsung berkoordinasi dengan unsur relawan serta tim gabungan untuk melakukan operasi pencarian. Mengingat kondisi arus Sungai Gelis cukup deras dan lokasi tebing yang terjal, pencarian dilakukan dengan penuh kehati-hatian sesuai prosedur keselamatan,” ujarnya.

Peristiwa bermula sekira pukul 17.50 WIB ketika tetangga korban, Joko (48), menemukan sepeda motor Yamaha Vega dengan TNKB K 4369 RT milik korban terparkir di tepi tebing Sungai Gelis menjelang magrib. Setelah itu, Joko mencari korban di ladang jagung yang berada di tepi sungai, namun tidak menemukan keberadaannya. Kejadian tersebut kemudian dilaporkan kepada perangkat desa dan pihak kepolisian.

Saat korban pergi ke ladang jagung, kondisi rumah dalam keadaan sepi karena istrinya, Lis Suryani, sedang menunggui anaknya yang sakit di rumah sakit. Pihak keluarga juga telah menghubungi sejumlah kerabat, namun korban tidak berada di kediaman saudara.

Sekira pukul 21.00 WIB, tim gabungan SAR yang terdiri dari BPBD Kudus, organisasi yang tergabung dalam Forum Relawan Penanggulangan Bencana (FRPB) Kudus, LPBI NU, MDMC, MED-A, BKPB PP, warga sekitar, serta Polsek Gebog menuju lokasi untuk melakukan penyisiran di titik terakhir korban beraktivitas. Namun karena kondisi arus sungai deras, cuaca tidak mendukung, dan lokasi gelap, operasi SAR gabungan dihentikan sementara pada pukul 23.20 WIB dan dilanjutkan kembali pada Kamis (19/2/2026) pukul 08.00 WIB.

Pada hari kedua operasi, sebanyak 70 personel SAR gabungan yang terdiri dari BASARNAS, unsur FRPB Kudus, MDMC, BAGANA, LPBI NU, MED-A, BKPB PP, warga sekitar, Polsek Gebog, Polres Kudus K-9, serta TNI mengikuti apel dan briefing yang dipimpin Komandan Basarnas Kantor Jepara, Mohammad Ali Ushman. Tim dibagi menjadi dua, yakni tim darat dan tim air.

Tim air yang berjumlah sembilan orang melakukan penyisiran menggunakan metode mountaineering/vertical rescue. Namun pada pukul 10.25 WIB evakuasi sempat dihentikan sementara karena arus sungai yang deras serta kedalaman sungai mencapai 2 hingga 5 meter. Tim darat melakukan penyisiran sejauh kurang lebih 500 meter dengan berjalan kaki, namun hasilnya masih nihil. Setelah evaluasi dan istirahat hingga selepas dzuhur, operasi kembali dilanjutkan pukul 13.15 WIB.

Sekira pukul 14.10 WIB, korban akhirnya ditemukan sekitar 800 meter ke arah selatan dari titik awal, tepatnya di bawah sisi selatan Jembatan Plengkung. “Korban ditemukan sekitar 800 meter dari titik awal. Proses evakuasi dilakukan dengan metode vertical rescue karena medan yang curam dan sulit dijangkau. Jenazah berhasil dievakuasi pada pukul 15.40 WIB,” jelas Eko.

Dari hasil pemeriksaan awal di lokasi, korban mengalami luka pada bagian kepala depan samping kiri serta pada bagian bibir yang diduga akibat benturan saat terbawa arus. Jenazah kemudian diberangkatkan ke rumah duka dan tiba pada pukul 16.02 WIB.

Petugas yang terlibat dalam operasi ini antara lain Polsek Gebog, Koramil Gebog, FRPB, MED-A, MDMC, LPBI NU, BAGANA, BKPB PP serta warga sekitar, dengan dukungan unit operasional berupa sepeda motor, mobil operasional, serta peralatan pendukung evakuasi.

Kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh unsur yang terlibat, baik dari Basarnas, TNI-Polri, relawan maupun masyarakat sekitar yang telah membantu proses pencarian hingga evakuasi berjalan aman dan lancar. Kami juga mengimbau masyarakat agar selalu berhati-hati saat beraktivitas di sekitar aliran sungai, terutama saat kondisi arus deras,” pungkas Eko.

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.