Agus Kurniawan Tegaskan Komitmen KNPI Kudus: Program Harus Berdampak Dominan dan Berefek Domino

oleh -81 Dilihat
Ketua terpilih DPD KNPI Kabupaten Kudus periode 2026–2029, Agus Kurniawan (Foto: YM)

KUDUS, ISKNEWS.COM – Ketua terpilih DPD KNPI Kabupaten Kudus periode 2026–2029, Agus Kurniawan, menegaskan komitmennya menghadirkan program kepemudaan yang berkelanjutan, berdampak nyata, dan dikelola secara transparan. Ia ingin KNPI tidak sekadar menggelar kegiatan seremonial, tetapi mampu mendorong pemuda berkembang, meningkatkan kapasitas, dan mandiri.

Komitmen tersebut disampaikan Agus usai dilantik sebagai Ketua DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Kudus di Hotel @Hom Kudus, Selasa (27/10/2026). Dalam kepemimpinannya, ia juga menekankan pentingnya kolaborasi ant organisasi kepemudaan (OKP) serta keterbukaan dalam pengelolaan organisasi, termasuk apabila menerima dana hibah pemerintah.

“Visi-visi KNPI tentunya terkait dengan sustainability kegiatan atau kegiatan yang berkelanjutan. Bukan hanya terkait seremonial,” ujar Agus.

Menurutnya, program KNPI harus memiliki efek berantai sehingga manfaatnya tidak berhenti ketika kegiatan selesai. Karena itu, ia ingin setiap program dirancang agar mampu mendorong aktivitas lanjutan dan memberikan dampak yang lebih luas bagi pemuda maupun masyarakat.

“Jadi KNPI Kudus akan melaksanakan kegiatan-kegiatan yang efeknya itu dominan, domino. Bukan hanya seremoni,” katanya.

Agus mencontohkan, kegiatan pelatihan perlu disertai pendampingan agar peserta dapat mengembangkan keterampilan yang diperoleh. Alumni pelatihan akan ditindaklanjuti sehingga memiliki minat dan kemampuan untuk terus mengembangkan diri.

“Nah, alumni dari pelatihan itu akan kita follow up terus sampai mereka punya minat dan punya kemampuan. Kegiatan-kegiatan lain, seperti senam, juga akan kita buat berkelanjutan,” jelasnya.

Selain keberlanjutan program, Agus menempatkan transparansi dan akuntabilitas sebagai prinsip penting dalam kepengurusan KNPI Kudus. Ia menyadari pengelolaan organisasi, terutama terkait anggaran, harus dilakukan secara terbuka agar kepercayaan pengurus dan anggota tetap terjaga.

“Kalau di periode yang sebelumnya kan tanda kutip ya menerima dana hibah dan jadi sorotan. Ke depannya, KNPI di periode ini akuntabilitas dan kredibilitas kita sudah kita susun dari awal,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, keterbukaan akan diterapkan sejak penyusunan kepengurusan. Para pengurus diberi ruang untuk mengetahui proses organisasi sekaligus menyampaikan minat terhadap bidang yang ingin mereka jalankan, termasuk bidang keuangan.

“Contohnya dari SK saja, penyusunan pengurus saya share di grup. Monggo yang berminat di bidang-bidang ini, apalagi keuangan, tentunya kita langsung share-share di grup,” katanya.

Agus menegaskan, apabila KNPI menerima dana hibah dari pemerintah, informasi mengenai pengelolaan dan pelaksanaan kegiatannya harus terbuka bagi seluruh pengurus dan OKP. Ia ingin kegiatan dapat dijalankan bersama sehingga tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.

“Ketika ada dana hibah dari pemerintah, yang paling utama adalah keterbukaan. Kita akan terbuka dengan semua pengurus, semua OKP untuk melaksanakan kegiatan bersama supaya tidak ada masalah ke depannya,” tegasnya.

Dalam menjalankan program, Agus juga menilai KNPI harus mampu menyesuaikan diri dengan tantangan setiap generasi, termasuk perkembangan teknologi. Menurutnya, pemuda perlu mendapatkan edukasi dan ruang untuk berkembang sesuai dengan perubahan zaman.

“Setiap generasi itu tantangannya berbeda. Tentunya kita akan mengikuti perkembangan zaman teknologi untuk berkembang dan menjalankan visi-visi tadi dari KNPI supaya sesuai dengan zaman kita,” tuturnya.

Ia menambahkan, pendekatan terhadap generasi muda seharusnya dilakukan melalui edukasi dan kolaborasi, bukan dengan menyalahkan perbedaan karakter antargenerasi.

“Tidak melulu menyalahkan generasi-generasi seperti ini, tinggal kita mengedukasi mereka supaya bisa bergerak dan maju bersama,” imbuh Agus.

Sebagai ketua terpilih, Agus akan menjadi nahkoda bagi 35 organisasi kepemudaan (OKP) yang tercatat tergabung dalam KNPI Kudus. Ia berharap keberagaman organisasi tersebut menjadi kekuatan untuk membangun sinergi, menyatukan potensi pemuda, dan menjalankan program yang bermanfaat bagi masyarakat. Sementara itu, Pemuda Pancasila tidak lagi tercatat dalam struktur OKP yang tergabung di KNPI Kudus karena telah menjadi organisasi kemasyarakatan (ormas).

Pelantikan pengurus DPD KNPI Kudus periode 2026–2029 tersebut diawali dengan forum diskusi kelompok terarah (focus group discussion/FGD) bersama Kapolres Kudus dan sejumlah OKP. Melalui kepengurusan baru ini, Agus berharap KNPI menjadi wadah kepemudaan yang adaptif terhadap perkembangan zaman, terbuka dalam pengelolaan organisasi, dan konsisten menghadirkan program yang berkelanjutan serta berdampak nyata.

No More Posts Available.

No more pages to load.