Kudus, isknews.com – Ahli digital forensik asal Kudus yang kini menjadi akademisi Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang, Solichul Huda ikut menyoroti terkait carut-marutnya pelaksanaan Computer Assisted Test (CAT) pada seleksi perades di Kudus. Dirinya bahkan menyebut bahwa hasil nilai ujian yang tidak real time pada tes yang digelar oleh pihak Unpad memperlihatkan ada keanehan.
Sebagai ahli digital forensik yang telah banyak memecahkan permasalahan IT sejak 2017, Solichul memandang bahwa hal itu sebagai kejanggalan sehingga berdampak pad timbulnya polemik dan kegaduhan yang terjadi pada tes perades di Kudus.
“Bahkan nilai yang dikirim lewat whatapps itu kan artinya sudah terlepas dari sistem CAT, dan berubah-ubah hingga tiga kali. Ini kan sesuatu yang tidak wajar. Kalau di uji forensik nanti akan diketahui, ada perubahan nilai mulai dari sebelum ujian, setelah ujian, sampai perubahan nilai di malam hari itu,” terang pengajar mata kuliah digital forensic, pada Pasca Sarjana Undip tersebut.
Huda yang juga Konsultan cyber crime dan UU ITE menambahkan, apabila nanti memang diperlukan dan disepakati untuk dilakukan tes ulang, maka dirinya mengusulkan kepada panitia untuk merekrut Auditor IT. Hal ini dimaksudkan untuk mengawal pelaksanaan tes perades mulai dari awal sampai akhir ujian, hingga hasil diumumkan.
“Jadi seleksi seberapa pun pesertanya, auditor IT itu akan ngecek. Nilainya itu betul-betul nol atau tidak. Jadi semua niai harus nol sebelum dilaksanakan ujian,” lanjutnya.
Kemudian, lanjut Solichul, setelah ujian berakhir nanti akan diberikan waktu sekitar 10 menit untuk Auditor IT ini mengecek hasil dari para peserta. Auditor IT akan masuk dalam sistem untuk mengecek hasil ujian memang benar-benar real atau ada setingan untuk curang.
“Jadi seperti itu, ini (tes) diulang boleh, silahkan, tapi harus ada Auditor IT,” tandasnya.
Sementara itu pada hari sebelumnya, pihak Unpad sempat menantang jika ada pihak yang ingin menguji forensik atas pelaksanaan ujian tersebut.
Perwakilan Pusat Studi Administrasi dan Kebijakan Publik Unpad, Ramadhan Pancasilawan mengatakan pihak Unpad sangat siap jika nanti ada uji forensik atas pelaksanaan ujian.
“Pihak kami mempersilahkan pihak-pihak berwenang untuk memeriksa hasil seleksi kami dan bagaimana server kami,”tandas Ramadhan saat ditemui awak media di sela-sela ujian ulang formasi Sekdes Desa Rejosari, Selasa (21/02/2023).
“Kalau ada kecurangan, silahkan saja dibuktikan,”tandasnya.
Ramadhan juga membantah tudingan adanya pengkondisian dalam proses seleksi Perangkat Desa di Kudus.
Meski demikian, pihaknya mengakui adanya keterlambatan pengumuman skor serta perubahan pengumuman. (YM/YM)










