Aksi Aliansi Mahasiswa Kudus sebut Negeri Ini Sedang Tidak Baik Baik Saja

oleh -246 kali dibaca
Ratusan mahasiswa dari aliansi mahasiswa Kudus menggugat (AMUK) saat berdemo dan menggelar puluhan spanduk didepan kantor Bupati Kudus (Foto: YM)

Kudus, isknews.com – Aksi demo Mahasiswa yang diikuti sejumlah elemen mahasiswa menuntut berbagai isu yang dianggapnya membebani rakyat akhirnya digelar di Kudus. Aliansi Mahasiswa dari berbagai kampus yang menamakan dirinya Aliansi Mahasiswa Menggugat (AMUG), memadati Alun-Alun Simpang 7 Kabupaten Kudus, tepatnya di depan Kantor Bupati Selasa (12/04/2022).

Disamping orasi, para mahasiswa juga membentangkan puluhan poster kekecewaan. Aksi yang diikuti oleh BEM UMK, DEMA IAIN Kudus, UMKU, HMI, IMM dan PMII serta elemen mahasiswa yang lain dalam orasinya meneriakkan bahwa,  Indonesia sedang tidak baik-baik saja.

Sementara sejumlah spanduk diantaranya bertuliskan kalimat, “Awas Tangan Dingin Oligarki”, “Lawan Oligarki Otoritarianisme”, “Jegal 3 Periode”, “Jika Bukan Untuk Rakyat, Lebih Baik Aku Rebahan”,  “BBM Naik, Rakyat Panik”, “Naikkan Kesejahteraan Bukan PPN”, “Beri Sanksi Bagi Mafia Demokrasi”, hingga “Pak Jokowi, Rakyatmu do Sambat”, mewarnai aksi mahasiswa siang ini.

Aksi aliansi mahasiswa Kudus menggugat (AMUG) saat menggelar unjukrasa damai di Alun-alun Simpang Tujuh Kudus (Foto: YM)

Tujuan mereka  ingin menyampaikan tuntunannya kepada petinggi di kabupaten Kudus untuk selanjutnya bisa disampaikan ke pemerintah pusat. Setidaknya ada tiga tuntutan dari mahasiswa Kudus kali ini.

Pertama, menuntut pemerintah untuk menstabilkan harga bahan pokok dan bahan bakar minyak (BBM). Kedua, menolak kebijakan menteri keuangan untuk kenaikan PPN (Pajak Pertambahan Nilai) 11 persen. Ketiga, menolak penundaan Pemilik dan perpanjangan masa jabatan tiga periode.

Koordinator Aksi, Khoirul Annas meminta kepada pemerintah kabupaten Kudus agar tuntutan yang dirasa mencekik rakyat Indonesia tersebut, dapat disampaikan ke pemerintah pusat. Sehingga mampu menjadi bahan pertimbangan dan evaluasi untuk lebih menyejahterakan rakyat.

“Kami mengharapkan pemerintah Kabupaten Kudus untuk bisa menyampaikan tuntutan kami tersebut ke pemerintah pusat. Sehingga bisa menjadi bahan pertimbangan dan evaluasi,” katanya.

Dari pantauan di lokasi, terlihat para mahasiswa memenuhi jalanan satu arah di depan Kantor Bupati. Membuat jalan dari arah Barat ditutup. Para mahasiswa memblokade jalanan menuju arah timur. Sehingga jalan dari arah barat ke timur alun-alun harus dialihkan.

Bupati Kudus Hartopo dan Ketua DPRD Masan usai menadatangani kesepakatan usulan aliansi mahasiswa untuk menyalurkan aspirasi mereka ke Wilayah dan Pusat (Foto: Anam Kwok)

Sementara, Bupati Kabupaten Kudus HM Hartopo akhirnya menemui mahasiswa yang sedang demo di depan Kantor Bupati Kudus, Selasa (12/4/202). Sekitar pukul 15.30 WIB, orang nomor satu di Kudus tersebut, bersama Ketua DPRD dan Kapolres Kudus menemui mahasiswa. Naik ke atas mobil bak terbuka, Hartopo berjanji menyampaikan aspirasi para mahasiswa Kudus kepada pemerintah pusat.

“Tentunya akan kami sampaikan kepada pemerintah pusat tuntutan adek-adek mahasiswa ini,” kata Hartopo saat menemui mahasiswa.

Sebenarnya, kata Hartopo, beberapa waktu lalu pihaknya telah mengadakan operasi pasar. Saat melakukan pengecekan, harga bahan pokok yang naik telur dan tepung. Itu pun hanya naik beberapa persen saja, tidak langsung naik mahal. Di samping masih adanya kelangkaan minyak goreng harga standar.

“Operasi pasar akan kembali kita lakukan nanti tapi kita perlu koordinasikan dulu dengan Dinas Perdagangan,” ungkapnya.

Aksi mahasiswa siang ini dinilai Hartopo sangat kondusif. Pihaknya pun mengapresiasi aksi damai yang dilakukan mahasiswa.

Dalam kesempatan ini pula, Hartopo menyempatkan diri duduk lesehan di tengah massa. Mahasiswa pun menyampaikan aspirasinya dengan suasana yang lebih santai. Setelah beberapa saat, perwakilan masa aksi menandatangani surat permintaan ke pemerintah daerah. Hartopo pun menyetujui dan langsung menandatangani tuntutan mahasiswa. Dilanjut persetujuan dari Kapolres dan Ketua DPRD Kudus.

Akhirnya aksi pun selesai pukul 16.00 WIB. Para massa aksi pun mulai membubarkan diri. Begitupun Bupati bersama rombongan kembali ke Pendapa Kabupaten Kudus. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.