Amida Jateng Gelar Rakor Musda II LPPKBB, Apa Saja yang Dibahas?

oleh -410 Dilihat
Amida Jateng Gelar Rakor Musda II LPPKBB, Apa Saja yang Dibahas?
Foto: Suasana rapat koordinasi musyawarah daerah (Rakor Musda) ke II Lembaga Penjaga dan Penyelamat Karya Budaya Bangsa (LPPKBB) Kabupaten Kudus, di Museum Jenang Jalan Sunan Muria No.33, Rabu (25/7/2018). (Aris Sofiyanto/ISKNEWS.COM)

Kudus, ISKNEWS.COM – Asosiasi Museum Indonesia Daerah (Amida) Jateng menggelar rapat koordinasi musyawarah daerah (Rakor Musda) ke II Lembaga Penjaga dan Penyelamat Karya Budaya Bangsa (LPPKBB) Kabupaten Kudus, di Museum Jenang Jalan Sunan Muria No.33, Rabu (25/7/2018).

Setidaknya hadir 25 orang, diantaranya Sancaka Dwi Supani, (Wakil Ketua AMIDA Jateng), Sri Wahyuningsih (Kabid Pariwisata, Disbudpar Kudus), Ngateman (Anggota DPRD Kudus Komisi D), Hesty Tri Hartanto (Perwakilan Mubarok food), Pengelola Museum se Pakudjembari (Pati, Kudus, Demak, Jepara, Rembang, Blora, Purwodadi).

Wakil Ketua AMIDA Jateng, Sancaka Dwi Supani mengatakan, Museum merupakan jendela bagi suatu daerah, dimana museum adalah prasati sejarah suatau daerah. Menghidupkan kembali museum sebagai bukti sejarah suatu wilayah. “Kami dari lembaga siap untuk membantu dan mendukung LPPKBB Pakudjembari,” ujarnya.

Dijelaskan Supani, AMI atau asosiasi museum indonesia berdiri untuk memajukan permuseuman di tanah air dan internasional. Tak lain untuk menjadi mitra pemerintah dalam memajukan permuseuman indonesia

Sedangkan AMIDA membangun sinergi dari berbagai pihak, mendengar aspirasi masyarakat, mewujudlan museum sebagai rumah inspirasi bagi.

Sebab, lanjutnya, organisasi tersebut merupakan pengayom dan pendukung komunitas dalam memuliakan museum. Menjaga dan melestarikan budaya yang metupakan aset bangsa yang tidak ternilai harganya. Museum sebagai pusat sejarah merupakan wahana edukasi yang mendokumentasikan sejarah perjalanan bangsa. “Saya mengajak Amida dan LPPKBB
memuliakan peradaban, kita bangun komitmen bersama visi bersama untuk menjaga budaya dan sejarah bangsa,” terangnya

Sementara itu, Perwakilan LPPKBB Kabupaten Kudus Ngateman berpendapat bahwa budaya bangsa sangat tinggi nilainya, dan kita harus rumongso handarbeni mulat sariro, yakni memelihara, menjaga dan mengayomi dengan ketulusan hati agar bisa abadi.

Museum – museum di Kudus telah dialokasikan anggaran, tetapi anggaran tidak terserap karena terkendala status tanah. “Kami dari komisi D yang membidangi kebudayaan dan sejarah tentu akan membantu dan menyalurkan aspirasi dari insan budaya, Mari kita satukan tekad dan semangat untuk melestarikan budaya di daerah masing masing,” pungkasnya (AJ/WH)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.