Antisipasi Banjir, Kawasan Selatan Perlu Tambahan Cekdam

oleh -271 Dilihat
Bupati HM Tamzil saat meninjau kawasan pintu air sungai Wulan Tanggulangin Jati Kudus (Foto: YM)

Kudus, isknews.com – Usai memimpin Rapat Koordinasi Penanggulangan Bencana di Kecamatan Jati, Bupati Kudus yang di damping wakil Bupati  HM. Hartopo melaksanakan peninjauan terhadap sejumlah spot-spot wilayah berpotensi  menjadi trigger penyebab bencana banjir di Kudus.

Beberapa diantaranya adalah titik tanggul dan pompa air yang berada di sebelah selatan kawasan Wilayah Kudus yang meliputi Kecamatan Jati dan Undaan, mulai dari pintu air Sungai Wulan Tanggulangin, Tanggul Derok yang ikut wilayah Demak namun limpasan airnya bila banjir berpotensi menggenangi Kawasan Jati, hingga kawasan rawan Banjir Bandang Wonosoco Undaan Kudus.

Dirinya menyatakan keberadaan pompa air sungai di Kudus yang hanya dua itu masih kurang. “Paling tidak harus ada enam. Jadi ya harus ditambah dua lagi,” ujarnya. Kunjungannya ke Tanggulangin untuk melihat keadaan pompa air sungai yang tak difungsikan dengan baik. Padahal, di sana sudah ada rumah pompa. Sehingga ke depan, Tamzil akan menambah genset dan pompa untuk memfungsikan pompa air sungai kembali.

Ada dua pompa air yang belum difungsikan dengan baik. Mengenai hal ini, H.M. Tamzil menarget biaya 2,5 milyar rupiah untuk dua pompa. Ini untuk membeli genset dan pompanya. “Akan terealisasi 2020,” ujarnya.

Genangan air di wilayah Tanjung juga menjadi perhatian Tamzil. Pelaksana Tugas Dinas PUPR Heru Subiyantoko diminta Tamzil untuk mengecek kebersihan gorong-gorong agar tidak ada genangan air lagi. Dirinya juga mengecek Tanggul Derok yang menjadi penyebab banjir wilayah Wates, Undaan ketika meluap.

Setelah itu, H.M Tamzil meninjau kawasan perhutani divre I Jawa Tengah turut Desa Wonosoco, Undaan. Dengan mengendari sepeda motor trail, dirinya meninjau di kawasan hutan milik perhutani itu.

HM Tamzil menyatakan membuat sabuk dam atau cekdam. Cekdam itu nantinya dipergunakan untuk mengendalikan aliran air dari pegunungan karst kendeng. Dirinya berjanji akan terealisasi pada 2020 nanti.

“Jumlah ‘check dam’ yang dibutuhkan berkisar antara tiga hingga empat bangunan agar air yang mengalir saat musim hujan tidak terlalu deras,” ujarnya ditemui di sela-sela mengunjungi aliran Sungai Londo di kawasan Pegunungan Wonosoco, Rabu.

Meskipun lokasinya di kawasan hutan milik Perum Perhutani, lanjut dia, pembangunan dam pengendali banjir tersebut bisa dibiayai oleh APBD Kudus dengan model meminjam lahannya ke Perhutani.
     
Pembangunannya, lanjut dia, tentunya bisa dicoba untuk satu tempat terlebih dahulu, guna memastikan kemanfaatannya apakah dampak banjir yang sering terjadi bisa berkurang atau tidak.
     
Terkait lokasinya yang berada di perbatasan dengan kabupaten lain, katanya, sudah dikoordinasikan.
     
“Kami juga berkirim surat ke Gubernur Jateng untuk dikoordinasikan dengan Kabupaten Pati dan Purwodadi,” ujarnya.
     
Pasalnya, lanjut dia, akibat air dari kawasan atas sampai ke Kudus.

Ia mengatakan, untuk pembuatan pengendalian aliran air tersebut dibutuhkan sebanyak tiga sampai empat cekdam. Diperkirakan satu cekdamnya akan menghabiskan dana dari APBD sebesar 2 miliar rupiah.

“Sehingga nantinya daerah Desa Wonosoco ini terhindari dari banjir bandang setiap kali hujan. Karena ada sabuk dam atau cek dam tersebut,” katanya.

Selain pembuatan cekdam, Tamzil merencanakan membuat lapangan tembak di kawasan perhutani tersebut. Karena selama ini anggota TNI di Kodim 0722/Kudus menggunakan lapangan tembak di Kabupaten Pati.

“Kami juga merencanakan lapangan tembak disini. Rencananya tahun 2020. Tahun ini masih perencanaan. Lapangan tembak nantinya direncanakan ukuran luasnya 50 meter kali 150 meter,” tegasnya. (YM/YM)

Di Tanggul Derok Desa Ketunjung yang ikut wilayah Kabupaten Demak namun bila kawasan tersebut banjir berpotensi menggenangi wilayah Kecamatan Jati Kudus (Foto: YM)
KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.