Ayah Meninggal di Kosan, Sang Anak Pergi Tinggalkan Pesan

oleh -350 kali dibaca
Jenazah Chasan saat dievakuasi dari kos-kosan oleh petugas PMI Kudus (Foto: istimewa)

Kudus, isknews.com – Sebuah rumah kos-kosan di Jalan Eka Praya Desa Rendeng malam ini dihebohkan dengan penemuan orang meninggal di salah satu kamar kos tersebut, Kamis (31/12/2020).

Seorang pria bernama Chasan Sya’roni berusia (70) ditemukan meninggal dunia di sebuah kamar kos. Anehnya putri almarhum yang sebelumnya tinggal bersama Chasan begitu tahu ayahnya meninggal malah pergi dari kosannya, meninggalkan jenazah orangtuanya tersebut namun sempat memberikan surat kepada penjaga posko jaga dekat rumah, meski surat itu ditujukan kepada salah satu familinya.

“Posisi jenazah sudah ditata dengan rapi, sudah diselimuti di atas kasur. Dan ditinggal oleh anaknya itu sekitar jam 9 tadi, kata Bondan putra pemilik kos, saat ditemui wartawan di lokasi kejadian, Kamis (31/12/2020) malam.

Bondan mengatakan, kejadian penemuan mayat bermula saat ada dua orang yang datang ke posko Desa Rendeng. Mereka menaruh sebuah surat kepada penjaga posko. Setelah menaruh surat kedua orang itu langsung melarikan diri.

“Jam 21.00 WIB ini, awalnya ada dua orang datang ke posko. Mereka membawa surat. Surat itu sejenis wasiat, menjelaskan ayah saya usia segini, meninggal dunia di kos kos an depan (perumahan) Bali Residence,” ujar dia.

Dalam surat itu, kata dia dijelaskan bahwa bapaknya meninggal di sebuah kamar kos. Surat itu, menurutnya berisi rasa kebingungan putrinya yang mau melaporkan kepada siapa. Sehingga akhirnya membuat surat dan diberikan kepada warga.

Jadi wasiat (surat-red) diberikan di pintu (posko desa) diketuk surat ditaruh tulisan tangan sama kunci (kamar kos). Terus orangnya pergi.

“Jadi yang meninggal itu memang ngekos di sini bersama putrinya yang berusia sekitar 40 tahun. Begitu mengetahui bapaknya meninggal, jenazah ditinggal di kamar kos. Lalu dia berkirim surat ke rumah familinya. Putrinya sekarang tidak tahu di mana,” jelas dia.

Surat yang ditinggalkan putri almarhum (Foto: istimewa)

Setelah mendapatkan surat itu, kemudian dia bersama warga lainnya datang untuk mengecek kamar kos yang dimaksud. Namun pada saat itu warga tidak berani membuka kamar. Sehingga kemudian melaporkan kepada pihak kepolisian.

“Kita hubungi polisi. Nah, sampai akhirnya terus pihak kepolisian membuka ada di situ (benar ada mayat di kamar kos),” jelas Bondan.

Menurutnya almarhum bersama putrinya kos di milik orang tuanya tersebut sejak bulan Oktober 2020 lalu. Mereka beralamatkan Purwosari Kecamatan Kota, Kudus. Menurutnya mereka kos karena akan melakukan pengobatan bapaknya yang sedang sakit.

“Ingin terapi bapaknya. Dengan pengobatan alternatif, sakitnya kurang tahu. Intinya surat putri bingung mau menghubungi siapa. Dengan latar belakang dengan masalah,” jelas Bondan. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.