Banyak Polemik di Masyarakat, Pansel Tetap Akan Kukuhkan Sunarto Sebagai Manajer Persiku

oleh

Kudus, isknews.com – Meski menimbulkan sejumlah polemik di masyarakat pemerhati Persiku, bahkan munculnya vandalisme di jalanan yang menghujat KONI Kudus. Panitia seleksi (Pansel) manajer Persiku Kudus memastikan akan tetap mengukuhkan Sunarto, secepatnya. Mereka mengklaim proses penyeleksian sudah sesuai aturan.

Sekretaris Umum Askab PSSI Jateng yang juga salah satu anggota Pansel, Syafiq Arrosyid, Jumat (14/02/2022) menegaskan sesuai rencana, seharusnya pengukuhan manajer Persiku dilakukan Sabtu (15/02/2022). Namun, dia menilai kondisi tidak memungkinkan karena pada saat bersamaan digelar Konggres PSSI Jateng.

”Mungkin setelah kongres, pekan depan,” katanya.

Pihaknya tetap bersikukuh proses penyeleksian sudah sesuai aturan. Disinggung soal sejumlah pandangan yang mempertanyakan hasil Pansel, Syafiq menyebut hal tersebut merupakan konteks lain.

Syafiq Arrosyid juru bicara Pansel manajer Persiku 2022 (Foto: YM)

Seperti diberitakan sebelumnya, seleksi manajer Persiku Kudus berakhir Selasa (11/02/2022). Meskipun sudah diperoleh salah satu calon dengan skor tertinggi hasil verifikasi uji kompetensi panitia seleksi, tetapi sebagian pihak masih mempertanyakannya.

Hingga akhir seleksi, calon Sunarto memperoleh skor 735, Kristian Rahardiyanto (715), Firdaus Ardiyanto (705) dan Franky (570).

Saat dihadirkan di hadapan suporter, Sunarto menyebut tim senior ditarget naik kasta. Sedangkan tim junior paling tidak juara Jawa Tengah.

”Jika saya terpilih, saya siap bekerjasama dengan semua komponen terutama suporter,” ujarnya.

Jadi, jika nanti tim naik kasta hal tersebut merupakan kerja bersama. Saat dia menyampaikan hal tersebut, suporter masih saja meminta penegasan Sunarto soal masa depan Persiku. Namun saat itu Sunarto juga meminta dukungan suporter untuk secara bersama-sama memajukan Persiku.

Sebelum seleksi, mengemuka harapan suporter dan segenap komponen sepak bola di Kudus agar Persiku naik kasta dan tidak berkutat di Liga 3. Harapan lainnya, Persiku mempunyai pendekatan baru dengan perusahaan besar di Kota Keretek.

Hal tersebut diperlukan sebagai pijakan agar saat Persiku dapat bermitra dengan perusahaan saat melangkah ke Liga 2 dan tidak boleh lagi menggunakan APBD untuk operasional. Reaksi atas terpilih Sunarto sebagai manajer Persiku Kudus musim 2020 ini mulai bermunculan. Salah satunya muncul dari Wakil Ketua Komisi D DPRD Kudus, Peter M Faruq yang meragukan kapasitas Sunarto dalam mengelola klub sepak bola.

“Sebenarnya saya kaget kok yang terpilih malah Sunarto. Sejauh ini saya belum pernah mendengar kiprah dia di sepak bola,”kata Peter, Senin (17/2).

Menurut Peter, sebagai sosok manajer tim sepak bola, seharusnya manajer terpilih harus memiliki kompetensi yang lebih di bidangnya. Manajer Persiku, kata Peter harus figure yang kuat, baik secara lobi maupun finansial.

Tak hanya itu, kata Peter, manajer Persiku semestinya juga figur yang memiliki kemampuan pendekatan dengan perusahaan-perusahaan. Pasalnya, Persiku ke depan harus bisa mengupayakan pendanaan secara mandiri tanpa bergantung dengan APBD.

“Kalau untuk figur Sunarto ini, saya kurang yakin dia bisa bekerja sama dengan perusahaan untuk penggalangan dana,”tandas pemilik salah satu perusahaan rokok di Kudus ini.

Meski demikian, menurut Peter, jika Sunarto tetap dipaksakan untuk menahkodai Persiku musim ini, pihaknya berharap ada transparansi dalam pengelolaan manajemen. Apalagi saat ini Persiku masih menggunakan dana APBD yang mana pertanggung jawabannya harus dilakukan secara terbuka ke publik.

“Persiku saat ini menggunakan uang rakyat jadi semestinya manajerial di dalamnya harus dilakukan secara terbuka,”ujarnya.

Sunarto sendiri terpilih sebagai manajer Persiku dalam seleksi terbuka yang digelar Askab PSSI Kabupaten Kudus, pekan lalu. Sebelumnya ada empat kandidat calon manajer Persiku yang harus menjalani uji kompetensi dari panitia seleksi.

Dan hasilnya, Sunarto memperoleh nilai tertinggi dari kandidat lainnya yakni Christian Rahardianto, Ardyansyah Purnomo dan Franky Martenda.

Beberapa hari setelah pelaksanaan seleksi, sempat muncul aksi kekecewaan yang diwujudkan dalam aksi vandalisme di sekitar Stadion Wergu Wetan. Pelaku aksi vandalisme yang belum diketahui orangnya tersebut, menuliskan kata-kata protes yang intinya meminta agar Persiku tidak dijadikan kendaraan politik.

Sementara, semenjak terpilih hingga kini Sunarto masih belum bersedia memberikan statemennya kepada media. Pun termasuk dengan aksi vandalisme yang berisi kekecewaan terhadap proses seleksi manajer. “Nanti saja. Untuk saat ini saya belum bisa berkomentar,”katanya. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :