Bawaslu Kudus Ingin Mahasiswa Ambil Peran Aktif Pada Pengawasan Pemilu

oleh

Kudus, isknews.com – Menganggap mahasiswa sebagai agent perubahan yang sangat potensial membawa perbaikan bagi demokrasi yang jujur dan adil. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Kudus mengelar sosialisasi kepada sejumlah mahasiswa dari seluruh perguruan tinggi yang ada di Kabupaten Kudus.

Ketua Badan Pengawas Pemilu Kabupaten Kudus , Wahibul Minan, ingin proses pemilihan umum maupun pemilihan kepala daerah mendatang tak hanya sekadar kontestasi politik. Namun, dia berharap pilkada juga bisa menjadi pembelajaran bagi mahasiswa sebagai generasi muda, khususnya di bidang politik.

Suasana Rapat koordinasi dengan stakeholder yang digelar di hotel Gryptha Kudus (Foto: YM)

Oleh karenanya, Minan ingin mahasiswa lebih berkontribusi dalam proses pemilu, khususnya sebagai pengawas. “Mahasiswa bisa jadi mitra penegak pemilu. Selain nyoblos, bisa bantu Bawaslu,” ujar dia pagi tadi, Rabu (16/10/2019).

TRENDING :  Bawaslu Kudus Waspadai Politik Uang Di Masa Minggu Tenang Pemilu

Hal itu disampaikannya disela-sela pelaksanaan rapat koordinasi dengan stakeholder Mahasiswa yang digelar di Hotel Gryptha Kudus. Ketua Bawaslu mengatakan kegiatan ini sudah menjadi program rutin Bawaslu. Baik tingkat Kabupaten/Kota maupun Bawaslu provinsi.

“Walaupun sekarang ini sedang tidak ada Pemilihan Umum (Pemilu) maupun Pilkada (Pemilihan Kepala Daerah), Bawaslu tetap menggelar acara terkait pemilihan umum,” ujarnya.

Ketua Bawaslu Kudus M Wahibul Minan (Foto: YM)

Acara ini diharapkan mampu membangun sumber daya manusia (SDM) yang lebih dewasa dan lebih baik lagi dalam menyikapi demokrasi. “Memang membutuhkan waktu. Tidak bisa langsung jadi. Namanya juga membangun SDM yang sesuai dengan yang diinginkan. Dan ini adalah bagian dari ikhtiar kami untuk memberikan penyadaran kepada masyarakat,” ungkap dia.

TRENDING :  Stikerisasi Angkutan Penumpang Penanda Kendaraan Ini Laik Jalan

Pada kesempatan ini, pihaknya mengundang sejumlah organisasi kemahasiswaan. Ini dimaksudkan sebagai agent social of change, mahasiswa diharapkan mampu memberikan pendapatnya terkait Pemilu dari pertama hingga 2019 ini, apakah sudah sesuai atau belum.

“Dan saya yakin belum ideal. Di mana pemilu yang bermartabat dan berintegritas belum terwujud dengan baik,” tandasnya.

Maka dari itu, pihaknya mengajak berpikir dan berdiskusi kepada peserta format seperti apa yang dibutuhkan negara ini.

TRENDING :  Lima Komisioner Bawaslu Kudus Lakukan Konsolidasi dengan PJ Bupati dan Sekda

“Itu yang pertama. Yang kedua, kita harapkan para peserta menjadi pengawas partisipan dalam demokrasi ini. Artinya, pengawas partisipasi pemilihan umum. Hal tersebut bertujuan untuk menanggulangi kejahatan demokrasi. Seperti money politic, politik identitas dan sebagainya,” bebernya.

Sebelumnya, ia mengaku telah mengadakan acara semacam ini, dengan mengundang beberapa Organisasi Masyarakat (Ormas). Setelah acara ini, ia berencana membentuk kampung anti money politic dan kampung pengawal pemilu di tiga desa di Kabupaten Kudus. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :