Bejat! Bocah Usia 5 Tahun Di Kudus Dicabuli Tetangganya Sendiri

oleh -1,889 kali dibaca
Tim kuasa hukum Korban Pencabulan dan aktifis perlindungan anak Eni Mardiyanti

Kudus, isknews.com – Kasus pelecehan seksual seperti perkosaan ataupun pencabulan di negeri ini, semakin hari kian memprihatinkan. Tak hanya terhadap orang dewasa, banyak juga kasus pelecehan seksual yang menimpa anak di bawah umur.

Seperti di Kudus baru saja digegerkan kasus pencabulan yang korbannya anak di bawah umur. Peristiwa memalukan itu menimpa seorang bocah perempuan, sebut saja namanya Bunga (5) warga Kecamatan Kaliwungu yang dicabuli tetangganya sendiri S (50).

Tim kuasa hukum Korban Pencabulan dan aktifis perlindungan anak Eni Mardiyanti
Tim kuasa hukum Korban Pencabulan dan aktifis perlindungan anak Eni Mardiyanti

 

Hal itu diungkapkan kuasa hukum korban Tony Triyanto dari kantor pengacara Tony Triyanto n’partners Semarang, saat jumpa pers di sebuah rumah makan di bilangan jalan Masjid Agung Kudus, Senin (20/6). Hadir pula dalam acara itu aktifis perempuan Eni Mardiyanti dan Ayah korban. Menurutnya kejadian memilukan tersebut berawal ketika Bunga sedang membeli jajan di warung milik S pada Kamis, 9 Juni 2016 sekitar pukul 10.00 WIB.

Kemudian, lanjut Tony, korban langsung diajak masuk ke kamar. Didalam kamar celana dalam korban langsung dilepas, dan S juga melepas celana yang dipakainya. ”Setelah diajak ke kamar S tanpa basa basi melucuti celana dalam korban, dan langsung melancarkan aksinya,” katanya.

Tony menjelaskan, kepada tim kuasa hukum Bunga mengaku telah dicabuli S dengan cara memasukkan jari tangan ke alat vital korban. Kemudian setelah itu baru memasukkan ”punyanya”. ”Jadi S itu memasukkan jarinya layaknya memasukkan miliknya saat berhubungan intim suami istri,” tambahnya.

Seusai dilecehkan S, katanya, korban pulang ke rumah dan langsung meminta ganti celana dalam kepada Ibunya. Curiga akan perubahan perilaku anaknya yang tidak seperti biasa, sang Ibu menanyakan kenapa tiba-tiba meminta ganti celana dalam.

”Ibunya langsung kaget mendengar anaknya bercerita telah dilecehkan S, apalagi setelah dilihat di celana dalam korban masih ada bercak sperma,” ujar Tony.

Seketika itu juga Ibu korban bersama Ayahnya dalam perasaan panik,emosi, bercampur sedih membawa Bunga ke puskesmas Kaliwungu untuk diperiksakan, apakah benar telah menjadi korban pencabulan. ”Dari Puskesmas menyatakan dugaan awal benar telah terjadi kekerasan seksual pada diri Bunga,” tuturnya.

Tony menambahkan, karena orang tua korban dalam keadaan bingung dari petugas Puskesmas berinisiatif membantu menghubungi pihak Polsek Kaliwungu. Setelah itu kasus ditangani Polsek Kaliwungu atas laporan orang tua korban dan diteruskan ke unit PPA Polres Kudus. ”Saat ini kasusnya sedang ditangani Polres Kudus dan S juga sudah ditahan,” Jelasnya. (MK)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.