Kudus, ISKNEWS.COM – Pameran seni rupa abstrak dibuka secara resmi oleh Bupati Kudus, Musthofa, dan disaksikan segenap jajaran OPD, pelaku seni, tamu undangan dan masyarakat, Sabtu malam (21/7/2018) di Museum Kretek, Getas Pejaten Kecamatan Jati, Kudus.
Di panggung sebelah utara museum, malam itu pengunjung dihibur oleh Band mengiringi jalannya acara, dari mulai awal hingga usai.
Saat pemotongan pita, Bupati 2 periode itu, sambil ditemani sang pelukis abstrak, A.R Soedarto dan Sang Kurator Puguh S. Waruju, mengelilingi dan melihat karya abstrak yang telah mendunia.
Bupati Kudus inginkan di Kudus ada ruang untuk bisa pamerkan hasil karya seni, “Ruang untuk mengekspresikan diri, sebut saja di Balai Jagong misalnya,”tutur Musthofa.
Pelukis abstrak, A.R Soedarto, kali ini dalam pamerannya yang ke 11 dan kedua kalinya di Kudus (pertama tahun 2008) lalu, mengusung tema Bius Rupa.
Tema tersebut, diartikan Soedarto sebagai unsur pemikat indrawi dan mental si penikmat karya, sehingga bisa tergugah mentalitas,
daya keindahan, artistik soul, dan bisa menciptakan ide-ide kreatif bagi yang melihatnya.
“Bius Rupa simulasi makna yang memiliki daya pukau tersendiri bagi penikmatnya. Penjelmaan atau bentuk artikulasi dari keter-“pukau”-an dirinya terhadap makna-makna yang ia peroleh sebagai mutiara perenungan yang mendalam (kontemplasi),” ujarnya saat ditemui isknews.com saat pra acara.
Pria kelahiran Kudus (Desa Nganguk) ini mengajak dan mempersilahkan masyarakat mengunjungi pameran yang terbuka untuk umum selama 21-25 Juli 2018, (Buka dari pukul 10.00 – 20.00 WIB).
Lebih lanjut, Sarasehan/dialog seni juga digelar ditempat yang sama pada Minggu 22 Juli 2018 pada pukul 10.00-12.00 WIB dipandu oleh Kurator Puguh S Warudju, (Dosen, Perupa, Penulis dan Pengamat Seni), “Hadir dari kalangan komunitas seniman, guru-guru seni, kolektor, masyarakat umum pecinta seni,” jelas alumni SD Demaan 4 dan SMP 3 Kudus.
Ia mengucapkan terima kasih kepada pihak yang telah mensukseskan event tersebut. “Diantaranya dukungan penuh oleh para penggiat seni Bakti Budaya Djarum Foundation, Paper Gallery dan Designer DAA,” pungkasnya. (AJ/YM)










