Cek Cok Seorang Pemuda di Jekulo Tega Aniaya Ibu Kandung Hingga Meninggal

oleh -251 Dilihat
Sejumlah tim Inafis dan tim Kesehatan dari Puskesmas Jekulo saat melakukan pemeriksaan terhadap korban pembunuhan oleh anak kandung (Foto: istimewa/Polres Kudus)

Kudus, isknews.com – Seorang ibu secara tega dibunuh oleh anak kandung sendiri ABW (32) gara-gara percekcokan karena tak mau menuruti permintaan pelaku yang menurut sejumlah sumber meminta sejumlah uang kepada korban. Akibatnya ABW menganiaya ibunya dengan cara membentur-benturkan kepala ke lantai keramik rumah, sehingga korban meninggal dunia, Minggu (25/12/2022) malam.

Tak hanya itu, tragisnya setelah korban UK (54) warga Dukuh Jekulo Karang, Desa Jekulo, RT 2 / RW 8, Kudus diketahui telah meninggal dunia, untuk menyusun alibi selanjutnya pelaku menyayat pergelangan tangan sebelah kiri korban dengan pisau hingga darah menetes agar terkesan korban meninggal akibat bunuh diri.

Awal penemuan korban UK menurut keterangan Kepala Desa Jekulo Anif Zjuhri, bahwa jenazah wanita paruh baya yang dikenal warga aktif sebagai pengurus pengajian di desa tersebut pertama kali diketahui oleh tetangga korban yakni Kusmiati dan Sulasmi yang hendak memberikan sayuran sekitar pukul 19.00 WIB.

“Lantaran tidak ada jawaban dari dalam, akhirnya tetangga korban masuk ke rumah. Sesampainya di depan kamar korban, tetangga itu mendapati korban yang sudah tergeletak di lantai dengan kondisi kamar gelap dan berusaha membangunkan korban tetapi tidak ada respon,” ujar Kepala Desa yang didampingi Fulthon perangkat Desa Jekulo yang sempat mendatangi lokasi untuk membantu korban, Senin (26/12/2022).

Melihat korban UK seorang janda yang keduanya anaknya telah berumah tangga sudah tidak bergerak, Kusmiati dan Sulasmi keluar rumah untuk meminta tolong kepada RT dan juga perangkat desa setempat.

Mendengar ada warganya yang tidak sadarkan diri, Fulthon perangkat Desa Jekulo mendatangi lokasi untuk membantu korban.

“Akan tetapi, denyut nadi di cek, korban sudah dalam keadaan meninggal dunia dan disamping korban terdapat sebuah pisau dapur,” tuturnya.

Setelah melihat lokasi, Fulthon melihat adanya kejanggalan pada tubuh korban. Akhirnya, pihaknya melaporkan kejadian tersebut ke Bhabinkamtibmas dan bidan desa.

“Saya bersama dengan warga yang lain, saya masuk kamar korban dengan menghidupkan senter HP, setelah terlihat jelas ternyata di bagian tangannya ada luka sayatan tangan sebelah kiri,” jelasnya saat di temui awak media di kantor Balai Desa Jekulo.

Tak berselang lama, Tim Inafis Polres Kudus dan UPT Puskesmas Tanjungrejo tiga di tempat serta melakukan identifikasi.

Menurut keterangan Kepala Desa Jekulo, Anif Zjuhri, mengatakan bahwa pihaknya sudah menerima adanya laporan tersebut.

“Memang benar, semalam kami sudah menerima adanya warga yang meninggal. Dengan luka sayatan, di tangan sebelah kiri tapi meninggal karena apa belum ada kejelasan, hanya saja semalam warga sempat melihat anak sulung kurban (ABW-red) yang sempat berada dirumah ibunya,” kata dia.

Sementara itu Kapolres Kudus AKBP Wiraga Dimas Tama saat ditemui sejumlah awak media membenarkan kejadian tersebut. Awalnya dalam pemeriksaan Bidan dan Inafis dinyatakan ada kejanggalan pada tubuh korban.

“Saat dilakukan pemeriksaan TKP, Tim Inafis dan Tim medis menemukan kejanggalan terhadap penyebab meninggalnya korban. Karena selain luka sayatan di pergelangan tangan kiri, juga terdapat luka di kepala korban bagian belakang,” kata Kapolres Kudus AKBP Wiraga Dimas Tama saat ditemui awak media usai pembukaan expo UMKM dalam rangka Haul Habib Jafar Al Kaff, Senin (26/12/2022).

Dijelaskannya Kapolres, hingga sore ini hasil autopsi memang masih belum keluar.

Terpisah Kasat Reskrim Polres Kudus AKP Danang Sri menambahkan, setelah ditemukan adanya beberapa kejanggalan, Tim Inafis langsung menggali informasi dari beberapa saksi dan dilakukan penyelidikan. Lebih lanjut, dari pihak keluarga awalnya juga sudah mengiklaskan dan tidak perlu dilakukan autopsi terhadap korban.

Tim Resmob Sat Reskrim Polres Kudus pun kemudian menangkap anak kandung korban, yakni ABW, yang saat itu tidak berada di TKP ketika ibunya dinyatakan meninggal oleh dr Tita dari Puskesmas Tanjungrejo.

ABW pria yang selama ini bekerja membantu ibunya menjadi pengedar air mineral berhasil ditangkap saat dia hendak pergi kekontrokan adiknya yang berada di Desa Singocandi, Kecamatan Kota Kudus. Namun nahas saat perjalanan ke kontrakan adiknya, dirinya mengalami kecelakaan tunggal di Jalan Jenderal Sudirman.

“Mendapat informasi tersebut, Tim langsung meluncur ke Polsek Kota untuk mengintrogasi tersangka ABW,” ungkapnya.

Setelah dilakukan introgasi, akhirnya ABW pria yang telah bercerai dengan istrinya itu mengakui telah membunuh ibu kandungnya sendiri.

Menurut pengakuannya, pelaku dalam melakukan perbuatanya diawali ‘cek-cok’ dengan ibunya lantaran jengkel selalu marah-marah. Karena emosi, selanjutnya pelaku membenturkan kepala korban kelantai keramik berulang kali hingga korban jatuh.

Kepala korban bagian belakang pun mengalami luka memar saat tergeletak di lantai dalam keadaan sudah meninggal dunia. Selanjutnya, pelaku mengambil pisau dapur dan menyayat pergelangan tangan sebelah kiri sebagai alibi kematian korban akibat bunuh diri.

“Jadi motifnya adalah pelaku merasa jengkel selalu dimarahi oleh korban,” jelasnya.

Saat ini pelaku dan barang bukti berupa satu bilah pisau dapur, 1 unit HP milik korban dan pakaian telah diamankan di Sat Reskrim Polres Kudus. Sedangkan korban, saat sekarang masih dilakukan proses autopsi di RSUD dr Loekmonohadi Kudus. (YM/YM).

No More Posts Available.

No more pages to load.