Dari Walk-In Interview hingga Paperless, Job Fair Kudus 2025 Jadi Harapan Baru Pekerja

oleh -960 Dilihat
Sejumlah pencari kerja usia muda saat berada di arena Job Fair Kudus 2025 di Gedung Graha Mustika, Getas Pejaten, Jati, Kudus (Foto: YM)

Kudus, isknews.com – Pelaksanaan Job Fair Kudus 2025 yang berlangsung di Gedung Graha Mustika, Desa Getas Pejaten, Kecamatan Jati, Kudus, telah berakhir Sabtu (11/10/2025) sore. Kegiatan bursa kerja yang digelar dua hari ini diserbu ribuan pencari kerja. Total ada 5.229 pelamar yang berebut 1.401 lowongan kerja dari 20 perusahaan yang berpartisipasi.

Wakil Bupati Kudus Bellinda Putri Sabrina Birton menyampaikan apresiasinya atas antusiasme tinggi para pencari kerja serta dukungan berbagai pihak dalam pelaksanaan Job Fair Kudus 2025. Menurutnya, kegiatan ini menjadi bukti bahwa Pemkab Kudus berkomitmen membuka akses kerja yang lebih luas, efisien, dan transparan bagi masyarakat.

“Kita berupaya agar kegiatan ini bukan sekadar formalitas. Ada yang berbeda tahun ini, yaitu pelaksanaan walk-in interview langsung di hari H. Artinya, pelamar bisa langsung wawancara di tempat setelah mendaftar secara daring. Ini bentuk efisiensi dan transparansi dalam proses rekrutmen,” ujar Bellinda.

Bellinda menjelaskan, Job Fair Kudus 2025 juga mengusung konsep digitalisasi dengan menggandeng platform pencari kerja JobCity.id. Melalui kolaborasi ini, para pelamar dapat mendaftar dan mengunggah berkas secara online tanpa membawa banyak dokumen fisik.

“Bekerja sama dengan JobCity.id memberikan kemudahan bagi para pelamar kerja untuk mendaftar secara online tanpa harus membawa banyak berkas fisik. Inilah bentuk transformasi digital yang mendukung prinsip paperless,” tambahnya.

Selain itu, Bellinda juga mengapresiasi sejumlah perusahaan yang bersedia membuka arena wawancara atau walk-in interview langsung di lokasi job fair. Menurutnya, hal tersebut menjadi langkah nyata yang mempercepat proses rekrutmen serta memberikan kesempatan langsung bagi para pelamar untuk menunjukkan potensi terbaik mereka.

“Langkah perusahaan yang mau langsung membuka sesi wawancara di tempat tentu sangat membantu. Ini memperpendek proses seleksi dan memberi harapan baru bagi pencari kerja untuk segera mendapat kepastian,” tuturnya.

Tercatat ada dua perusahaan yang membuka sesi wawancara langsung di arena job fair, di antaranya PT Prima Food, dan BRI Kudus.

Tak hanya itu, Bellinda juga menyampaikan terima kasih kepada sejumlah perusahaan yang turut menyediakan formasi bagi pencari kerja penyandang disabilitas. Ia menyebut, beberapa perusahaan seperti SAMI dan Alfamart telah membuka lowongan khusus bagi tenaga kerja disabilitas, sebagai bentuk dukungan terhadap kebijakan inklusivitas ketenagakerjaan di Kabupaten Kudus.

“Perusahaan-perusahaan yang memberi ruang bagi teman-teman disabilitas patut diapresiasi. Ini bukan hanya tentang peluang kerja, tetapi juga wujud nyata kepedulian terhadap kesetaraan kesempatan,” ujar Bellinda.

Ia menilai, antusiasme ribuan pelamar juga menjadi sinyal kuat bahwa kebutuhan kerja masyarakat Kudus masih tinggi. Meski demikian, kondisi tersebut sekaligus menjadi catatan bagi pemerintah daerah untuk terus mendorong investasi baru agar semakin banyak lapangan kerja yang tercipta di masa mendatang.

Sementara itu, Kepala Bidang Penempatan, Pelatihan, dan Produktivitas Tenaga Kerja Disnakerperinkop-UKM Kudus, Albertus Harys Yunanto, mengatakan angka pasti penyerapan tenaga kerja pasca penutupan acara masih menunggu proses seleksi di masing-masing perusahaan.

“Proses seleksi di perusahaan membutuhkan waktu sekitar dua hingga tiga minggu. Jadi angka pasti berapa yang terserap belum bisa dihitung hari ini,” ujarnya.

Meski begitu, Harys optimistis kegiatan ini akan berdampak positif bagi penurunan angka pengangguran di Kabupaten Kudus. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.