Dengan Hardiknas Kita Tingkatkan Mutu Dan Kualitas Pendidikan

oleh -359 Dilihat

Pati, isknews.com (Lintas Pati) – Setiap tanggal 2 Mei di Peringati Hari pendidikan nasional, hal ini tidak semata-mata untuk mengenang lahirnya sosok pejuang pendidikan Kihajar Dewantara. Namun merupakan suatu momentum untuk semakin memperkokoh kesadaran dan komitmen bagi pelaku pendidikan akan pentingnya mutu pendidikan untuk generasi penerus bangsa.

Memaknai Hari pendidikan Nasional (Hardiknas) menurut Sarpan Kepala Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Pati mempunyai makna luas yaitu “ berupaya secara terus menerus untuk meningkatkan kualitas atau mutu pendidikan” karena pendidikan sebagai langkah strategis untuk mencerdaskan kehidupan bangsa juga meningkatkan karakter pembangunan manusia seutuhnya.

“ Bicara Pendidikan di Indonesia tidak akan lepas dari sosok Pahlawan Nasional yang dihormati sebagai Bapak Pendidikan Nasional yaitu Kihajar Dewantara, beliau merupakan sang pelopor bagi kaum pribumi Indonesia pada saat penjajahan Belanda. Kihajar Dewantara memiliki semboyang yang selalu diterapkan dalam dunia pendidikan yaitu, Ing ngarso sung thulodho, Ing madyo mangun karso, Tut wuri handayani” jelas Sarpan ketika ditemui awak media di ruang kerjanya.

“ Pendidikan adalah usaha dasar untuk mendewasakan anak baik secara jasmani maupun sosial melalui interaksi, baik interaksi internal di lingkungan sekolah maupun diluar sekolah. Pendidikan proses intregratif juga berarti olah fikir, olah raga, olah rasa, olah hati. Adapun aspeknya yang harus diperoleh dari pendidikan meliputi aspek psekomotorik, komunitif, sikap dan pengetahuan dalam posisi yang seimbang, terkait dengan ketrampilan atau skell bahwa kurikulum 2013 diharapkan anak memiliki tiga aspek tersebut. Oleh karena itu sekarang dikembangkan pendidikan vokasi yaitu pendidikan kecakapan hidup atau ketrampilan sebagai bekal hidup” Tambahnya.

Kami juga tidak hanya mejalankan pendidikan kecakapan formal saja, tapi kami juga menyelenggarakan program pendidikan kecakapan hidup melalui non formal misalnya melalui pusat kegiatan masyarakat juga melalui pusat kegiatan kursus masyarakat misalnya tata busana, tata boga, kecantikan, menjahit ini merupakan bagian yang tidak bisa dipisahkan dalam menyelenggarakan pendidikan.

Disinggung terkait perkembangan Teknologi khususnya Hand Phone yang akhir-akhir ini banyak membawa pengaruh negatif terhadap prilaku perkembangan anak usia sekolah, Sarpan dengan lugas menjelaskan, “ kita memang memasuki Infomasi, Teknologi dan Komunikasi yang sekarang ini memang sangat pesat oleh karena itu pasti pendidikan supaya dapat mengetahui karakter siswa dan harus bisa memilah dan memilih dari teknologi yang lebih positif karena bahayanya sangat fatal. Bagi generasi muda manakala tidak disesuaikan dengan tingkat perkembangan siswa, pada orang tua juga diharapkan mengawasi putra putrinya penggunaan teknologi seperti hand phone dan lain selama itu bermanfaat untuk komunikasi yang positif itu tidak ada masalah tetapi kalau di pergunakan hal hal yang sifatnya negatif mungkin belum sesuai tingkat perkembangan atau tingkat pertumbuhan mereka sehingga harus ada filter baik kepada guru untuk mengadakan pengawasan pemanfaatan teknologi.” Tambahnya.

Upaya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pati dalam mengantisipasi adanya pertumbuhan teknologi adalah melakukan pengawasan dari pihak sekolah oleh karena itu harus ada filter serta mengevaluasi mana yang manfaat atau tidak.

Kepada seluruh pendidik baik yang di sekolah maupun di rumah untuk selalu memberikan bimbingan kepada putra putrinya mengarahkan pada siswa bisa memanfaatkan kesempatan untuk belajar terus menerus menghindarkan diri dari hal hal yang sifatnya distrutif yang merugikan diri sendiri. Dan selalu meningkatkan semangat belajarnya dan orang tua saya harapkan untuk membimbing putra putrinya apalagi tanggal 2 Mei nanti ada ujian nasional untuk SMP dan Tingkat MTS. Tutupnya. (Wr)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.