Blora, isknews.com (Lintas Blora) – Kecelakaan tunggal bus Garuda Mas yang terjadi di kawasan Kalimodang, Desa Sambongrejo, Kecamatan Sambong gegerkan masyarakat Blora. Masyarakat Blora mengira kecelakaan tunggal tersebut merupakan hal mistik. Sebab dari foto yang beredar di sosial media posisi bus masuk kedalam hutan cukup dalam, masyarakat mengira hal itu merupakan kejadian yang serupa yang terjadi di kawasan hutan kecamatan Todanan beberapa tahun silam. Dimana saat itu, bus masuk kedalam hutan cukup jauh.

“Beda, ini murni kecelakaan tunggal, tak ada hal gaib, kecelakaan murni karena kelalian sopir yang mengantuk,” kata Kanit laka Satlantas Polres Blora Aiptu Nur Badi, Senin (13/3).
Nur, juga menerima berbagai pertanyaan dari atasan dan masyarakat bahwa kecelakaan yang terjadi pada senin pagi hari pukul 04.00 WIB merupakan kejadian mistik.
“Setelah kami lakukan olah TKP, bus jurusan Jakarta – Bojonegoro ini melaju cukup kencang, namun karena sopir yang mengantuk dan tidak bisa mengendalikan laju bus akhirnya bus terperosok ke dalam hutan dan menabrak beberapa pohon jati,”terangnya.
Beruntung, dalam kejadian tersebut tidak ada korban jiwa, namun sopir dan kernet bus ber nopol B – 7024 – UGA harus dilarikan ke rumah sakit akibat mengalami luka yang cukup serius. “jumlah penumpang total 10 orang ditambah sopir dan dan kernet, beruntung tidak ada korban jiwa,” tukasnya.
Nur menerangkan kejadian tersebut bermula ketika bus yang dikemudikan oleh Imam Saepuloh berjalan dari arah Barat ke timur (dari Blora menuju Cepu) sesampainya di Jl Blora-Cepu tepatnya di kawasaan kalimodang bermaksud menghindari kendaraan sepeda motor berjalan dari arah berlawanan. Namun karena terlalu mengambil haluan ke kanan yang menyebabkan laju bus oleng ke kanan sehingga pengemudi tidak dapat menguasai kemudi dan akhirnya menabrak Pohon Jati yang berada di sebelah kanan jalan.
“Satu pohon jati dan satu tiang listrik tumbang akibat hantaman dari bus,” tuturnya. (**)









