Disdagperin Bakal Tindak Penjual Gas Melon Nakal

oleh -245 Dilihat

Pati, isknews.com (Lintas Pati) – Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Pati, bakal tindak tegas para penjual gas melon nakal, yang menaikkan harga gas elpiji melon 3 kilogram, melebihi harga normal. Pasalnya, harga gas melon yang murah telah mendapatkan subsidi dari pemerintah dan diperuntukkan khusus.

Kepala Disdagperin Pati, Riyoso mengaku, selama ini pihaknya mendapatkan keluhan masyarakat, berkenaan mahalnya gas elpiji. Padahal, kebutuhan dasar masyarakat itu memiliki harga jual Rp 15.500, tetapi ada beberapa pengecer yang menyulap harga jual hingga puluhan ribu rupiah di pasaran.

“Selama ini memang banyak keluhan masyarakat, terkait harga gas elpiji 3 kilogram yang dijual melebihi harga yang telah ditentukan. Padahal, ukuran tersebut ada subsidinya,” ungkapnya beberapa hari yang lalu.

Penggunaan gas melon ini memiliki ketentuan, lanjut Riyoso, yang diatur dalam Pasal 3 Ayat 1 Peraturan Presiden RI No 104 Tahun 2007, tentang penyediaan Pendistribusian dan Penetapan Harga Liquefied Petroleum Gas Tabung 3 Kilogram.

“Bahwa penyediaan dan pendistribusian LPG Tabung 3 kilogram, hanya diperuntukkan bagi rumah tangga dan usaha mikro saja, selain itu tidak boleh,” jelasnya.

Pihaknya, bakal mengupayakan agar peredaran gas melon tepat sasaran dan sesuai dengan harga yang telah ditentukan. Apalagi, jelang lebaran kebutuhan dasar rumah tangga tersebut, sangat dibutuhkan masyarakat.

“Kami akan pantau peredarannya, agar tepat sasaran dan tidak melebihi harga semula. Ini juga kan sudah mendekati lebaran, tentunya kebutuhan gas elpiji sangat dibutuhkan masyarakat,” tukasnya.

Riyoso juga mengimbau masyarakat untuk melapor kepada instansinya, jika mendapatkan penjual gas nakal. Sehingga, masyarakat tidak terus menerus dirugikan dengan keadaan yang sedemikian.

“Masyarakat harus melaporkan itu semua kepada kami, beserta barang buktinya. Agar kami bisa menindak penjual nakal,” tutupnya. (Wr)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.