Dua Kali Gagal di Semifinal, Softball Kudus Datang Porprov dengan Misi Renggut Medali

oleh -559 Dilihat
Tim softball Kabupaten Kudus dua kali lolos semifinal namun gagal raih medali, skuad Kota Kretek kembali datang dengan ambisi berbeda pada Porprov Jateng 2026. (Foto: Devy)

KUDUS, ISKNEWS.COM — Tiga kali tampil di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah, tim softball Kabupaten Kudus belum juga mampu membawa pulang medali. Dua edisi terakhir bahkan berakhir di semifinal, namun kegagalan mengamankan posisi ketiga membuat skuad Kota Kretek kembali datang dengan ambisi berbeda pada Porprov Jateng 2026.

Kali ini, tim softball putra Kudus membidik posisi tiga besar. Persiapan pun terus dimatangkan, terutama dari sisi fisik untuk memastikan para pemain mampu menjaga konsentrasi hingga pertandingan berakhir.

Pelatih softball Kudus, Abdun Nadhif, mengatakan persiapan tim saat ini telah mencapai sekitar 70 persen. Peningkatan daya tahan menjadi salah satu fokus utama dalam latihan.

“Memang kita mengejar daya tahan. Kalau daya tahan kita sudah hilang, fokusnya langsung buyar semuanya,” kata Nadhif, Selasa (1/9/2026).

Sebanyak 14 atlet disiapkan untuk memperkuat tim softball putra Kudus pada Porprov Jateng 2026. Mereka akan didampingi tiga official selama pelaksanaan pertandingan.

Kudus pada Porprov tahun ini hanya mengirimkan tim putra. Dari sisi usia, komposisi pemain didominasi atlet muda. Pemain termuda masih duduk di kelas 10 SMA, sementara atlet paling senior berusia 21 tahun.

Dari total 14 pemain tersebut, hanya dua atlet yang sebelumnya pernah merasakan atmosfer pertandingan Porprov. Kondisi itu menjadi tantangan tersendiri bagi tim dalam mempersiapkan mental dan pengalaman bertanding para pemain.

Untuk meningkatkan kesiapan, latihan rutin digelar di sejumlah lokasi, di antaranya SMA 1 Kudus dan lapangan Desa Karangmalang. Selain latihan reguler, tim juga sesekali menggelar game day dengan menghadapi atlet yang pernah tampil di Porprov.

Namun, proses persiapan masih terkendala fasilitas latihan. Hingga kini Kabupaten Kudus belum memiliki lapangan khusus softball maupun baseball yang dapat digunakan sebagai basecamp.

Karena itu, tim sementara memanfaatkan lapangan sepak bola yang tersedia untuk menjalani latihan.

“Kalau lapangan sendiri di Kabupaten Kudus belum punya basecamp lapangan khusus softball/baseball belum ada, kita sementara memakai lapangan sepak bola,” ujarnya.

Selain daya tahan fisik, sektor pitcher juga menjadi perhatian khusus. Posisi tersebut memiliki peran penting karena pitcher merupakan pelempar utama yang menentukan awal permainan bertahan sebuah tim.

“Kalau tim mempunyai pitcher yang bagus, kemungkinan besar dia yang akan menjadi rajanya,” kata Nadhif.

Persaingan di Porprov Jateng 2026 dipastikan tidak mudah. Dari babak prakualifikasi yang sebelumnya diikuti sekitar delapan hingga sembilan tim, hanya lima daerah yang berhasil lolos ke ajang Porprov.

Nadhif menilai Kota Semarang dan Surakarta menjadi dua daerah yang patut diwaspadai. Keduanya memiliki pembinaan softball yang cukup kuat, salah satunya ditopang keberadaan perguruan tinggi dan unit kegiatan mahasiswa (UKM).

Meski menghadapi lawan-lawan kuat, pengalaman menembus semifinal pada dua Porprov terakhir menjadi modal bagi Kudus. Catatan tersebut menunjukkan bahwa tim memiliki kemampuan untuk bersaing, tetapi masih membutuhkan konsistensi agar tidak kembali gagal saat memasuki fase penentuan.

Sejak Pengkab softball Kudus berdiri pada 2018, tim ini telah tiga kali mengikuti Porprov. Dalam dua edisi terakhir, Kudus mampu mencapai semifinal, tetapi selalu gagal mengamankan medali perunggu.

Catatan tersebut kini ingin diputus. Dengan mayoritas pemain muda, tim softball Kudus menargetkan bisa menembus tiga besar sekaligus mengakhiri paceklik medali pada Porprov Jateng 2026.

“Kita berusaha semaksimal mungkin, semoga minimal kita bisa mendapatkan medali perunggu,” pungkasnya. (YM/YM)

No More Posts Available.

No more pages to load.