FLS3N SD Kudus 2025 Fasilitasi Bakat dan Karakter Siswa, Diikuti 90 Peserta dari 63 Sekolah

oleh -105 Dilihat
Seorang siswa tengah memperagakan kemampuannya dalam cabang lomba Mendongeng pada ajang FLS2N SD tingkat Kabupaten Kudus 2025 di Gedung PBG, Rabu (2/7/2025). (Aris Sofiyanto/ISKNEWS.COM)

Kudus, isknews.com – Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) jenjang Sekolah Dasar (SD) tingkat Kabupaten Kudus tahun 2025 sukses digelar pada Rabu, 2 Juli 2025 di Gedung PBG Kudus. Ajang tahunan ini diikuti oleh 90 siswa dari 63 sekolah yang tersebar di sembilan kecamatan di Kabupaten Kudus, dengan tujuan menumbuhkan bakat seni sekaligus memperkuat karakter siswa.

Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kudus, Harjuna Widada melalui Kepala Seksi Kurikulum Pendidikan Dasar (Dikdas), Maulana Majid, menjelaskan bahwa peserta merupakan juara pertama dari hasil seleksi tingkat kecamatan yang dikirim oleh masing-masing koordinator wilayah (korwil).

“Setiap korwil mengirimkan satu peserta terbaik dari tujuh cabang lomba, yaitu Menyanyi Solo, Gambar Ekspresi, Kriya, Mendongeng, Menulis Cerita, Pantomim, dan Tari Kreasi. Tujuannya bukan sekadar lomba, tetapi juga sebagai media pembentukan karakter, penguatan kepercayaan diri, dan sarana ekspresi diri siswa,” ujar Majid.

Majid berharap kegiatan ini dapat menjadi ruang tumbuh bagi generasi muda Kudus yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki jiwa seni dan karakter yang kuat. “Lewat FLS3N ini, kita dorong siswa tampil berani, beretika, dan menjunjung nilai-nilai budaya,” tambahnya.

“FLS3N SD Kudus 2025 tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga perayaan kreativitas, kedisiplinan, dan keragaman budaya yang melekat pada siswa sekolah dasar di Kabupaten Kudus. Pemerintah berharap kegiatan ini mampu melahirkan generasi yang seimbang antara kecerdasan intelektual dan kepekaan estetik,” pungkasnya.

Salah satu sekolah peserta, SD 2 Wergu Wetan, turut mengirim lima siswa untuk dua cabang lomba, diantaranya Tari Kreasi dan Gambar Ekspresi.

Kepala SD 2 Wergu Wetan Nurhani Kartika Sari mengatakan, karya tari yang ditampilkan mengangkat kisah lokal tentang Sendang Bulusan di Desa Hadipolo, Jekulo.

“Kami ingin anak-anak mengenal budaya daerahnya lewat seni tari. Selain itu, untuk lomba Gambar Ekspresi, kami kirimkan siswa kelas 5 yang memang sudah sering ikut lomba menggambar dan sangat antusias,” jelas Nurhani.

Ia menambahkan, persiapan dilakukan intensif, baik di sekolah maupun di rumah dengan dukungan penuh orang tua dan pelatih. “Kami juga belajar dari pengalaman tahun lalu, ketika kami menjadi juara 1 di cabang tari tingkat kabupaten dan melaju ke tingkat provinsi. Tahun ini kami lebih matang dalam manajemen waktu dan pelatihan,” ungkapnya. (AS/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :