Kudus, isknews.com – Aktifis yang juga praktisi hukum serta mengaku sebagai ketua Forum Kudus Bersatu, Gozjali SH menengarai, bahwa desakan ujian ulang perangkat desa sengaja dimunculkan karena diduga ada pihak-pihak yang kecewa lantaran peserta titipan oknum tertentu gagal lolos dan tidak sesuai harapan.
Dalam statemen yang dikirimkan melalui aplikasi whatsApp ke media ini, Gozjali mengatakan ironisnya beberapa oknum tersebut diduga sudah menerima upeti dari peserta yang dijanjikan lolos, Minggu (26/02/2023) petang.
Ia menyebut bahwa dugaan tersebut bukan tanpa dasar, pihaknya mengaku mendapat banyak aduan dari masyarakat dan peserta. Bahkan ada salah peserta yang menyampaikan tawaran sejumlah uang dengan jaminan bisa lolos ujian, namun pada akhirnya ternyata tidak bisa memperoleh rangking satu.
“Beberapa sudah mengadu dan konsultasi hukum ke saya, namun rata rata mereka belum berani mengangkat perkara tersebut ke ranah hukum” paparnya.
Ketika disinggung siapa oknum tersebut, Gozjali belum bisa mengatakan namun dia mengaku sudah mengantongi siapa oknum-oknum tersebut.
“Nanti, kita tunggu saja kalau sudah resmi diajukan ke proses hukum. Saya akan buka semuanya,” terang dia.
Gozjali juga menyampaikan dari perspektifnya, bahwa semestinya tahapan seleksi perangkat desa bisa berlanjut sesuai jadwal yang ditentukan dalam Perbup. Jika memang ada pihak yang merasa dirugikaan akibat proses seleksi, bisa mengajukan gugatan hukum.
“Semestinya bisa tetap jalan sesuai tahapan. Kalau ada yang tidak puas, silahkan menggugat,”tandasnya. (YM/YM)










