Gabungan Ranking 1 Seleksi Perades Kudus Minta Semua Pihak Legowo Atas Capaian Masing Masing

oleh -3,716 kali dibaca
Gambar ilustrasi seleksi perangkat desa di Kudus (Foto: YM)

Kudus, isknews.com – Peserta seleksi seleksi perangkat desa (Perades) Teguh Santoso yang mengaku sebagai koordinator peserta dengan hasil tesnya berada di peringkat peringkat satu pada Computer Assisted Test (CAT) seleksi pengisian perangkat desa di Kabupaten Kudus yang digelar pekan lalu memberikan pernyataan sikap atas sejumlah kekisruhan dan protes terkait penyelenggaraan seleksi tersebut dengan mengumumkan sikapnya melalui sejumlah media.

Teguh Santoso selaku koordinator Garank (Gabungan Ranking) 1 hasil seleksi Unpad se Kabupeten Kudus dalam pers rilisnya menyampaikan, bahwa pihaknya mengimbau kepada semua pihak terutama para peserta untuk memberikan kesempatan kepada Perguruan Tinggi selaku pihak ketiga untuk memberikan jawaban terbaik atas sanggahan-sanggahan yang disampaikan oleh sejumlah peserta yang merasa dikecewakan.

“Universitas Padjadjaran (UNPAD) adalah institusi pendidikan yang besar memiliki reputasi dan kredibilitas yang baik dan telah menjadi pilihan mayoritas oleh panitia tingkat desa dengan
segala konsekwensinya. Untuk itu menjadi tanggungjawab kita bersama demi suksesi seleksi pengisian
perangkat desa di Kabupaten Kudus tercinta,” ujar Teguh Santoso yang diketahui berada di peringkat satu pada seleksi Sekretaris Desa di Undaan Kidul, Selasa (21/02/2023)

Pihaknya mengucapkan terimakasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kepala Desa, Panitia Tingkat Desa, Kecamatan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Pihak Ketiga dan peserta serta semua pihak terkait yang telah mendukung dalam suksesi seleksi pengisian perangkat desa di Kabupaten Kudus.

“Sebagai entitas masyarakat Kudus yang dikenal kental dengan ajaran Gusjigang, kami memohon kepada
semua pihak untuk menerima, menghormati hak-hak dan legowo atas pencapaian masing-masing pihak,
adapun kelemahan kekurangan secara teknis bersama – sama kita jadikan sebuah koreksi menuju
penyelenggaraan pemerintahan yang lebih baik,” ungkap dia.

Dia berharap agar semua pihak dapat berlaku arif dan bijaksana, dewasa dalam hal menyikapi hasil tes yang sangat objektif ini. Kami tidak memungkiri ada kelemahan teknis, namun menurut cara pandang dan penilaian kami masih dalam batas kewajaran.

“Sangat disayangkan apabila hal tersebut dianggap sebagai suatu dosa besar yang dapat menggugurkan substansi kelulusan berdasarkan ranking tertinggi,” tuturnya.

Dikatakannya, peristiwa tahun 2019 seharusnya cukup untuk menjadikan tahun 2023 ini untuk mencapai hasil yang lebih baik. Sebuah kabar buruk bagi tata pemerintahan di Kabupaten Kudus apabila isu tes ulang terus bergulir, apalagi sampai harus terjadi dilakukan tes ulang.

“Hal tersebut merupakan masalah besar dan preseden buruk bagi sejarah kelam penyelenggaraan pemerintahan di Kabupaten Kudus. Secara tidak langsung juga akan membentuk opini publik yang negatif serta memudarnya kepercayaan masyarakat terhadap setiap bentuk penyelenggaraan pemerintah daerah,” ujarnya.

Teguh memohon kepada semua pihak untuk selalu mengedepankan mekanisme hukum yang berlaku, menahan diri, menjaga kondusifitas, tidak terprovokasi, tidak terpolarisasi dan tidak mudah diadu domba oleh siapapun, terlebih tahun ini adalah tahun rawan berkenaan dengan momentum menjelang tahun 2024.

“Memohon kepada semua elemen anak bangsa utuk bersama mengawal tahapan yang masih berjalan ini
agar sesuai dengan jadwal yang ditetapkan sesuai peraturan perundangan yang berlaku,” tandasnya. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.