Gali Soal CSR, Anggota Pansus II DPRD Kudus Kunjungi Sejumlah Perusahaan di Kudus

oleh -904 kali dibaca
Sejumlah anggota Pansus II DPRD Kudus dipimpin oleh Kholid Mawardi saat melakukan kunjungan di pabrik air minum dalam kemasan Cleo di Desa Gondangmanis, Bae, Kudus saat berdialog dengan manager Aris Prasetyo, guna memperoleh informasi terkait pelaksanaan CSR perusahaan (Foto: YM)

Kudus, isknews.com – Sejumlah anggota Pansus II DPRD Kabupaten Kudus yang salah satu pembahasannya terkait rancangan peraturan daerah (Ranperda) tentang Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan atau corporate social responsibility (CSR) dimana perusahaan memiliki tanggung jawab terhadap sejumlah hal termasuk lingkungan sekitar dalam segala aspek operasional perusahaan.

Setelah menggelar rapat kerja dengan OPD terkait, para anggota Pansus langsung menindaklanjuti dengan Kunjungan Lapangan ke sejumlah perusahaan di Kudus diantaranya yakni PT. Sariguna Primatirta produsen Air minum dalam kemasan CLEO dan Anda di Desa Gondangmanis, Kecamatan Bae dan PT. Mandiri Garlica Pratama (ISOKU) Jepang, Mejobo, Kudus, Kamis (16/02/2023).

Dipimpin oleh Ketua Pansus II Kholid Mawardi, mengatakan kunjungannya dengan melihat langsung di lapangan ini sangat bermanfaat karena mengetahui seluruh aspirasi yang disampaikan oleh manajemen perusahaan terutama yang terkait dengan tanggung jawab perusahaan terhadap lingkungan di sekitarnya.

”Hari ini kami berkunjung ke sejumlah perusahaan, kami serap aspirasi mereka soal perpajakan, CSR, dan buruh atau ketenagakerjaan. Nah poin-poin ini yang akan kami jadikan patokan di public hearing mendatang,” kata Kholid Mawardi usai kunjungan.

Kunjungan lapangan ingin bertujuan mengetahui mengenai pajak dan retribusi dari beberapa CSR yang ada di Kabupaten Kudus. Dengan adanya Ranperda ini, harapannya agar dapat bermanfaat bagi CSR di Kabupaten Kudus dan bisa menyelaraskan persepsi dengan Pemerintah Daerah.

Ditempat yang sama anggota pansus II HM. Sutriyono menambahkan bahwa yang terpenting dengan adanya CSR yang digulirkan dalam bentuk ranperda ini agar tercipta kesepakatan yang baik dengan Pemerintah Daerah, Perusahaan maupun Pengusaha.

“Kedepannya nanti akan ada lembaga Pengelola untuk dana tersebut. CSR yang digulirkan dalam bentuk ranperda ini agar tercipta kesepakatan yang baik dengan Pemerintah Daerah, Perusahaan maupun Pengusaha terkait alokasi dana CSR Perusahaan,” terangnya.

Melalui ranperda ini nantinya diharapkan akan diketahui mana perusahaan di Kudus yang sudah menjalankan CSR-nya dan mana yang belum.  

”Namun untuk besarannya kami belum menentukan, hanya sesuai draft perusahaan wajib melakukan CSR sebesar dua persen dari laba perusahaan, itu masih bisa berubah,” pungkasnya.

Dalam kesempatan tersebut, saat dikonfirmasi media ini, Aris Prasetyo manager PT. Sariguna Primatirta Kudus mengaku perusahaannya sudah menjalankan program CSR sejak lama berupa bantuan kepada sejumlah rumah ibadah, bangunan infrastruktur jembatan Desa serta instansi-instansi seperti TNI dan Polri di Kudus.

“Dalam prakteknya mesti belum ada regulasi dari pemerintah daerah, namun untuk bantuan kepada masyarakat terutama sekitar perusahaan sudah kami lakukan secara terus menerus maupun yang sifatnya insidental,” ujar Aris.

Seperti diketahui tiga Panitia Khusus (Pansus) DPRD Kabupaten Kudus mulai menyerap aspirasi masyarakat sebagai bahan masukan penyusunan Ranperda yang menjadi tugasnya. Selain menggelar pblic hearing, kunjungan langsung ke lapangan pun juga dilakukan agar Ranperda yang disusun nanti benar-benar mewakili kepentingan semua pihak. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.