Galian C Ilegal Desa Klumpit Makan Korban, 4 Bocah SMP Tewas Tenggelam di Kubangan Lumpur

oleh

Kudus, isknews.com – Siang menjelang sore sepulang sekolah, pukul 14.30 Wib enam bocah laki-laki sebaya, siswa SMP beranjak menuju kawasan galian C ilegal di Dukuh Santren Desa Klumpit Kecamatan Gebog, Kudus, Rabu (22/01/2020).

Lokasi Galian C Ilegal tak jau dari TKP meninggalnya 4 bocah SMP saat berenang (Foto: YM)

Ditempat tersebut mereka berencana berenang bersama di sebuah kubangan air berlumpur bekas galian C. Sesampainya ditempat tersebut empat bocah masing-masing M Faruq Ilham (13), M Jihar
Gifri (13), David Raditya (14) dan Habib Roihan (13) secara bersama sama terjun dari bibir kubangan dan melompat ke air yang diperkirakan sedalam hampir 3 meter.

Sedangkan dua teman mereka yang lain Andreas Firman Zaki (13) dan Nurul Alfian (13) masih belum sempat melompat ke kubangan air berwarna keruh tersebut dan menunggu diatas.

Inilah Kubangan yeang merenggut nyawa enam bocah SMP saat berenang (Foto: YM)

Mereka satu per satu melompat ke dalam kubangan air. Namun sekali
lompatan mereka tidak muncul lagi, ditunggu hingga beberapa waktu, kedua bocah yang belum sempat terjun merasa curiga tentang keselamatan kawan-kawannya, keduanya panik dan lari ke perkampungan yang berjarak sekitar 400 meter dari TKP, untuk meminta bantuan warg dan meminta tolong serta menceritakan kejadiannya.

TRENDING :  Bambang Tri "Jokowi Undercover", Divonis 3 Tahun Penjara
Salah satu jenazah korban usai diperiksa di RSI Yakis Kudus (Foto : YM)

Sejumlah warga segera melakukan penyelaman untuk mencari posisi para korban dan benar saja keempatnya sudah meninggal akibat tenggelam. Mereka tenggelam diduga akibat akibat terjebak oleh lumpur di dasar air, sehingga tak kuasa mengayuh berenang keatas permukaan.

Oleh warga mereka dievakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit Islam (RSI) Sunan Kudus. Baru sekitar pukul 18.30 seluruh korban dibawa pulang keluarganya setelah mendapatkan visum dokter RSI Sunan Kudus.

Dari keempat korban, rencananya Faruq Ilham langsung dimakamkan Rabu mala mini. Sedang tiga lainnya dimakamkan Kamis (23/01/2020) pagi, seluruh korban baik yang meninggal maupun yang selamat adalah warga Desa setempat.

TRENDING :  Dianggap Tidak Adil Kades Karangampel Di Demo Warganya

Sesungguhnya galian C yang ada di Desa Klumpit ini melalui rapat bersama yang melibatkan seluruh pihak terkait dipimpin oleh Polres Kudus dan Satpol PP telah sepakat dilakukan penutupan dan sudah hampir dua bulan ini ditutup paksa karena tidak berizin.

Pengelola galian C sebenarnya telah diminta menutup bekas lubang galian dengan tenggat waktu dua pekan, namun hingga kini belum dilakukan hingga jatuh korban.

Bahkan di di tempat kejadian perkara (TKP), juga masih terlihat dua alat berat yang dalam rapat tersebut diperintahkan untuk dikeluarkan dari area penambangan.

Berdasar pantauan lubang bekas galian C dengan bentuk tidak teratur ukuran sekitar 15 x 20 meter per segi dengan kedalaman kurang lebih tiga meter, berisi genangan air selama musim hujan ini. Para korban tidak mengetahui kalau di bawah permukaan air terdapat lumpur tebal sisa galian C.

TRENDING :  Terpeleset Saat Buang Hajat, Sarkanah Terbawa Arus Sungai Kemasan

Kepala Sekolah SMP 2 Gebog, Abdullah Noor membenarkan dua siswa tewas Faruq Ilham dan Jihar Gifri, serta dua yang selamat Andreas dan Alfian merupakan siswa kelas 1 di SMP tem,pat ia mengajar.

Camat Gebog Kudus, Bambang Gunadi mengatakan, peristiwa naas mungkin tidak terjadi apabila bekas lubang galian C langsung ditutup paska kesepakatan penutupan.

Camat Gebog Kudus, Bambang Gunadi saat berada di RSI Yakis Sunan Kudus (Foto: YM)

“Kami ikut berbelasungkawa tehadap keluarga korban,” ujarnya.
Sementara paman dari korban Faruq Ilham, yaitu Gunadi menuturkan kalau pihak keluarga akan menuntut pihak pengelola dan Pemerintah Desa Klumpit yang tidak segera menjalankan kesepakatan penutupan atas bekas lubang galian C. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :