Gandeng JPK, Bellinda Inisiasi Ruang Aspirasi Perempuan Lewat Mutiara Desa

oleh -219 Dilihat
Wakil Bupati Kudus, Bellinda Putri Sabrina Birton saat bertatap muka dengan ratusan perempuan dalam program Mutiara Desa (Majelis Tampung Aspirasi Masyarakat Desa) sebagai ruang untuk menyerap aspirasi sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat. (Foto: Devy)

KUDUS, ISKNEWS.COM – Sempat dinilai sepi aktivitas terjun langsung ke masyarakat oleh warganet di sejumlah platform media sosial akhir-akhir ini, Wakil Bupati Kudus Bellinda Putri Sabrina Birton menjawab dengan menunjukkan gebrakan riil yang menghadirkan agenda menyasar langsung warga desa.

Bersama Jaringan Perempuan Kudus (JPK), organisasi perempuan yang diinisiasinya, Bellinda menghadirkan program Mutiara Desa (Majelis Tampung Aspirasi Masyarakat Desa) sebagai ruang untuk menyerap aspirasi sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat.

Agenda perdana digelar di Balai Desa Undaan Kidul, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, Senin (14/9/2026). Ratusan peserta hadir dan mendapat kesempatan menyampaikan langsung kebutuhan, harapan, kritik maupun persoalan yang berkembang di lingkungan mereka.

Ketua Umum Jaringan Perempuan Kudus (JPK), Dewi Nafisa Prabawati, mengatakan peserta yang hadir berasal dari berbagai organisasi dan kelompok perempuan di Kecamatan Undaan.

“Pesertanya dari berbagai organisasi perempuan di Kecamatan Undaan, ada Fatayat, Muslimat, kader Posyandu, PKK dan juga komunitas perempuan lainnya. Antusiasmenya luar biasa,” ujar Dewi.

Menurutnya, tingginya partisipasi masyarakat menunjukkan kebutuhan terhadap ruang dialog yang memungkinkan aspirasi disampaikan secara langsung. Mutiara Desa memang dirancang untuk mendengar suara masyarakat dari tingkat desa sekaligus memberikan edukasi sesuai kebutuhan warga.

Ia menambahkan, gagasan tersebut juga berangkat dari keinginan Bellinda untuk mengetahui secara langsung apa yang dibutuhkan masyarakat desa.

“Memang keinginan Ibu Bellinda untuk tahu masyarakat desa itu keinginannya apa, yang dibutuhkan masyarakat itu apa. Nah, itu yang kemudian kami cerna menjadi sebuah program,” katanya.

Dewi menegaskan, berbagai aspirasi yang disampaikan dalam forum tidak akan berhenti sebatas pencatatan. Seluruh masukan akan didata melalui database untuk kemudian dikaji dan ditindaklanjuti.

“Aspirasi yang dikumpulkan memang kami data. Kami ada database, terus kemudian ditindaklanjuti. Jadi tidak hanya menulis saja, tetapi aspirasi itu kami tindak lanjuti satu per satu. Semua nanti kami rekap, kemudian kami kaji bersama. Aspirasi yang memungkinkan untuk direalisasikan akan kami upayakan satu per satu,” ujarnya.

Tingginya antusiasme masyarakat juga menjadi catatan tersendiri dalam kegiatan perdana tersebut. Panitia awalnya menargetkan sekitar 250 peserta, kemudian jumlahnya berkembang menjadi 350 orang.

“Kami sempat khawatir karena ini hari Senin dan acaranya siang. Target awal kami 250 peserta, kemudian menjadi 350, tetapi ternyata antusias masyarakat sangat luar biasa. Kalau snack habis, berarti yang hadir lebih dari 350,” ungkap Dewi.

Program Mutiara Desa diagendakan berlangsung setiap dua minggu sekali dan dilaksanakan secara bergilir di wilayah Kabupaten Kudus. JPK menargetkan rangkaian kegiatan tersebut dapat menjangkau sembilan kecamatan hingga akhir 2026.

“Untuk lokasi berikutnya, JPK masih menyesuaikan dengan kesiapan masing-masing wilayah. Sepertinya Kecamatan Kota menjadi salah satu wilayah yang berpeluang menjadi lokasi kegiatan selanjutnya,” tandas Dewi. (YM/YM)

No More Posts Available.

No more pages to load.