Kudus, isknews.com – Museum Kretek Kudus, tak lama lagi akan mempunyai pintu keluar. Gapura pintu khusus pengunjung yang meinggalkan museum itu, kini sedang dibangun dengan anggaran sebesar Rp 453,723 juta. Anggaran tersebut berasal dari APBD Kabupaten Kudus TA 2017. Letak pintu keluar ini sekitar 30 meter di sebelah utara gapura pintu masuk Museum Kretek.
Kepala Dinas Kebudayaa dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Kudus, Yuli Kasiyanto, melalui Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Museum, Suyanto, yang dihubungi isknews.com, Selasa (29/08), mengatakan hal itu. Menurut dia, Museum Kretek sebagai salah satu obyek wisata di Kudus, sekarang ini menjadi tujuan utama warga masyarakat Kabupaten Kudus, lebih-lebih pada setiap Sabtu dan Minggu, serta hari libur lainnya. “Keramain pengunjung untuk menikmati wahana water-boom. Jumlah pengunjung mencapai ratusan, belum lagi kalau sedang ada even, seperti lomba burung.”
Adanya keramaian yang mengundang massa itu, lanjutnya, tak urung menimbulkan kemacetan di pintu masuk Museum Kretek. Pasalnya, pintu yang hanya satu-satunya itu, juga berfungsi sebagai pintu keluar pengunjung museum. Arus pengunjung yang masuk maupun keluar dari pintu yang sama secara bersamaan, menimbulkan kemacetan kendaraan roda dua maupun roda empat yang digunakan oleh pengunjung. “Dari laporan yang saya terima, kemacetan kendaraan pengunjung yang dari arah selatan, sampai pertigaan, sedangkan dari utara, kemacetan juga cukup panjang.”
Kejadian di atas, tak urung mengundang perhatian Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Kudus. Melalui pemberitahuan tertulis, Sat Lantas Polres meminta agar pihak pengelola Museum Kretek mengatasi kemacetan tersebut. Hingga kemudian ditindaklanjuti mengajukan usulan pembangunan gapura pinti keluar museum. “Usulan pembangunan Gapura Pintu Keluar Museum Kreetek itu, kami ajukan pada TA 2017 ini dan disetujui, sehigga bisa langsung dikerjakan,” jelas Kepala UPTD Musuem Disbudpar Kabupaten Kudus itu. (DM)











