Gedung Arpusda Kudus Dibangun, Pemkab Libatkan Kejaksaan dan Polisi Awasi Proyek

oleh -352 Dilihat
Libatkan APH dalam pengawasan pembangunan proyek, ground breaking pembagunan gedung Arpusda Kudus dimulai, Rabu 9/7/2025 (Foto: YM)

Kudus, isknews.com – Diharapkan menjadi episentrum baru kegiatan literasi di Kabupaten Kudus, pembangunan Gedung Arsip dan Perpustakaan Daerah (Arpusda) Kudus bukan sekadar proyek fisik semata, namun lebih dari itu sekaligus sebagai ruang belajar alternatif, sekaligus ruang publik edukatif bagi masyarakat dari berbagai latar belakang

Langkah besar ini resmi dimulai pada Rabu (9/7/2025) dengan seremoni peletakan batu pertama oleh Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, di kawasan Kompleks Balai Jagong. Proyek ini menyedot anggaran senilai Rp 8,429 miliar di atas lahan seluas 5.805,52 meter persegi.

Bupati Sam’ani mengungkapkan bahwa pembangunan Arpusda ini merupakan bentuk keseriusan Pemkab dalam membangun peradaban berbasis literasi. Ia menekankan bahwa perpustakaan bukan hanya bangunan, melainkan tempat tumbuhnya pemikiran dan ide.

“Gedung ini bukan milik saya, tapi milik rakyat. Saya ini cuma ngenger saja,” kata Sam’ani, disambut tepuk tangan para hadirin.

Pemerintah tidak ingin main-main. Demi menjamin akuntabilitas dan transparansi, Kejaksaan Negeri dan Kepolisian dilibatkan sejak awal untuk mengawasi proses pembangunan.

“Kami ingin sejak perencanaan hingga pelaksanaan dikawal. Kalau ada penyimpangan, bisa langsung terdeteksi,” tegasnya.

Bupati juga menyoroti pentingnya buku fisik di tengah gempuran era digital. Menurutnya, membaca buku secara langsung tetap memiliki keasyikan dan pengalaman tersendiri yang tak tergantikan.

Gedung Arpusda akan mengintegrasikan berbagai fasilitas literasi dalam satu kawasan. Tak hanya menyediakan koleksi buku fisik, perpustakaan ini juga menghadirkan layanan digital, serta dirancang ramah untuk semua usia — dari anak-anak PAUD hingga mahasiswa.

“Konsepnya seperti pendopo. Terbuka untuk siapa saja, edukatif dan ramah anak,” ujar Sam’ani.

Empat bangunan satu lantai akan dibangun saling terhubung lewat koridor terbuka. Setiap ruang didesain sesuai standar layanan nasional perpustakaan, termasuk ruang baca umum, ruang anak, front office, ruang staf, hingga teater mini.

“Kita ingin indeks literasi masyarakat Kudus bisa meningkat signifikan. Syukur-syukur bisa tembus 75 persen. Ini bukan sekadar angka, tapi investasi masa depan generasi Kudus,” imbuh Sam’ani.

Kepala Kejaksaan Negeri Kudus, Henriyadi W Putro, memastikan komitmen penuh dalam pengawasan proyek ini. Menurutnya, keterlibatan institusinya menjadi simbol penguatan transparansi dan kepercayaan publik.

“Kami bukan hanya penonton. Semua proses akan dikawal bersama inspektorat dan Dinas PU,” ujarnya.

Camat Kota Kudus, Andrias Wahyu Adi Setiawan, menjelaskan bahwa pembangunan di lahan seluas hampir 1 hektare ini tetap memperhatikan aspek fungsi dan kenyamanan. Selain bangunan, akan disediakan taman terbuka dan area bermain anak.

“Fasilitasnya lengkap. Pembangunan fisik ditargetkan rampung empat bulan, tapi untuk operasional penuh butuh anggaran tambahan dan penguatan SDM,” jelasnya.

Arpusda Kudus diharapkan bisa menjadi episentrum baru kegiatan literasi,. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.