Hitam Pekat dan Berbau Tak Sedap, Banjir Tanggulangin di Duga Tercemari Limbah Pabrik

oleh -517 kali dibaca

Kudus, isknews.com – Dugaan tercemarnya air banjir oleh limbah perusahaan yang terjadi di Dukuh Tanggulangin, Desa Jati Wetan, Kecamatan Jati, Kudus, dikeluhkan oleh waega setempat.

Warga mengatakan bila kawasan disekitar kediamannya tiap tahun hampir selalu terdampak banjir namun air banjir tidak pernah berwarna hitam pekat dan berbau tak sedap.

Anggota Komisi D DPRD Kudus, Sayyid Yunanta pun ikut angkat bicara saat mengunjungi langsung kawasan banjir yang ramai dibicarakan oleh warganet akibat dugaan tercampurnya dengan limbah buangan pabrik.

“Warga di sini terkena musibah banjir masih ditambahi limbah. Sangat memprihatinkan. Pelakunya tega banget,” katanya saat ditemui awak media di lokasi banjir Dukuh Tanggulangin RT 5 RW 3, Desa Jati Wetan, Kecamatan Jati, Kamis, (04/02/2021).

Sayid tak mau menjelaskan perusahaan mana yang dianggapnya telah mencemari lingkungan dan terbawa arus banjir ke pemukiman warga.

“Pokoknya perusahaan manapun yang diketahui menjadi penyebab tercemarnya lingkungan ini kami minta pemerintah kabupaten Kudus untuk segera memberikan tindakan tegas,” ujarnya.

Menurut Sayid, Pemerintah Kabupaten Kudus harus serius menangani permasalahan ini. Melakukan penyelidikan sumber pencemaran juga perlu dilakukan.

“Penanganan ini harus menjadi prioritas (Pemkab Kudus). Pertama banjir di sini merupakan musibah tahunan. Kedua limbah ini sangat mengganggu warga,” ujarnya.

Imbuhnya, “Baunya bikin mual, airnya kalau kena kulit bikin gatal-gatal. Limbah ini juga mencemari sumur warga, sehingga warga di sini krisis air bersih,”

Penetapan permaslaahan banjir sebagai skala prioritas dari Pemkab Kudus. Diharapkan dapat menyelesaikan permasalahan banjir yang menjadi momok bagi warga setiap kali musim hujan datang.

“Nanti akan kita bantu penganggarannya. Misal dari hasil kajiannya dibutuhkan penambahan folder, nanti kita bantu anggarkan,” tandasnya.

Terpisah, Kepala UPTD Puskesmas Jati mengatakan pihaknya bersama Dinas PKPLH Kudus telah melakukan pengambilan sampel limbah, Rabu, 3 Februari 2021 lalu.

“Pengujian dari Dinas PKPLH. Hasilnya kami belum diketahui,” tuturnya.

Sementara itu warga yang rumahnya terdampak banjir Muksin (60) mengatakan, dirinya menuding pihak Perusahaan Pura yang diduga telah mencemari kawasan di sekitar kediamannya.

“Saya melihat sendiri ada buangan berwarna hitam dari pabrik itu, baru kali ini banjir disini seperti ini, airnya menyebabkan gatal-gatal, sakit perut dan baunya membuat kepala jadi pusing,” ujarnya. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.