Kudus, isknews.com – Melalui DIY ASEAN e-Xchange Programme, Kantor urusan Internasional, Universitas Muhammadiyah Kudus (UMKU) memperkenalkan budaya Indonesia ke Mancanegara. Bersama Universitas besar di Asia yakni Temasek Polytechnic Singapura dan Multimedia University, Malaysia (MMU).
Bukan kali pertama kegiatan yang dilaksanakan dari tanggal 5-7 Oktober 2020 ini diikuti oleh UMKU, karena pada bulan Juni lalu mahasiswa UMKU juga mengikuti Student Mobility selama dua minggu bersama dengan peserta dari 12 negara.
Ada 30 Mahasiswa yang mengikuti e-Xchange Programme ,yakni terdiri dari 10 mahasiswa UMKU, 10 mahasiswa Temasek Polytechnic Singapura dan10 mahasiswa Multimedia, Malaysia (MMU).
Perwakilan mahasiswa UMKU yaitu, Putri Kamila Warda (S1 Keperawatan), Thoriq Sidiqi (S1 Hukum), Muhammad Ghofur (S1 Teknik Industri), Risqi Utami (S1 Matematika), Khoirul Umam Haqiqi (S1 Ilmu Komputer), Lilis Kmaliyatun (S1 Ekonomi Syariah), Risa Putriananda (D3 Kebidanan) Tiffani Ade Yaumilia (S1 PGSD), Inayah Fauzul Mona (S1 Akuntansi), dan Ananda Widiutomo (S1 Sistem Infromasi).
Amalia Rahmawati, M.Pd kepala Kantor Urusan Internasional UMKU mengugkapkan jika kegiatan ASEAN e-Xchange Program ini merupakan kegiatan student mobility mahasiswa.
“Mahasiswa dapat mendapatkan pengetahuan dan pengalaman dengan negara lain dan dilakasanakan secara daring. Semoga pandemi covid 19 segera berakhir, dan mahasiswa dapat melaksanakan kegiatan student mobility ke luar negeri secara fisik,” Ungkapnya, Rabu (07/10/2020).
Ada 3 narasumber di kegiatan DIY ASEAN e-Xchange programme yaitu Dr. Ong Sue Lyn, Dean, Faculty of Applied Communication Multimedia University, Malaysia, Anny Rosiana Masithoh, M.Kep (Universitas Muhammadiyah Kudus), dan Amy Daga dari Temasek Polytechnic Singapura.

Para narasumber menyampaikan materi-materi tentang Gender differences Generation differences, Social-economic differences, Local ethnicity differences, and Foreign workers differences.
Narasumber pertama, Dr. Ong Sue Lyn, Dean, menyampaikan bahwa permasalahan gender masih menjadi PR bersama, karena perempuan masih belum cukup dipercaya.
“Hal ini dikarenakan kebanyakan orang berfikir bahwa perempuan tidak seharusnya melakukan pekerjaan berat, selain itu, para penderita disabilitas di Malaysia didominasi oleh physical health,” tuturnya.
Ia juga mengungkapkan jika Malaysia didominasi oleh pekerja terbanyak dari Indonesia, kebanyakan dari mereka adalah pekerja lelaki.

Anny Rosiana Masithoh, M.Kep sebagai narasumber kedua perwakilan dari UMKU membahas tentang budaya lokal dan isu gender yang menyertainya. Di awal pemaparanmya, ia menjelaskan bahwa kesempatan untuk memahami etnis di Indonesia semakin diperkuat dengan tersedianya sensus tahun 2010 yang menyertakan kumpulan data etnis yang sangat kaya.
“Indonesia didominasi oleh etnis tertinggi ialah, Jawa, Sunda, dan Batak. Selain itu, ia juga menyampaikan bahwa secara umum, gender diartikan sebagai identifikasi perbedaan antara laki-laki dan perempuan dari perspektif sosial, pekerjaan, dan budaya. Jadi, permasalahan gender adalah permaslahan konstruks sosial yang dibangun di masyarakat,” terang Anny.
Sedangkan Amy Daga dari Temasek Polytechnic Singapura, menyampaikan bahwa keberagaman berarti perbedaan identitas.
“Kebijakan secara inklusi dibuat untuk memastikan agar tetap bisa beraktifitas, makan, dan minum serta tetap terlibat dalam menjalani hidup dengan perbedaan,” katanya.
Meskipun program ini dilaksanakan secara online, namun peserta tetap bisa berinteraksi dengan narasumber dan peserta lainnya. Untuk membangun kedekatan, mahasiswa dibagi menjadi lima kelompok, yakni terdiri dari 6 mahasiswa dari 3 negara (2 Indonesia, 2 Malaysia dan 2 Singapura).
Banyak hal yang didapatkan oleh mahasiswa, karena dalam program ini mahasiswa saling sharing tentang isu gender, etnis, budaya dan sosial ekonomi.
Selain itu, mahasiswa dituntut dapat melakukan critical thinking guna menyikapi perbedaan, ditengah kegiatan ada beragam games seru yang membuat mahasiswa semakin antusias mengikuti program ini.
Kegiatan yang dilakukan selama tiga hari ini, memberikan kesan dan kebanggan tersendiri bagi mahasiswa UMKU. Salah satunya bagi Ananda Widitomo mahasiswa S1 Sistem Informasi
“Pengalaman yang sangat luar biasa , bisa dipertemukan walaupun melalui daring, dengan mahasiswa dan mahasiswi hebat dari Singapura dan Malaysia” ungkapnya. (YM/YM)











