Ini Penjabaran QS.Ali Imran 30-36, Ngaji Tafsir Al-Qur’an KH.Sya’roni Ahmadi

oleh -5,419 kali dibaca

Kudus, isknews.com – Pengajian kitab Tafsir Al-Qur’an yang diasuh oleh kyai Kharismatik KH Sya’roni Ahmadi Alhafidz dilaksanakan setelah sholat subuh berjama’ah di Masjid Al-Aqsha Menara Kudus sejak dimulainya pada 5 Ramadhan 1438H lalu.

Kalangan kaum sarungan yang sedang ‘nyantri’ di pesantren yang tak jauh dari makam Sunan Kudus dan Masyarakat umum telah membanjiri lokasi area menara. Pantauan isknews.com dilokasi, mereka terlihat sangat antusias dan tidak bosan-bosannya mengais ilmu dari yai sya’roni ahmadi.

Berikut Deskripsi yang disusun oleh Muhammad Bahaudin pada Rabu fajar, 7 Juni 2017 terkait penjabaran surat Ali Imron Ayat 30-36 Surat Madaniyyah, Surat ke-3 yang berjumlah 200 ayat, dimana surat ini terpanjang no. 2 setelah surat Al-Baqarah.

Tema : ITTIBA’ KEPADA RASULULLAH, HAMBA-HAMBA PILIHAN & KISAH KELUARGA IMRAN BAGIAN I
بسم الله الرحمن الرحيم
يَوْمَ تَجِدُ كُلُّ نَفْسٍ مَا عَمِلَتْ مِنْ خَيْرٍ مُحْضَرًا وَمَا عَمِلَتْ مِنْ سُوءٍ تَوَدُّ لَوْ أَنَّ بَيْنَهَا وَبَيْنَهُ أَمَدًا بَعِيدًا وَيُحَذِّرُكُمُ اللَّهُ نَفْسَهُ وَاللَّهُ رَءُوفٌ بِالْعِبَادِ (30) قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ (31) قُلْ أَطِيعُوا اللَّهَ وَالرَّسُولَ فَإِنْ تَوَلَّوْا فَإِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْكَافِرِينَ (32) إِنَّ اللَّهَ اصْطَفَى آَدَمَ وَنُوحًا وَآَلَ إِبْرَاهِيمَ وَآَلَ عِمْرَانَ عَلَى الْعَالَمِينَ (33) ذُرِّيَّةً بَعْضُهَا مِنْ بَعْضٍ وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ (34) إِذْ قَالَتِ امْرَأَةُ عِمْرَانَ رَبِّ إِنِّي نَذَرْتُ لَكَ مَا فِي بَطْنِي مُحَرَّرًا فَتَقَبَّلْ مِنِّي إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ (35)  فَلَمَّا وَضَعَتْهَا قَالَتْ رَبِّ إِنِّي وَضَعْتُهَا أُنْثَى وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِمَا وَضَعَتْ وَلَيْسَ الذَّكَرُ كَالْأُنْثَى وَإِنِّي سَمَّيْتُهَا مَرْيَمَ وَإِنِّي أُعِيذُهَا بِكَ وَذُرِّيَّتَهَا مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ (36)
Artinya : (30) Pada hari ketika tiap-tiap diri mendapati segala kebajikan dihadapkan (dimukanya), begitu (juga) kejahatan yang telah dikerjakannya; ia ingin kalau kiranya antara ia dengan hari itu ada masa yang jauh; dan Allah memperingatkan kamu terhadap siksa-Nya. Dan Allah sangat Penyayang kepada hamba-hamba-Nya (31) Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu”. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (32) Katakanlah: “Taatilah Allah dan Rasul-Nya; jika kamu berpaling, maka sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang kafir” (33) Sesungguhnya Allah telah memilih Adam, Nuh, keluarga Ibrahim dan keluarga ´Imran melebihi segala umat (di masa mereka masing-masing) (34) (sebagai) satu keturunan yang sebagiannya (turunan) dari yang lain. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui (35) (Ingatlah), ketika isteri ´Imran berkata: “Ya Tuhanku, sesungguhnya aku menazarkan kepada Engkau anak yang dalam kandunganku menjadi hamba yang saleh dan berkhidmat (di Baitul Maqdis). Karena itu terimalah (nazar) itu dari padaku. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui” (36) Maka tatkala isteri ´Imran melahirkan anaknya, diapun berkata: “Ya Tuhanku, sesunguhnya aku melahirkannya seorang anak perempuan; dan Allah lebih mengetahui apa yang dilahirkannya itu; dan anak laki-laki tidaklah seperti anak perempuan. Sesungguhnya aku telah menamai dia Maryam dan aku mohon perlindungan untuknya serta anak-anak keturunannya kepada (pemeliharaan) Engkau daripada syaitan yang terkutuk.

?Ayat 30 ?
Tafsiran Ayat
قُلْ } لهم { إِن تُخْفُواْ مَا فِى صُدُورِكُمْ } قلوبكم من موالاتهم { أَوْ تُبْدُوهُ } تظهروه { يَعْلَمْهُ الله } هو { يَعْلَمُ مَا فِى السموات وَمَا فِي الأرض والله على كُلّ شَيْء قَدِيرٌ } ومنه تعذيب مَنْ والاهم . اذكر { يَوْمَ تَجِدُ كُلُّ نَفْسٍ مَّا عَمِلَتْ مِنْ خَيْرٍ مُّحْضَرًا وَمَا عَمِلَتْ مِن سُوءٍ } مبتدأ خبره { تَوَدُّ لَوْ أَنَّ بَيْنَهَا وَبَيْنَهُ أَمَدَا بَعِيدًا } غاية في نهاية البعد فلا يصل إليها { وَيُحَذّرُكُمُ الله نَفْسَهُ } كرّر للتأكيد {والله رَءوفٌ بالعباد} .
Artinya: (30) (Pada hari ketika tiap-tiap diri mendapati segala kebajikan dihadapkan, begitu kejahatan yang telah dikerjakannya) menjadi mubtada sedangkan yang menjadi khabarnya; (ia ingin kalau kiranya antara ia dengan hari itu ada masa yang jauh) teramat jauh hingga ia takkan pernah sampai padanya; (dan Allah memperingatkan kamu terhadap siksa-Nya) diulangi untuk memperkuat. (Dan Allah sangat Penyayang kepada hamba-hamba-Nya) ayat ini berikut turun tatkala mereka mengatakan, “kami tidaklah menyembah berhala itu hanyalah karena kecintaan kami kepada Allah, kami bermaksud agar berhala-berhala itu mendekatkan kami kepadanya

Ayat ini menerangkan situasi Qiyamat:
· Orang yang amalnya baik merasa senang seperti ibadah Qurban, Silaturrahim, Aqiqah dan lain sebagainya besok amal tersebut akan membahagiakan, menyenangkan dan menjadi kendaraan. Amal baik itu akan berbicara kepada orang yang beramal: “Ya Fulan, kamu yang didunia disibukkan dan dibebani beramal demikian…demikian, sekarang saya persilahkan anda menaiki saya (menyibukkan saya)

· Orang yang amalnya buruk (jelek) akan jadi menjadi makhluk akan menjadikanya bersedih, berkeinginan lepas, yang mengerikan (weweden/ demit/ syetan), yang berbau busuk dan tidak enak; amal tersebut akan datang minta untuk digendong oleh orang yang beramal buruk. Adapun hujjahnya di Surat An-Nahl ayat 25 dan ayat al-An’am ayat 31 sebagai berikut:
لِيَحْمِلُوا أَوْزَارَهُمْ كَامِلَةً يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَمِنْ أَوْزَارِ الَّذِينَ يُضِلُّونَهُمْ بِغَيْرِ عِلْمٍ أَلَا سَاءَ مَا يَزِرُونَ (25)
Artinya: (25) (ucapan mereka) menyebabkan mereka memikul dosa-dosanya dengan sepenuh-penuhnya pada hari kiamat, dan sebahagian dosa-dosa orang yang mereka sesatkan yang tidak mengetahui sedikitpun (bahwa mereka disesatkan). Ingatlah, amat buruklah dosa yang mereka pikul itu.
وَهُمْ يَحْمِلُونَ أَوْزَارَهُمْ عَلَى ظُهُورِهِمْ أَلَا سَاءَ مَا يَزِرُونَ (31)
Artinya: “….sambil mereka memikul dosa-dosa di atas punggungnya. Ingatlah, amat buruklah apa yang mereka pikul itu”

Selain itu orang yang beramal buruk itu akan berhadap adanya jarak yang jauh antara dirinya dengan amal jeleknya itu sebagaimana ia mengatakan kepada syaitan pendampingnya semasa di dunia dan syaitan itu pula yang menjadikanya berani berbuat jahat: (ياليت بيني وبينك بعد المشرقين فبئس القرين) artinya: …..”Aduhai, semoga (jarak) antaraku dan kamu seperti jarak antara masyrik dan maghrib, maka syaitan itu adalah sejahat-jahat teman (yang menyertai manusia)”

Setelah itu Allah dalam lanjutan Ayat mengukuhkan hal tersebut dan mengancam dan memberikan harapan kepada hamba-hamba-Nya agar tidak putus asa dari rahmat dan kelembutanya.

?Ayat 31- Ayat 32?
A. Asbab Nuzul Ayat

Dalam Tafsir Jalalin
ونزل لما قالوا : ما نعبد الأصنام إلا حباً لله ليقرّبونا إليه
Artinya: ayat berikut turun tatkala mereka mengatakan, “kami tidaklah menyembah berhala itu hanyalah karena kecintaan kami kepada Allah, kami bermaksud agar berhala-berhala itu mendekatkan kami padanya”.

Dalam Tafsir Ibnu Katsir
وقال الحسن البصري وغيره من السلف: زعم قوم أنهم يحبون الله فابتلاهم الله بهذه الآية، فقال: { قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ }
Artinya: Al-Hasab al-Bashri dan beberapa ulama Salaf berkata: “Ada suatu kaum yang mengaku mencintai Allah, lalu Allah menguji mereka melalui ayat ini”

B. Tafsiran Ayat
{قُلْ} لهم يا محمد { إِن كُنتُمْ تُحِبُّونَ الله فاتبعونى يُحْبِبْكُمُ الله } بمعنى أنه يثيبكم { وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ والله غَفُورٌ } لمن اتبعني ما سلف منه قبل ذلك { رَّحِيمٌ } به .  { قُلْ } لهم { أَطِيعُواْ الله والرسول } فيما يأمركم به من التوحيد { فَإِن تَوَلَّوْاْ } أعرضوا عن الطاعة { فَإِنَّ الله لاَ يُحِبُّ الكافرين } فيه إقامة الظاهر مقام المضمر أي لا يحبهم بمعنى أنه يعاقبهم .
Artinya: (31) (Katakanlah) kepada mereka hai Muhammad (Jika kamu benar-benar mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi) dengan arti bahwa Dia memberimu pahala (dan mengampuni dosa-dosamu, Allah Maha Pengampun) terhadap orang yang mengikutiku,mengenai dosa-dosanya yang telah terjadi sebelum itu (lagi Maha Penyayang) kepadanya (32) (Katakanlah) kepada mereka (Taatilah Allah dan Rasul-Nya) mengenai ketauhidan yang diperintahkan-Nya (jika kamu berpaling) atau menyimpang dari ketaatan (maka sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang kafir) di sini terdapat penempatan zhahir di tampat mudhmar karena semestinya laa yuhibbuhum hingga kalimat itu berarti bahwa Dia akan menyiksa mereka.

Pada ayat 31 ini sebagai pemutus hukum bagi setiap orang yang mengaku mencintai Allah tetapi tidak menempuh jalan Muhammad, Rasulullah, bahwa dia adalah pembohong dalam pengakuan cintanya itu sehingga dia mengikuti syari’t dan agama yang dibawa oleh Nabi Muhammas SAW dalam semua ucapan dan perbuatanya. Sebagaimana yang disebutkan dalam sebuah hadist shahih, dari Rasulullah SAW, beliau bersabda :
من عمل عملا ليس عليه أمرنا فهو رد
“Barang siapa melakukan suatu amal yang tidak ada perintah dari kami maka amalan itu tertolak”.

?Tambahan Mbah Sya’roni:
Dahulu kala ada orang Yahudi (yang terkenal nakal) ingin memecah belah orang Kristen dengan cara menyamar. Suatu hari menemui pendeta dengan keadaan rambut tidak tersisir, dan pakaian compang camping. Datang ke pendeta dengan mengaku bahwa dirinya nasrani (Kristen) sedang diburu orang yahudi (meminta perlindungan). Salah satu caranya memecah belah dengan cara mempelajari kitabnya orang Kristen. Suatu malam ia teriak menangis dan ditanya “ada apa?” dijawab: “saya ketemu Yesus bahwa yesus bilang bahwa tuhan itu tri tunggal artinya bisa dikatakan Tuhan jika kumpul 3 yaitu Maryam, Allah dan Isa”. Tapi pendeta tadi diamani untuk disebarkan sebelum dia mendapat panggilan suci dengan berkurban. Lalu bilang ke pendeta yang kedua dengan pernyataan : “Isa itu anak Tuhan”. Kemudian mengkabarkan lagi ke pendeta yang lain (pendeta ke 3) dengan pernyataan “nabi Isa dan Allah adalah Satu kesatuan Tuhan, Allah ruhnya dan Nabi Isa itu jasadnya”. Oleh karena itu dalam kitab umat Kristen tidak utuh dan Tuhanya macam-macam karena dipecah sama orang Yahudi. Keterangan ini ada dalam Al-Qur’an sebagai bukti bahwa Yahudi memecah belah orang Kristen dalam Surat Al-Maidah ayat 73:
لَقَدْ كَفَرَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ هُوَ الْمَسِيحُ ابْنُ مَرْيَمَ وَقَالَ الْمَسِيحُ يَا بَنِي إِسْرَائِيلَ اعْبُدُوا اللَّهَ رَبِّي وَرَبَّكُمْ إِنَّهُ  مَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنْصَارٍ (72) لَقَدْ كَفَرَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ ثَالِثُ ثَلَاثَةٍ وَمَا مِنْ إِلَهٍ إِلَّا إِلَهٌ وَاحِدٌ وَإِنْ لَمْ يَنْتَهُوا عَمَّا يَقُولُونَ لَيَمَسَّنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ  (73)
Artinya: (72) Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: “Sesungguhnya Allah ialah Al Masih putera Maryam”, padahal Al Masih (sendiri) berkata: “Hai Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu”. Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun (73) Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan: “Bahwasanya Allah salah seorang dari yang tiga”, padahal sekali-kali tidak ada Tuhan selain dari Tuhan Yang Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu, pasti orang-orang yang kafir diantara mereka akan ditimpa siksaan yang pedih.

Oleh karena Bibel kitabnya orang Kristen banyak ragame dan isinya berbeda-beda lantaran karena pecah belahnya orang Yahudi, namun orang nasrani tidak mengakui bahwa dirinya sudah ditipu dan dipecah belah.

Selanjutnya pada ayat 32 ditunjukkan bahwa menyalahi Allah dalam menempuh jalan-Nya marupakan perbuatan kufur, sebab Allah tidak menyukai orang-orang yang berpredikat seperti itum meskipun ia mengaku mencintai Allah dan bertaqarrub kepada-Nya, sampai dia benar-benar mengikuti Rasulullah SAW, Nabi yang Ummi, penutup para Rasul yang diutus kepadanya segenap jin dan manusia.

?Ayat 33 dan 34?
Tafsiran Ayat
{ إِنَّ الله اصطفى } اختار { آدَمَ وَنُوحًا وَءالَ إِبْرَاهِيمَ وَءَالَ عِمْرَانَ } بمعنى أنفسهما { عَلَى العالمين } بجعل الأنبياء من نسلهم .   { ذُرّيَّةً بَعْضُهَا مِن } ولد { بَعْض } منهم { والله سَمِيعٌ عَلِيمٌ } .
Artinya: (33) (Sesungguhnya Allah telah memilih Adam, Nuh, keluarga Ibrahim dan keluarga ´Imran) dengan makna diri dari yang bersangkutan (melebihi segala umat) yakni dengan menjadikan nabi-nabi itu dari anak cucu dan keturunan (34) (satu keturunan yang sebagiannya dari) turunan (yang lain). (Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui)

Allah memberitahukan bahwa Dia telah memilih beberapa keluarga atas keluarga lainya di belahan bumi ini. Dia memilih Adam yang Dia telah menciptakannya dengan kekuasaan-Nya sendiri dan ditiupkan dengan ruh kepadanya, serta memerintahkan para Malaikat bersujud kepadanya. Dia juga mengajarkan kepadanya nama segala sesuatu dan menempatkanya di Surga. Kemudian menurunkanya dari surga, yang dalam peristiwa tersebut mengandung hikmah.

?Tambahan dikutip dari kitab Tahrir wa Tanwir:
أنّ آدم وُجد على الأرض في وقت يوافق سنة 3942 اثنتين وأربعين وتسعمائة وثلاثة آلاف قبل ميلاد عيسى وأنه عاش تسعمائة وثلاثين سنة فتكون وفاته في سنة 3012 اثنتي عشرة وثلاثة آلاف قبل ميلاد عيسى هذا ما تقبّله المؤرّخون المتبعون لضبط السنين
Artinya: Bahwa sesungguhnya Nabi Adam di Bumi saat tahun 3942 SM, hidup selama 930 tahun dan meninggal pada tahun 3012 SM.

Selanjutnya Allah memilih Nuh dan menjadikanya Rasul pertama yang diutus kepada penduduk bumi ini, pada saat manusia menyembah berhala dan menyekutukan-Nya, yang mana Dia tidak pernah menurunkan hujjah untuk itu. Lalu Allah mengadzab (mereka, untuk membela Nabi Nuh) ketika dia telah lama terjun ditenggah-tenggah mereka, menyeru mereka ke jalan Allah pada siang hari dan malam hari, secara sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan, namun hal itu hanyalah menambah mereka lari (dari kebenaran). Kemudian Nuh mendoakan kejelekan (kebinasaan) atas mereka, maka Allah SWT pun menenggelamkan mereka, tidak ada yang selamat kecuali orang-orang yang mengikuti yang dibawanya.

?Tambahan diambil dari Taurat:
أمّا نوح فتقول التوراة : إنه ابن لاَمك وسمّي عند العرب لَمَك بن متوشالخ بن أخنوخَ ( وهو إدريس عند العرب ) ابن يارد بتحتية في أوله بن مَهلئيل بميم مفتوحة فهاء ساكنة فلام مفتوحة بن قينان بن أنوش بن شيث بن آدم . وعلى تقديرها وتقدير سني أعمارهم يكون قد ولد سنة ست وثمانين وثمانمائة وألفين قبل ميلاد عيسى وتوفي سنة ست وثلاثين وتسعمائة وألف قبل ميلاد عيسى والقول فيه كما تقدم في ضبط تاريخ وجود ءادم . وعلى رأي الجمهور فالبشر كلهم يرجعون إلى أبناء نوح الثلاثة سام ، حام ، ويافث ، وهو أول رسول بعثه الله إلى الناس حسب الحديث الصحيح ، وعُمِّر نوح تسعماية وخمسين سنة على ما في التوراة
Artinya: Nuh dalam Kitab Taurat: adalah putra Laamak oleh orang Arab disebut Lamak. Adapun nama lengkapnya Lamak bin Matusyalikh bin Akhnukh (Nabi Idris) bin Yarid bin Mahya’il bin Qainan bin Anusy bin Syits bin Adam. Beliau dilahirkan tahun 2886 SM dan meninggal pada tahun 1936 SM. Menurut Jumhur (Mayoritas ulamak) seluruh manusia itu kembalinya kepada 3 anak Nuh mereka adalah Sam, Ham dan Yafs. Nuh merupakan rasul pertama yang diutus oleh Allah untuk menyampaikan risalahnya kepada manusia. Umur beliau seperti dikutip di Taurat adalah 950 tahun.

Setelah itu Allah memilih keluarga Ibrahim, yang diantaranya keluarganya adalah Nabi Muhammad SAW, manusia paling mulia, penutup para Nabi.

Juga memilih keluarga ‘Imran. Yang dimaksud dengan Imran disini adalah ayah Maryam binti Imran, Ibu Isa bin Maryam. Karena ‘Imran dalam Al-Qur’an ada 2:
· Imran Bapaknya Siti Maryam, suaminya Ibu Hannah binti Faqudz bin Qatil
· Imran Bapaknya Nabi Musa, suaminya Ibu Yuhanil

?Ayat 35?

A. Tafsiran ayat
اذكر { إِذْ قَالَتِ امرأت عمران } ( حنّة ) لما أسنَّت واشتاقت للولد فدعت الله وأحست بالحمل يا { رَبّ إِنّي نَذَرْتُ } أن أجعل { لَكَ مَا فِي بَطْنِي مُحَرَّرًا } عتيقاً خالصاً من شواغل الدنيا لخدمة بيتك المقدّس { فَتَقَبَّلْ مِنّي إِنَّكَ أَنتَ السميع } للدعاء { العليم } بالنيات ، وهلك عمران وهي حامل . { فَلَمَّا وَضَعَتْهَا } ولدتها جارية وكانت ترجو أن يكون غلاماً إذ لم يكن يحرَّر إلا الغلمان { قَالَتْ } معتذرة { رَبّ إِنّى وَضَعْتُهَا أنثى والله أَعْلَمُ } أي عالم { بِمَا وَضَعَتْ } جملة اعتراض من كلامه تعالى وفي قراءة بضم التاء { وَلَيْسَ الذكر } الذي طلبت { كالأنثى } التي ( وُهِبْتُ ) لأنه يقصد للخدمة وهي لا تصلح لها لضعفها وعورتها وما يعتريها من الحيض ونحوه { وَإِنّى سَمَّيْتُهَا مَرْيَمَ وِإِنّى أُعِيذُهَا بِكَ وَذُرّيَّتَهَا } أولادها { مِنَ الشيطان الرجيم } المطرود . وفي الحديث « ما من مولود يولد إلا مسه الشيطان حين يولد فيستهل صارخاً إلا مريم وابنها » رواه الشيخان .
Artinya: (35) (Ingatlah, ketika isteri ´Imran berkata) yang bernama Hanah telah lanjut usia dan rindu untuk beroleh anak, ia pun berdoa dan merasa dirinya hamil  (Ya Tuhanku, sesungguhnya aku menazarkan) untuk menjadikan (kepada Engkau anak yang dalam kandunganku menjadi hamba yang saleh dan berkhidmat di Baitul Maqdis) dari kepentingan-kepentingan dunia, semata-semata berkhidmat untuk rumah-Mu yang suci. (Karena itu terimalah nazar itu dari padaku. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar) akan doa (lagi Maha Mengetahui) akan niat serta tujuan manusia. Pada waktu itu istrinya sedang mengandung dan Imran pun wafat. (36) (Maka tatkala isteri ´Imran melahirkan anaknya) ternyata bayi itu perempuan sedangkan ia menghadapkan anak lelaki karena yang biasa dibaktikan itu hanyalah anak laki-laki , (diapun berkata) menyatakan penyesalan (Ya Tuhanku, sesunguhnya aku melahirkannya seorang anak perempuan; dan Allah lebih mengetahui apa yang dilahirkannya itu) firman Allah SWT yang merupakan interupsi bagi berita ini; menurut satu qiraay dengan ta baris di depan: wadha’tu (dan anak laki-laki tidaklah) seperti yang dimintanya itu (seperti anak perempuan) yang diberikan Tuhannya, sedangkan maksudnya untuk membaktikannya guna berkhidmat kepada agama. Sebagaimana diketahui  anak wanita tidaklah tepat untuk keperluan itu disebabkan fisiknya lemah, auratnya, masa haid yang dialaminya dan lain-lain. (Sesungguhnya aku telah menamai dia Maryam dan aku mohon perlindungan untuknya serta anak-anak keturunannya kepada pemeliharaan Engkau daripada syaitan yang terkutuk) atau terusir. Dalam sebuah hadis disebutkan, “tidak seorang bayi pun yang dilahirkan melainkan ia disentuh setan sewaktu ia dilahirkan itu sehingga ia menangis dengan suara keras kecuali Maryan dan putranya (Riwayat Bukhari dan Muslim)

Istri ‘Imrsn adalah Hannah bin Faqudz. Muhammad bin Ishaq berkata : Hnnah binti Faqudz adalah seorang wanita yang tidak pernah hamil. Suatu hari ia melihat seekor burung memberi makan anak-anaknya, maka ia pun ingin mendapatkan anak. Lalu ia berdoa kepada Allah agar memberinya anak. Dan Allah pun mengabulkan doanya. Setelah suaminya melakukan hubungan denganya, maka ia pun hamil. Setelah benar-benar hamil, ia bernadzar agar anaknya menjadi anak yang tulus beribadah dan khusus untuk beribadah, berhidmah ke Baitul Maqdis. Setelah itu pak Imron meninggal dunia sedangkan bayi belum lahir.

Berjalanya waktu sampai waktu kelahiran anak dan berjenis kelamin wanita dan ibunya bu Hanah mohon perlindungan untuknya serta anak-anak keturunannya. Kemudian Allah mengabulkan doanya dan waktu kelahiran Maryam tidak disentuh sama Syaitan akhirnya keluar hadist yang diriwayatkan dari Abdurrazaq dari Abu Hurairah, ia berkata, Rasullah bersabda:
ما من مولود يولد إلا مسه الشيطان حين يولد فيستهل صارخاً إلا مريم وابنها
“Tidak da seorang pun yang dilahirkan, melainkan disentuh oleh Syaitan ketika ia dilahirkan, sehingga dia menangis kencang akibat sentuhanya itu, kecuali Maryam dan puteranya (Isa A.S)”

Setelah itu Abu Hurairah berkata:
ثم يقول أبو هريرة: اقرأوا إن شئتم: { وَإِنِّي أُعِيذُهَا بِكَ وَذُرِّيَّتَهَا مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ }
“jika kalian menghendaki, bacalah: وَإِنِّي أُعِيذُهَا بِكَ وَذُرِّيَّتَهَا مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ (aku memohon perlindungan untuknya serta anak-anak keturunannya kepada pemeliharaan-MU dari syaitan yang terkutuk)”

B. Analisis Bacaan

Kata وَضَعَتْ dalam ayat وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِمَا وَضَعَتْ وَلَيْسَ الذَّكَرُ كَالْأُنْثَى وَإِنِّي سَمَّيْتُهَا مَرْيَمَ وَإِنِّي أُعِيذُهَا بِكَ وَذُرِّيَّتَهَا مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ memiliki 2 bacaan:
? Pertama dibaca sukun pada huruf ta (وَضَعَتْ), bacaan oleh jumhurul imam.
? Kedua dibaca dhummah pada ta’ (وَضَعْتُ), bacaan Imam Ibnu Amir, Abu Bakar dari Ashim

Jika dibaca وَضَعْتُ (aku lahir) dengan dhammah di atas ‘ta’, karena dianggap berkedudukan sebagai mutakallim (yang berbicara), maka hal itu berarti kelanjutan perkataanya. Dan apabila dibaca sukun diatas ‘ta’ وَضَعَتْ maka hal itu berarti sebagai ucapan Allah.

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.