Kudus, isknews.com – Insentif guru madrasah diniyah, taman pendidikan quran (TPQ) dan pondok pesantren (Ponpes) dari Gubernur Jawa Tengah cair. Tahun ini merupakan pencairan yang ketiga. Namun untuk proses pencairannya, saat ini diwakilkan oleh kepala madrasah untuk mencegah terjadi kerumunan.
Kepala Kementrian Agama Kabupaten Kudus Akhmad Mudakir melalui Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren), Sulthon mengatakan, pencairan insentif guru Madin, TPQ dan Ponpes tahun ini sedikit berbeda.
“Kali ini, pencairan insentif senilai Rp 100 ribu per bulan itu diwakilkan kepala madrasah, melalui bank yang telah ditunjuk pemerintah provinsi. ‘’Total penerima insentif Gubernur di Kabupaten Kudus sebanyak 8.472 guru,’’ jelas Sulthon, Senin (08/06/2020).
Menurut dia, alasan pencairan insentif ketiga ini diwakilkan, untuk mengantisipasi terjadinya kerumunan di lokasi pengambilan dan mencegah mencegah penularan virus korona. Sedang proses pencairannya, pun dilakukan per semester atau enam bulan sekali.

Untuk itu, penerima bantuan harus menyiapkan sejumlah berkas yang dibutuhkan, salah satunya surat kuasa dari penerima yang ditujukan kepada perwakilan. Berkas lain seperti slip penarikan, kartu tanda penduduk (foto copy dan asli) buku rekening, serta foto copy KTP yang diberikan kuasa.
‘’Semua persyaratan harus dilengkapi, untuk memudahkan pencairan,’’ ujarnya.
Menurut Sulthon, Bantuan Gubernur (Bangub) yang sudah berjalan sejak 2019 lalu ini besar manfaatnya bagi guru madin, TPQ, dan Ponpes, apalagi kondisi sekarang ini sekolah diliburkan yang berdampak pada pendapatan ekonomi keluarga.
”Rata-rata guru ada sambilan lain, namun ada juga hanya menjadi guru di madin, TPQ, dan Ponpes. Jadi, bantuan insentif gubernur ini untuk membantu kesejahteraan mereka,’’ imbuhnya.
Salah satu guru madrasah diniyah di Mejobo, Siti Ruchah mengaku senang mendapat bantuan insentif karena bisa untuk tambahan biaya hidup. Apalagi ini sedang butuh biaya untuk masuk sekolah anaknya. Saat ini, pihaknya tengah mengumpulkan persyaratan untuk proses pencairan bantuan tersebut.
‘’Biasanya diambil sendiri-sendiri, sekarang diwakilkan salah satu guru,’’ katanya.
Dirinya mengaku sudah puluhan tahun menjadi guru madrasah. Namun untuk bayaran memang tidak banyak. Meski demikian, ia berniat mendidik generasi muda yang berakhlak dan pintar mengaji.
‘’Bantuan ini sangat bermanfaat,’’ pungkasnya. (YM/YM)










