Kudus, isknews.com – Jembatan Kencing yang melintang diatas aliran Sungai Kaligelis dan berdiri di ruas jalan lingkar barat ikut Desa Pasuruhan Lor, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus mulai diperbaiki hari ini, Rabu (21/06/2023).
Selama pengerjaan, dalam rangka mempercepat proses pengerjaannya, maka akses jalan di Jalan Lingkar Kencing menuju arah Jepara ditutup sementara selama tiga hari, yakni mulai hari ini (21/6) hingga Minggu (25/6).jalur alternatif menuju Kabupaten Jepara itu pun ditutup sementara.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kudus Arief Budi Siswanto menjelaskan, kondisi jembatan memang sudah mengalami beberapa kerusakan. Setidaknya untuk rehabilitasi kali ini, PUPR menyasar pada penggantian elastomer bearing pad atau karet bantalan jembatan dan expansion joint atau siar muai pada jembatan.
“Di antaranya, kerusakan pada bantalan jembatan atau elastomir, serta expansion joint atau siar muai, serta perlunya pengencangan baut pada jembatan,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Kudus Arief Budi Siswanto ditemui di sela-sela peninjauannya.
Pengerjaan diprediksi akan berlangsung sekitar tiga atau empat harian, tidak sampai selesai total. Setelah pemasangan selesai, Arief melanjutkan bahwa perbaikan akan berlanjut dengan pengaspalan ACWC, pengecatan, hingga pengencangan baut-baut jembatan yang sudah kendor.
“Pengerjaan lanjutan itu pun diperkirakan tidak akan mengganggu arus lalu lintas dan jalan tidak perlu ditutup lebih lama,” kata dia.
Selama beberapa hari ini saja, kendaraan berat, seperti bus dan truk dari arah Pati menuju Jepara bisa melewati Jalan Lingkar Utara atau UMK-Peganjaran-Klumpit-Jetak. Sedangkan dari Demak ke Jepara bisa melalui Trengguli atau Lingkar Tenggara kemudian lingkar tenggara.
“Untuk kendaraan pribadi kami sarankan menghindari Jalan Lingkar Selatan yang melintasi Jembatan Kencing, bisa melewati jalan dalam kota,” ujarnya.
Penutupan jalan selama empat hingga lima hari tersebut, digunakan untuk melakukan pembongkaran lima titik siar muai atau salah satu jenis sambungan yang digunakan untuk menyambung beton pada sebuah konstruksi jembatan.
Lebih lanjut, Arief menjelaskan bahwa perbaikan jembatan yang memiliki panjang 180 meter dan lebar 9 meter tersebut menggunakan APBD murni sebesar Rp 1,4 miliar. Sejak dibangun sekitar tahun 1990 awal, dikatakan Arief, rehabilitasi jembatan Kencing baru dilakukan pada tahun 2023 ini.
“Kerusakan yang ada saat ini pun disebabkan memuainya expansion joint dan elastomer pada jembatan tersebut lantaran kerusakan karet bantalan selain karena faktor usia, juga ada aktivitas pembakaran di bawah jembatan oleh warga sekitar karena dimanfaatkan untuk kandang hewan ternak, panas yang ditimbulkan bisa menimbulkan pemuaian pada baja jembatan,” terangnya.
Akibat adanya aktivitas pembakaran, maka berpengaruh terhadap kemampuan pemuaian karet bantalan jembatan. Sehingga 16 unit bantalan jembatan harus diganti yang baru untuk kenyamanan pengendara yang melintas.
Ditambah warga yang memanfaatkan kolong jembatan sebagai kandang ternak, hal itu sangat disayangkan Dinas PUPR Kudus. Alasannya, ketika malam hari saat ada perapian yang digunakan untuk mengusir serangga di kandang, dikatakan Arief bisa mempengaruhi pemuaian konstruksi bawah jembatan.
“Ini sangat beresiko karena dikhawatirkan terjadi kebakaran dan merusak konstruksi jembatan,” kata Arief.
Untuk itu, pihaknya berkoordinasi dengan pihak kecamatan, Satpol-PP, hingga desa untuk memberikan himbauan atau larangan kepada peternak yang menjadikan kolong jembatan sebagai kandang. (YM/YM)










