Kekeringan Berlangsung 190 Hari

oleh -923 kali dibaca

Blora, isknews.com (Lintas Blora ) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blora, memperkirakan musim kemarau tahun ini akan berlangsung maksimal selama 19 dasarian atau 190 hari. Hal itu diungkapkan oleh Sri Rahayu, Kepala Pelaksana BPBD Blora.

Sri Rahayu, Kepala Pelaksana BPBD Blora

Untuk itu, dirinya menghimbau menghimbau supaya warga Blora mulai menghemat penggunaan air bersih dan mewaspadai potensi kebakaran di lahan kering.
Berdasarkan data yang diperoleh dari BPBD Blora, wilayah yang diperkirakan mengalami kemarau paling panjang adalah di Kunduran, Banjarejo, Jiken, Sambong Cepu, sebagian Kedungtuban, Ngawen, Jepon serta Blora.

“Kemarau tahun ini hampir merata di seluruh wilayah Blora. Namun untuk resiko kekeringan yang paling rendah ada di Kecamatan Todanan, Kradenan dan Kedungtuban,” jelasnya.
Pihaknya mengaku, akan melaksanakan rapat koordinasi dengan beberapa pihak terkait, guna menyelaraskan program bantuan air bersih ke desa-desa yang mengalami kekeringan.

“Sesuai mekanisme, jika ada desa-desa yang mengalami kekeringan, saya minta Kepala Desanya untuk lapor ke Camat agar diteruskan ke BPBD. Berdasarkan laporan itu, kami akan buatkan SK tentang status kekeringan yang nantinya digunakan sebagai dasar pemberian bantuan air bersih,” paparnya.

Begitu juga dengan perusahaan atau komunitas lain yang ingin menyalurkan bantuan air bersih ke desa-desa, diminta untuk lapor guna koordinasi dengan BPBD agar tidak tumpang tindih dalam penyaluran bantuan air bersih. “Sehingga harapannya semua bantuan bisa sesuai sasaran dan merata,” pungkasnya. (as)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.