Keluhan Warga Berbuah Tindakan, Perbaikan Jalan Ambles Menuju Colo Mulai Dipercepat

oleh -544 Dilihat
Perbaikan talud dan badan jalan yang ambrol di jalur wisata Colo. (Foto: YM)

KUDUS, ISKNEWS.com – Setelah viralnya keluhan warga terkait belum diperbaikinya talud dan badan jalan yang ambrol di jalur wisata Colo.

Pemerintah melalui Balai Pengelolaan Jalan (BPJ) Wilayah Pati mulai mempercepat penanganan kerusakan tersebut.

Ketua Kelompok Kerja Jepara–Kudus BPJ Wilayah Pati, Parjo, turun langsung meninjau lokasi dan memastikan pekerjaan rehabilitasi segera dimulai setelah kontrak proyek ditandatangani.

Kerusakan tersebut terjadi pada Jumat malam, 9 Januari 2026, di sebelah barat Portal Wisata Makam Sunan Muria, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus.

Sejak saat itu, warga dan pelaku wisata terus mendesak pemerintah agar segera memperbaiki akses utama menuju kawasan wisata religi Colo.

Saat meninjau lokasi, Parjo mengatakan seluruh tahapan persiapan pekerjaan telah berjalan.

Konsultan pengawas bersama kontraktor telah melakukan pengukuran lapangan sebagai dasar pelaksanaan konstruksi.

“Saya ke lapangan untuk memastikan kesiapan pekerjaan. Tadi sudah ada konsultan, pengawas, dan kontraktor yang melakukan pengukuran di lokasi. Itu menjadi tahapan awal sebelum pekerjaan fisik segera dilaksanakan,” ujarnya.

Menurut Parjo, kontrak pekerjaan telah ditandatangani beberapa hari lalu. Karena itu, pihaknya meminta kontraktor segera memanfaatkan kondisi cuaca yang masih mendukung agar progres pekerjaan dapat dipercepat.

“Kontrak sudah berjalan beberapa hari. Mumpung cuaca masih bagus, saya minta kontraktor dan konsultan segera memanfaatkan kesempatan ini agar pekerjaan bisa langsung dimulai dan berjalan sesuai jadwal,” katanya.

Ia menjelaskan, kerusakan yang akan diperbaiki merupakan dampak longsor yang menyebabkan badan jalan ambles sekaligus merobohkan dinding penahan tanah.

Pada pekerjaan rehabilitasi nanti, struktur penahan akan dibangun kembali dengan konstruksi yang lebih kuat untuk menjaga kestabilan badan jalan.

“Yang rusak itu badan jalannya ambles dan dinding penahan tanahnya roboh akibat longsor. Nanti akan direhabilitasi sekaligus diperkuat supaya lebih aman dan tidak mudah mengalami kerusakan kembali,” jelasnya.

Berdasarkan data proyek, penanganan longsoran di ruas Jalan Kudus–Colo berlokasi di KM Smg 68+710 atau di wilayah Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus. Pekerjaan tersebut memiliki nilai kontrak sebesar Rp8.467.991.000 dari pagu anggaran Rp8.510.634.000, dengan penyedia jasa CV Tri Jasa Tehnik.

Sementara pengawasan dilakukan oleh PT Matrix Jaya Engineering KSO CV Mulya Hafar Konsultan.

Proyek ini memiliki lingkup pekerjaan berupa penanganan longsoran sepanjang 0,066 kilometer atau sekitar 66 meter dengan masa pelaksanaan 180 hari kalender.

Dengan durasi tersebut, pemerintah menargetkan kerusakan di jalur utama menuju kawasan wisata Colo dapat tertangani secara permanen sehingga keamanan dan kenyamanan pengguna jalan kembali terjamin.

Selain memastikan percepatan rehabilitasi, Parjo juga menanggapi kondisi jalur menuju kawasan wisata Colo yang saat ini ramai dilalui wisatawan, terutama rombongan bus pada musim liburan.

Menurutnya, hingga kini belum ada perubahan terhadap ketentuan lalu lintas yang telah disepakati sebelumnya.

Meski demikian, pengemudi bus besar tetap diminta meningkatkan kewaspadaan saat melintasi jalur menuju Colo, khususnya di sejumlah tikungan yang memiliki ruang manuver terbatas.

“Untuk bus besar sebenarnya tetap bisa melintas, tetapi pengemudi harus sangat berhati-hati saat bermanuver di beberapa titik karena ruang simpangnya terbatas. Kesepakatan yang telah dibahas dalam forum sebelumnya masih tetap berlaku,” pungkasnya. (YM/YM)

No More Posts Available.

No more pages to load.