Kudus,isknews.com – Kemanunggalan TNI-Rakyat sebagai interaksi persatuan dan kesatuan yang kokoh antara TNI dan rakyat untuk menciptakan kerjasama yang dinamis demi kemajuan masyarakat. Kemanunggalan TNI-Rakyat sering diartikan sebagai usaha rakyat untuk membantu TNI dalam melawan penjajah, entah ikut sebagai pasukan di medan perang, maupun hanya berpartisipasi membantu dalam bentuk menyediakan makanan, obat-obatan, atau tempat persembunyian bagi para prajurit TNI.
Sedangkan di masa pasca perang, Kemanunggalan TNI-Rakyat kemudian diartikan sebagai upaya TNI untuk bekerjasama dengan masyarakat dalam usaha pembangunan. TNI Manunggal Membangun Desa adalah program pemerintah paling mencolok yang bisa dikatakan sebagai pengejawantahan Kemanunggalan TNI-Rakyat.
Jenderal Besar kita, Jenderal Sudirman dalam beberapa intruksi populernya seakan menegaskan bahwa konsep Kemanunggalan TNI-Rakyat merupakan konsep yang sangat diperlukan, karena pada dasarnya, antara TNI dan rakyat tidak ada pemisahan, TNI itu juga bagian dari rakyat, dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat sehingga perlu adanya kemanunggalkan yang kokoh dan kuat.

Kerjasama antara TNI dan rakyat tentu punya nilai positif, apapun itu namanya. Terbukti terselenggaranya TMMD Reguler Ke-98 TA.2017 Kodim Kudus di Desa Kandangmas, Kecamatan Dawe Kabupaten Kudus kemanunggalan TNI bersama rakyat sungguh mencerminkan sikap dan budaya bangsa Indonesia. Senin (24/04)
Kebersamaan dalam bergotong royong dan sinergitas yang di bangun oleh TNI Satgas TMMD Reguler Ke-98 Kodim Kudus bersama rakyat adalah bukti nyata dalam membangun bersama di daerah tertinggal.












