Kepala ADM Perum KPH Perhutani Pati : Pungutan Liar Oleh Oknum Perhutani Pati Itu Tidak Benar

oleh -1,460 kali dibaca

Pati, isknews.com (Lintas Pati) – Menanggapi adanya isu adanya pungutan yang dilakukan KPH Perhutani Pati yang disampaikan Sepandan ketika audensi di kantor Perum Perhutani Pati Kamis (6/7/2107). Pihak KPH Perhutani menepis isu tersebut.

Perum KPH Perhutani Pati menampik adanya praktik pungutan liar (pungli) yang di lakukan oleh oknum anggotanya. Kesepakatan bagi hasil yang diterapkan bersama penggarap lahan hutan wilayah kecamatan Tambakromo dan Kayen, dinilai sudah sesuai dengan aturan yang berlaku.

Kepala ADM Perum KPH Perhutani Pati Ahmad Taufik melalui Kepala Sub-Seksi (KSS) PHBM Muhdi mengatakan, anggapan adanya pungutan liar oleh oknum perhutani Pati itu tidak benar. Terkait dengan bagi hasil atau pola kerja sama tersebut, sebelumnya sudah ada pemberitahuan kepada pihak Asper dan mantri yang bertugas di wilayah Tambakromo dan Kayen.

“Mungkin saja sosialisasinya belum sampai ke petani, jadinya simpangsiur. Kami sudah memberikan penjelasan kepada pihak yang audiensi disini, mereka semua sudah menerima dan menanggapi dengan baik,” ujarnya, Kamis (06/07/2017)

Lebih lanjut, terkait dengan pola kerjasama itu juga sesuai dengan keputusan direksi perum perhutani Nomor 682/KPTS/DIR/2009 Tentang Pedoman Pengelolaan Sumberdaya Hutan Bersama Masyarakat.

“Dalam surat keputusan itu sudah jelas, jadi tidak ada yang namanya pungli. Pola kerja sama juga sesuai dengan aturan yang belaku. Ini juga terkait dengan PP Nomor 12 tahun 2014 penghasilan negara bukan pajak. Jadi, uang itu adalah untuk negara,” tambahnya.

Dia meminta agar penggarap lahan hutan yang berada di bawah Perum KPH Perhutani Pati bisa memahami hal tersebut. Pemberlakuan pola kerja sama itu tidak hanya di kawasan hutan Tambakromo dan Kayen saja. Di daerah lain juga memberlakukan hal yang sama.

“Jenis tanamannya juga perlu diperhatikan. Apabila tanaman itu bisa mengganggu pertumbuhan hutan, tentunya kan harus di hindari. Kita disini bersama-sama menjaga kelestarian hutan, “ tandasnya. (Wr)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.